Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 97 : Keputusasaan Clarissa.


__ADS_3

Clarissa yang sedang tertidur pulas pun terbangun saat mendengar suara ribut Brian dengan seseorang di telpon.


Tapi Clarissa tetap diam sambil mendengarkan semua yang di ucapkan Brian dengan orang itu, dan dari suaranya seperti suara Dokter Miranda.


Dan Clarissa pun mendengar jika kemungkinan kesembuhan nya sangat lah kecil.


"Brian..." Panggil Clarissa.


Brian yang tengah marah-marah pada Miranda pun langsung terdiam sambil menatap Clarissa.


Tanpa banyak bicara Brian langsung menutup panggilan tersebut dan segera berjalan ke arah Clarissa.


"Maaf, apa obrolan ku membuat mu bangun?" Tanya Brian.


"Aku baik kok." Ucap Clarissa.


"Maksudnya apa Clarissa?" Tanya Brian yang tak mengerti dengan jawaban Clarissa.


"Iya aku baik meski aku cacat juga, aku gak apa-apa kok walau cacat juga." Ucap Clarissa.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, aku tak ingin mendengar mu mengatakan hal ini lagi. Clarissa." Ucap Brian.


"Aku mendengar semua nya Brian." Ucap Clarissa.


Brian yang mendengar ucapan Clarissa pun langsung terdiam sambil menatap lekat-lekat mata istri nya itu.


"Aku dengar semua nya, dan aku gak masalah. Sungguh, aku gak masalah walau aku tak bisa berjalan lagi. Aku gak masalah..." Ucap Clarissa.


"Aku akan mencari cara agar kau sembuh Clarissa, percaya pada ku." Ucap Brian.


"Aku tahu kau telah melakukan yang terbaik untuk ku, Brian. Aku tahu... Tapi mungkin ini takdir ku harus menjadi seperti ini." Ucap Clarissa.


"Hentikan omongan mu itu Clarissa, kau tak boleh menyerah seperti ini. Dengar kan aku.." Ucap Brian sambil memegangi kedua pipi Clarissa.


"Aku tahu, Brian. Kau pasti akan berusaha, tapi aku tak ingin kau menjadi kesulitan dan banyak pikiran. Karena memikirkan kondisi ku, aku sungguh tak apa Brian. Meski cacat sekali pun, karena setidaknya kau dan anak-anak masih bersama ku. Itu sudah cukup bagi ku..." Ucap Clarissa.


"Enggak sayang, aku akan tetap berusaha menyembuhkan mu. Jika kau tak bisa sembuh oleh Miranda. Maka aku akan mencari dokter yang lain untuk mu, yang lebih hebat untuk menyembuhkan mu." Ucap Brian.


"Tapi akhirnya akan tetap sama Brian, aku gak akan bisa berjalan lagi." Ucap Clarissa.

__ADS_1


"Kamu jangan ngomong seperti itu, Clarissa." Ucap Brian.


"Tapi ini fakta Brian. Lagi pula aku sudah menerima keadaan ku, mungkin ini adalah balasan dari perbuatan jahat ku di masa lalu." Ucap Clarissa.


"Perbuatan jahat apa?" Tanya Brian.


"Iya perbuatan jahat ku karena sudah membuat paman dan bibi ku menderita, mungkin ini balasan dari Tuhan untuk ku." Ucap Clarissa.


"Tak ada balasan seperti itu Clarissa, kau memang harus membalas perbuatan mereka. Dan kau jangan sampai menganggap jika itu adalah perbuatan jahat." Ucap Brian kesal.


"Tapi Brian.. Aku sungguh sudah menerima keadaan ku yang seperti ini." Ucap Clarissa.


"Aku tahu kau sudah menerima keadaan mu, begitu juga dengan ku dan anak-anak mereka sama menerima keadaan mu bagaimana pun. Tapi aku ingin melihat mu bahagia lagi, Clarissa. Hanya itu yang ku ingin kan.." Ucap Brian.


"Meski aku cacat aku tetap bahagia Brian. Karena kebahagiaan ku adalah kamu.. dan anak-anak." Ucap Clarissa.


Brian pun terdiam, memang benar apa yang di katakan oleh Clarissa. Tapi Brian sebagai suami ingin melakukan yang terbaik untuk istri kesayangannya itu.


"Sudah sekarang kau tidur saja, oke. Dan jangan bahas masalah ini lagi." Ucap Brian sambil kembali membaringkan tubuh Clarissa.

__ADS_1


Kemudian Brian memeluk Clarissa sambil menciumi kening nya. "Sekarang kamu tidur." Bisik Brian.


Clarissa hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2