Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 47 : Daddy yang sangat keren.


__ADS_3

Jerry dan Jeremy langsung melihat ke arah Jesselyn.


"Om? Apa kau pernah melihat nya?" Tanya Jeremy.


"Iya, tadi siang pas di Mall. Om itu sangat tampan, dan aku memanggil nya Daddy. Bahkan Daddy juga menggendong ku.." Ucap Jesselyn menceritakan kejadian tadi di Mall.


Jeremy dan Jerry hanya menggeleng kan kepalanya, mereka berdua tak mengerti apa isi dari otak adik nya itu.


"Terus kalian kenapa melihat foto, Daddy yang ada di Mall?" Tanya Jesselyn.


"Kau tak usah tahu.. Ini urusan orang dewasa." Ucap Jeremy.


"Iya betul, anak kecil seperti mu. Lebih baik main rumah-rumahan." Ucap Jerry.


"Emm.. Jesselyn bukan anak kecil, dan kalian juga bukan orang dewasa. Kita hanya berbeda beberapa menit saja..." Ucap Jesselyn marah tak terima dengan ucapan kedua kakaknya itu.


"Tapi kau tetap yang paling kecil..." Jawab Jerry


"Cepat kasih tahu kenapa kalian melihat foto Daddy yang ada di Mall.. Siapa dia?" Tanya Jesselyn yang sangat penasaran.


"Aku tak akan memberikan mu.." Jawab Jerry.


"Baiklah, aku akan menghancurkan laptop nya.." Ucap Jesselyn sambil mengambil vas bunga yang berada tak jauh dari nya.


"Hentikan... Jangan lakukan itu.." Ucap Jerry.


"Sudah hentikan, Jesselyn. Baiklah, kami akan memberitahukan mu siapa dia.." Jawab Jeremy menengahi pertengkaran.


"Jadi? siapa dia?" Tanya Jesselyn.

__ADS_1


"Dia adalah pria yang memiliki hubungan dekat dengan Mommy, dan dulu pria itu pun pernah tinggal di sini bersama Mommy." Jelas Jeremy.


"Tinggal di sini? Kak Jeremy tahu dari mana?" Tanya Jesselyn.


"Aku dan Kak Jeremy berada di sini melakukan penyelidikan tentang Mommy, tidak seperti dirimu yang tahunya nangis sama belanja." Ucap Jerry yang tiba-tiba bersuara.


"Ih.. Aku gak bertanya sama Kak Jerry, aku tanya sama Kak Jeremy." Ucap Jesselyn kesal.


"Sudahlah kalian berdua, kenapa terus saja bertengkar." Ucap Jeremy.


"Jadi dia Daddy kita?" Tanya Jesselyn.


"Kemungkinan seperti itu, karena Mommy tidak memiliki hubungan dengan pria lain. Ah, aku lupa Mommy pernah memiliki tunangan." Ucap Jeremy.


"Jadi yang mana Daddy kita?" Tanya Jesselyn.


"Setelah aku dan Jerry menyelidiki, kami berdua menyimpulkan jika pria itu adalah ayah kita." Ucap Jeremy sambil menunjuk foto Brian.


Dan untungnya berkat para pelayan dan kepala pelayan, Jeremy dan juga Jerry bisa menemukan informasi tentang pria yang bersama dengan Mommy nya sebelum mereka lahir.


"Itu Daddy?" Tanya Jesselyn senang.


"Iya, tapi kita tak bisa menjadikan nya sebagai Daddy kita." Ucap Jeremy.


"Kenapa?" tanya Jesselyn sedih.


"Dia orang yang sangat berbahaya, dan mungkin ini adalah alasan Mommy menyembunyikan siapa ayah kandung kita." Ucap Jeremy.


"Iya.. Dia sangat berbahaya, dan kita harus berhati-hati." Sambung Jerry.

__ADS_1


Jerry dan Jeremy memiliki kecerdasan di atas rata-rata, berbeda dengan Jesselyn yang pemikirannya masih seperti anak kecil tapi meski begitu Jesselyn pun masih tergolong sebagai anak yang cerdas meski tak sepintar dan secerdas kedua kakak nya.


"Memangnya seberapa berbahaya nya Daddy?" Tanya Jesselyn penasaran.


"Menurut sebuah berita beberapa tahun yang lalu, berita itu membocorkan informasi rahasia tentang pria itu. Meski Berita itu sudah tak ada lagi, tapi aku berhasil mendapatkan informasi tentang berita yang beredar saat itu." Ucap Jeremy.


"Jadi siapa Daddy?" Tanya Jesselyn yang kesal karena kakaknya sangat berbelit-belit.


"Dia seorang mafia.." Jawab Jerry.


"Mafia?" Tanya Jesselyn dengan tatapan bingung. "Mafia itu apa?" Tanya Jesselyn lagi


"Aduh.. Mafia itu orang yang jahat, dia suka membunuh, dia selalu terlibat dengan kejahatan, pelanggar hukum, pokoknya dunia nya itu adalah dunia kejahatan.." Jelas Jerry.


Jesselyn pun terdiam bukannya takut gadis itu malah menatap wajah ayahnya dengan mata berbinar-binar.


"Wahh... Keren sekali...." Ucap Jesselyn membayangkan betapa gagahnya Daddy nya itu.


Jerry hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya saat melihat adik perempuan malah senang dan bangga memiliki ayah seperti itu.


Berbeda dengan Jerry yang sedikit cerewet tapi judes, Jeremy lebih memiliki sikap yang santai dan kalem.


"Kak ayo kita cari Daddy.." Ajak Jesselyn.


"Dia itu mafia, apa kau ingin di bunuh. Bagaimana kita menjelaskan kepada pria itu, kau anak siapa? Dan saat kita menjelaskan. Pria itu akan menjawab. Aku tak menginginkan anak seperti kalian.. Dan Dorrr.. Kita mati.." Ucap Jerry berusaha menjelaskan betapa berbahayanya mafia itu.


"Tidak mungkin, itu Daddy kita tidak mungkin dia menyakiti kita. Karena kita adalah buah hati nya dan lagi pula aku anak yang lucu dan imut. Daddy mana mungkin berani menyakiti ku.." ucap Jesselyn.


"Terserah kau saja, tapi yang terpenting sekarang kita mencari keberadaan Mommy.. Mommy sudah hilang beberapa hari." Ucap Jerry.

__ADS_1


"Oh.. Iya, aku lupa.." Jawab Jesselyn.


Jeremy hanya dia sambil melihat pertengkaran antara kedua adik nya itu.


__ADS_2