Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 36 : Beraninya kau kabur setelah menggoda


__ADS_3

Sesaat kemudian Clarissa pun sadar jika pria di hadapannya itu adalah laki-laki yang sangat berbahaya.


Dengan cepat Clarissa langsung menjauh dari Brian, Clarissa pun segera membenahi pakaiannya yang berantakan akibat ulah Brian.


Brian hanya menatap heran wanita di hadapannya itu, tak biasanya wanita itu menolak sentuhan nya. Dari tatapan Clarissa, Brian bisa melihat rasa takut dari sorot matanya.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Brian.


"Tidak ada.." Jawab Clarissa.


"Tidak ada? Tapi mata mu mengatakan hal yang berbeda." Ucap Brian.


"Jika kamu gak percaya terus buat apa nanya.." Ucap Clarissa dengan nada tinggi.


Brian hanya terkekeh mendengar jawaban dari Clarissa, kemudian dia langsung memeluk Clarissa dari belakang.


"Lepaskan... Ini di kantor." Ucap Clarissa yang merasakan benda keras menggesek-gesek pantat nya.


"Kenapa? Kita belum mencoba di kantor. Apakah sensasi nya berbeda." Ucap Brian.


Kemudian dengan nakal nya tangan Brian meraba-raba tubuh bagian atas Clarissa, tangan lincah Brian segera membuka kancing baju Clarissa.


"Ku mohon hentikan... Nanti ada orang." Ucap Clarissa dengan wajah yang memerah tengah menahan ***** birahi nya.


Tapi Brian sudah tak tahan, dia langsung mengangkat rok mini milik Clarissa dan melepaskan penghalang milik Clarissa.


"Ini akan sangat menyenangkan.." Bisik Brian.


Clarissa hanya bisa diam sambil menahan suara ******* nya, dan saat Brian akan memasukkan barang miliknya tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu ruangan.


"Nyonya.. Apa kau masih di dalam.."


Clarissa yang mendengar suara asisten nya pun langsung buru-buru menjauh dari Brian, Clarissa dengan cepat kembali membenahi pakaiannya yang sudah sangat berantakan.


Brian hanya bisa menahan rasa kesalnya, kemudian Clarissa membuka pintu ruangan. Asistennya hanya melihat dengan canggung saat mengetahui jika di ruangan itu hanya ada Clarissa dan juga Brian.


"Ada apa?" Tanya Clarissa saat melihat asisten hanya berdiam diri tanpa berbicara.


"Ah... Saya sudah selesai mengantarkan Nyonya Rindi." Jawabnya.

__ADS_1


"Baguslah.." Jawab Clarissa.


Kemudian Clarissa langsung melihat ke arah Brian, "Pak Brian, apa anda akan langsung pulang. Karena saya masih memiliki urusan jadi saya tidak bisa menemani anda lebih lama lagi." Ucap Clarissa.


"Ah.. Sangat di sayangkan, saya masih ingin berbincang lebih lama dengan CEO Caterpillar yang terkenal hebat." Ucap Brian.


"Terimakasih atas pujiannya, kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Clarissa.


"Setelah kau menggoda ku, apa kau pikir aku akan membiarkan mu pergi begitu saja.." Pikir Brian.


Setelah mengatakan hal itu Clarissa pun segera pergi meninggalkan Brian, kemudian Brian pun langsung menyusul Clarissa dari belakang.


Di dalam lift tak henti-hentinya Brian meraba-raba pantat Clarissa, "Hentikan..." Ucap Clarissa.


"Kenapa? Memangnya aku melakukan apa?" Tanya Brian.


Clarissa hanya bisa menatap kesal pria itu, dia sangatlah berbahaya dan Clarissa harus berusaha menjaga jarak dengan nya.


"Kau ingin pergi?" Tanya Brian.


"Iya.." Jawab Clarissa.


"Bertemu dengan gigolo baru ku." Jawab Clarissa asal.


"Oh.. Jadi kau sudah menemukan pengganti ku?" Tanya nya.


"Iya.." Jawab Clarissa acuh.


"Apa dia lebih hebat dari ku?" Tanya Brian.


"Pasti.." Jawabnya.


"Kau sudah mencoba nya?" Tanya Brian lagi.


"Belum, tapi aku yakin dia akan memuaskan ku. Tidak seperti dirimu.. Yang selalu keluar duluan.." Jawab Clarissa.


"Oh.. Jadi aku yang selalu keluar duluan, tapi bukannya kau yang selalu menjerit duluan sambil berkata.. 'Ah.. Brian aku sudah tidak tahan'." Ucap Brian sambil menirukan ucapan Clarissa setiap di ranjang.


Clarissa yang mendengar hal itu langsung menatap tajam ke arah Brian.

__ADS_1


Ting..


Pintu lift pun terbuka, tanpa satu kata pun Clarissa langsung meninggalkan Brian.


Brian hanya tersenyum, kemudian dia langsung berjalan mengikuti Clarissa.


Sesampainya di parkiran Clarissa langsung berjalan ke mobil miliknya, di sana sudah ada supir yang menunggu nya.


Brian yang berada tak jauh dari Clarissa langsung membuka pintu mobil miliknya tapi bukan pintu pengemudi melainkan pintu di sampingnya.


Setelah itu Brian langsung berlari ke arah Clarissa yang hendak masuk ke dalam mobil, Brian dengan cepat langsung mengangkat tubuh Clarissa dan membawanya masuk ke dalam mobil miliknya.


"Arg.. Apa yang kau lakukan. Turunkan aku.." Teriak Clarissa.


"Kau ingin pergi setelah berusaha menggoda ku?" Ucap Brian.


"Siapa yang menggoda mu.. Aku tidak menggoda mu." Jawab Clarissa.


Supir pribadi Clarissa hanya diam dan tak bisa berkutik saat melihat majikannya di bawa pergi oleh pria yang dulu tinggal di rumah majikan itu.


Kemudian Brian langsung memasukkan Clarissa ke dalam mobilnya, dengan kasar Brian langsung menutup pintu mobil.


Clarissa berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa, Brian dengan wajah sumringah nya langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat.


"Hentikan mobilnya, kau mau membawa ku ke mana?" Tanya Clarissa.


"Ke suatu tempat yang cocok untuk melanjutkan kegiatan kita yang tertunda." Jawab nya.


"Kegiatan kita yang tertunda.. Itu kegiatan mu, bukan urusan ku. Jadi turunkan aku sekarang.." Ucap Clarissa.


"Kau ingin melawan.. Ah, aku belum merasakan bercinta di dalam mobil." Ucap Brian.


"Di dalam mobil.. Tidak, cepat turunkan aku dasar cabul.." maki Clarissa.


Kemudian mobil Brian berhenti di markas milik nya yang sudah di kosongkan sejak 10 menit yang lalu karena perintah Brian.


Kemudian Brian langsung membawa Clarissa ke kursi penumpang, Clarissa hanya bisa pasrah saat pakaiannya di t*lanjangi satu per satu.


Dari luar terlihat mobil Brian bergoyang-goyang, kadang goyangan mobil itu kencang dan kadang juga pelan. Entah apa yang di lakukan oleh dua insan itu di dalam mobil, tapi yang jelas kegiatan itu akan menguras tenaga yang ekstra.

__ADS_1


__ADS_2