
Tak terasa Brian dan Clarissa berjalan-jalan sampai menuju sebuah pantai, dan tanpa mereka duga rupanya hari sudah menjelang sore.
Tring...
Sebuah pesan masuk ke handphone Clarissa, dan rupanya itu pesan dari Jesselyn.
"Ada apa?" Tanya Brian.
"Mereka berempat pulang duluan." Jawab Clarissa.
"Sudahlah, lagi pula mereka bersama dengan Maria." Jawab Brian.
Kemudian Brian mengajak Clarissa duduk di tepi pantai untuk menikmati keindahan mata hari terbenam.
Sambil duduk di samping Brian, Clarissa menyandarkan kepalanya di pundak milik Brian.
Dan Brian pun melingkarkan tangannya kanannya di pinggang ramping Clarissa.
"Indah, bukan?" Tanya Brian.
"Iya.." Jawab Clarissa sambil tersenyum.
Mungkin karena suasana yang indah membuat Brian dan Clarissa lupa akan masalah yang membuat hubungan mereka menjadi renggang.
Jika orang lain lihat, Brian dan Clarissa nampak seperti sepasang kekasih yang belum memiliki anak.
"Hari sudah mulai malam? Apa mau pulang sekarang?" Tanya Brian.
"Ayo.." Ajak Clarissa.
__ADS_1
"Emm.. Nanti saja." Jawab Brian.
"Tadi ngajak pulang, kok sekarang gak jadi." Ucap Clarissa.
"Kenapa? Apa gak mau berduaan lebih lama?" Tanya Brian sambil menatap wajah Clarissa.
"Gak baik, berduaan. Lagi pula aku gak mau berduaan dengan pria yang tak menyukai ku." Ucap Clarissa.
Brian yang mendengar hal itu langsung menatap Clarissa. "Memangnya siapa yang tidak menyukai mu?" Tanya Brian.
"Pikir sendiri." Jawab Clarissa dengan wajah memerah karena mulutnya keceplosan mengatakan hal yang seharusnya tak perlu di katakan.
Kemudian Brian memegang kedua pundak Clarissa, Clarissa nampak kaget tapi dia berusaha menutupi keterkejutannya.
"Duduk di pangkuan ku." Suruh Brian.
"Untuk apa?" Tanya Clarissa.
Brian memegangi kedua pipi Clarissa, dan mendekatkan wajahnya dengan Clarissa sehingga hidung Brian menyentuh hidung milik Clarissa.
"Aku mencintaimu.." Ucap Brian.
Clarissa yang mendengar hal itu langsung menjauhkan wajahnya dari Brian, mata Clarissa menatap tak percaya atas apa yang dia dengar.
"Jangan bercanda Brian." Jawab Clarissa.
"Aku tak bercanda.." Jawab Brian dengan wajah serius.
"Ah.. Aku tahu, kau ingin bertanggung jawab atas ketiga anak mu, tapi kau tak perlu berpura-pura mengatakan jika kau mencintaiku. Lagi pula aku tak akan menjauhkan mu dengan mereka." Ucap Clarissa.
__ADS_1
"Aku serius, ini tak ada hubungannya dengan tanggung jawab ku terhadap anak-anak, ini murni karena aku mencintaimu." Ucap Brian berusaha meyakinkan Clarissa.
Clarissa hanya menundukkan kepalanya, apa yang harus dia jawab. Di satu sisi dia memang sangat menginginkan kata-kata ini keluar dari mulut Brian.
Tapi di sisi lain, Clarissa takut jika kisah cinta nya hanya akan membawa luka seperti dulu.
"Ada apa? Apa kau tak mencintai ku?" Tanya Brian sambil membelai wajah Clarissa.
"Entahlah, aku bingung harus menjawab apa." Jawab Clarissa.
"Katakan, ku mohon kau mengatakan yang sejujurnya. Clarissa." Ucap Brian.
"Baiklah, sebenarnya aku senang mendengar ucapan mu itu... A..ku sangat menginginkan kata-kata itu dari dulu..." Ucap Clarissa sambil menatap wajah Brian. "Tapi... Di satu sisi aku takut, aku takut jika kisah cinta ku akan membawa luka seperti dulu, aku takut jika rasa cinta ku ini malah membuatku kembali terluka sama seperti dulu.." Jawab Clarissa dengan mata yang berkaca-kaca.
Brian yang melihat Clarissa terdiam, dia tahu jika wanita di hadapannya itu sebenarnya adalah wanita yang rapuh sama seperti wanita lain.
Yang masih trauma akan masa lalu nya terutama dalam hal percintaan.
"Aku tahu, di tinggalkan oleh orang yang kita cintai itu sakit, terutama saat di berselingkuh dengan adik mu. Aku tahu itu pasti menyakitkan.." Ucap Brian.
"Tapi jika kau masih terus terpuruk dalam masa lalu itu kau tak akan pernah bangkit, kau tak akan pernah berubah." Lanjut Brian.
"Lantas aku harus bagaimana?" Tanya Clarissa.
"Aku tahu melupakan rasa sakit di masa lalu itu sulit, tapi kau tak harus melupakan masa lalu itu tapi kau harus menjadi rasa sakit itu sebagai pelajaran agar kau lebih kuat di masa depan.." Jelas Brian.
Clarissa yang mendengar ucapan Brian merasa tersentuh, dia tak menyangka jika pria mesum itu bisa merangkai kata-kata bijak seperti itu.
"Kau butuh pelukan?" Tanya Brian sambil merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Iya, aku butuh pelukan..." Jawab Clarissa sambil memeluk Brian.