Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 110. S2 : Rencana.


__ADS_3

Kini Brian tengah duduk di ruang kerja miliknya, di depannya sudah ada Roki dan juga Erwin. Mereka berdua datang bersama dengan orang tua Clarissa.


"Jadi kalian sudah menemukan informasi tentang situs web tersebut?" Tanya Brian.


"Iya setelah aku menelusuri lebih lanjut, itu bukan semacam sayembara. Tapi lebih kepada orang yang ingin orang lain mati tinggal membayar harga dengan menyewa jasa mereka." Jawab Roki.


"Lanjut.." Ucap Brian sambil terus mendengarkan dengan cermat.


"Dan situs web tersebut merupakan salah satu organisasi pembunuhan bayaran yang memiliki lindungan dari pihak kepolisian dan juga pemerintah, jadi jika mereka membunuh seseorang, tidak akan membuat orang yang menjadi pembunuh bayaran tersebut di penjara karena mereka sudah di lindungi oleh orang-orang dalam." Jawab Roki.


"Lanjut..." Ucap Brian.


"Dan setelah di telusuri pihak organisasi itu hanya memberikan waktu selama 2 Minggu kepada klien mereka untuk menunggu sampai target mereka mati." Jawab Roki.


"Apa kalian sudah tahu siapa orang yang di kirim untuk membunuh ku?" Tanya Brian.


"Kami belum bisa memastikan siapa yang mereka kirim, tapi melihat dari ketenaran mu dan juga harga nyawa mu. Bisa saja pria inilah yang akan organisasi itu kirim untuk membunuh mu Bos." Ucap Roki sambil memberikan sebuah map berisikan data-data seseorang.


Brian lalu mengambil map tersebut, matanya dengan teliti melihat foto dan juga biodata pria yang akan menjadi malaikat mautnya.

__ADS_1


"Nicolas? 19 tahun?" Gumam Brian saat melihat biodata Nicolas.


"Iya, dan saat aku mencari tahu. Pria itu adalah pembunuh nomor 1 di organisasi itu, meski umurnya masih muda tapi dia sudah membunuh puluhan orang-orang hebat di Eropa." Jawab Roki.


Melihat hal itu Brian hanya diam, "Aku akan mengingat jelas wajah nya." Ucap Brian sambil terus melihat wajah Nicolas.


"Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Erwin.


"Sekarang? Emm.. Kita tunggu saja kedatangan pria itu." Jawab Brian sambil tersenyum penuh misteri.


"Kau sudah punya rencana Bos?" Tanya Erwin.


"Tentu, yang kita lakukan sekarang hanyalah diam. Dan pura-pura seakan kita tidak tahu apa yang akan terjadi." Jawab Brian.


"Dan kalian menyamar lah." Ucap Brian.


"Menyamar? Baik." Jawab Roki dan Erwin.


"Roki kau menyamar menjadi kakek tua pengurus kebun di sini, sementara kau Erwin kau bisa menyamar menjadi penjual sayur di kompleks sini. Sekalian kau bisa memantau keadaan di luar sana." Ucap Brian.

__ADS_1


"Baik Bos." Jawab Erwin dan juga Roki.


"Oh.. Iya, apa kalian sudah tahu. Manusia pengecut mana yang telah menyewa jasa organisasi tersebut untuk membunuh ku?" Tanya Brian.


"Untuk saat ini belum, karena situs tersebut sangat menutup ketat informasi klien mereka." Jawab Roki.


"Baiklah, karena cepat atau lambat aku akan tahu orang pengecut mana yang telah menyewa jasa pembunuh bayaran hanya untuk membunuh ku. Dan jika aku tahu siapa orang itu... Akan ku buat dia menerima balasannya." Ucap Brian.


Roki dan Erwin yang melihat kengerian dari Brian pun hanya bisa diam karena mereka tahu bagaimana sadisnya Bos nya itu saat kehidupan nya sudah di usik oleh seseorang.


"Tapi apa mungkin Nicolas sudah berada di Indonesia?" Tanya Erwin.


"Iya bisa saja, pria itu sudah ada di negara ini." Jawab Brian.


Setelah itu Brian pun bangkit dari tempat duduknya, lalu dia melihat dari jendela ruang kerja nya dan matanya pun langsung tertuju pada Clarissa yang tengah duduk di taman belakang rumahnya di temani oleh Jeremy.


"Yang terpenting sekarang adalah keselamatan anak-anak dan juga istri ku, karena aku tak bisa menjamin ketika Nicolas datang tak akan ada kerusuhan yang bisa membuat Clarissa terluka." Ucap Brian sambil terus memandangi Clarissa.


"Aku akan mengerahkan pengawal untuk menjaga tempat ini." Jawab Roki.

__ADS_1


"Iya kau harus melakukan itu, tapi ingat jangan sampai membuat Nicolas curiga. Jadi kita akan membuat tempat ini seolah-olah tak di jaga oleh siapapun. Jadi dengan begitu dia akan leluasa untuk membunuh ku, dan saat dia lengah kita yang akan balik menyerangnya." Ucap Brian.


Mendengarkan rencana Brian, Roki dan Erwin pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


__ADS_2