
Terlihat beberapa orang tengah tertawa di ruang tamu, kemudian tatapan mata Sofia pun langsung tertuju kepada wanita di depan nya.
"Aku tak menyangka jika rencana yang kau buat akan berhasil mencelakai wanita itu." Ucap Sofia.
"Tentu saja." Jawab Lesly sambil tersenyum dan meminum teh milik nya.
"Tapi bagaimana jika Suami nya tahu kalau kita yang mencelakai Clarissa." Ucap Pak Candra.
"Hal itu bisa di atur yang terpenting adalah kalian tutup mulut, dan bukannya kalian memiliki dendam kepada Clarissa?" Tanya Lesly sambil tersenyum.
Pak Candra, Rani dan Sofia pun terdiam mereka sangat senang saat mendengar kabar keracunan Clarissa, dan dendam mereka kepada Clarissa sangatlah dalam ini semua akibat dari perbuatan Clarissa yang telah menyebabkan kebangkrutan keluarga Candra.
"Iya kami memang sangat kesal kepada wanita itu, dan akhirnya dendam kita terbalas kan." Ucap Candra sambil tersenyum senang.
"Iya tapi ini semua masih permulaan." Ucap Lesly.
Lesly akan membalas kan kematian kakak nya kepada Clarissa, karena bagi nya semua yang telah menimpa diri nya adalah ulah Clarissa.
Jika saat itu Brian tak bertemu Clarissa maka cepat atau lambat Brian akan jatuh ke pelukan nya bukan pelukan wanita j*lang itu.
"Permulaan memang nya kita akan melakukan apa lagi?" Tanya Pak Candra.
"Soal itu nanti kita bicarakan lagi, tapi yang terpenting kalian hanya harus mendengarkan perintah ku dan kalian tidak boleh membantah ku sama sekali." Ucap Lesly.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab
"Sofia..." Panggil Alvin.
Sofia yang di panggil suami nya pun langsung menatap kesal pria itu, pria yang dulu dia rebut dari kakak nya kini pria itu sungguh sangat menyebalkan.
"Ada apa sih?" Jawab Sofia kesal.
"Siapa dia?" Tanya Alvin yang melihat keberadaan Lesly di rumah mereka.
"Itu bukan urusan mu, yang terbaik sekarang kau kembali ke kamar." Ucap Sofia.
"Tapi sofia aku suami mu." Jawab Alvin.
"Apaan sih Sofia? Bisa gak kamu memperlakukan aku lebih baik, aku tuh suami kamu." Ucap Alvin.
"Enggak, aku gak bisa memperlakukan laki-laki gak guna seperti kamu dengan layak." Ucap Sofia.
"Dulu kamu memperlakukan aku layaknya seorang raja, dan kini sikap mu berubah langsung 180°." Ucap Alvin.
"Harusnya kamu sadar diri, aku tuh cuman pengen buat wanita j*lang itu sakit hati karena tunangannya aku rebut. Dan dengan bodoh nya kamu mau aku goda." Ucap Sofia.
"Kamu...." tunjuk Alvin.
__ADS_1
"Kamu apa? Hah?" Tanya Sofia dengan wajah menghina.
"Lebih baik kamu sekarang diam di kamar dan jangan keluar dari kamar ini sebelum aku suruh, ngerti." Ucap Sofia sambil meninggalkan Alvin sendirian di dalam kamar.
Nampak Alvin mengepalkan tangan nya. "Awas saja kalian semua." Gumam Alvin.
Karena setidaknya Alvin sudah mengetahui siapa dalang di balik kecelakaan Clarissa.
Setelah memarahi suami nya Sofia kembali lagi ke ruang tamu untuk membahas perihal rencana mereka kepada Clarissa.
"Maaf yah, Nona Lesly telah membuat anda tidak nyaman." Ucap Sofia.
"Tidak apa, tapi siapa dia?" Tanya Lesly.
"Dia suami saya." Jawab Sofia.
"Ada dia juga mendengar obrolan kita yang tadi?" Tanya Lesly memastikan jika kejahatan nya tak bocor ke telinga orang lain.
"Tidak, lagi pula dia datang di saat kita sedang tidak membicarakan masalah itu." Ucap Rani menjawab.
"Baguslah, karena saya tak ingin masalah ini sampai bocor ke telinga orang lain." Ucap Lesly.
"Tentu, Nona Lesly tenang saja."
__ADS_1