
Clarissa mulai membuka matanya secara perlahan, dia melihat ke sekeliling ruangan. Ruangannya terasa tak asing.
"Kau sudah bangun?" Tanya Brian.
Clarissa yang mendengar suara Brian pun langsung bangkit dan melihat ke arah Brian, kini Clarissa sadar jika dia sedang berada di kamar Brian.
Brian hanya diam sambil menghirup rokok miliknya, sementara Clarissa gugup dengan situasi nya saat ini.
Di tangan Clarissa terdapat selang infus, "Kau pingsan, dan aku membawa mu ke sini." Ucap Brian memecahkan keheningan.
"Terimakasih..." Jawab Clarissa.
Kemudian Clarissa langsung mencabut selang infus nya sendiri, Brian yang melihat itu hanya diam tanpa ingin menghentikan aksi Clarissa.
"Karena saya sudah membaik, saya ucapkan Terimakasih. Pak Brian.." Ucap Clarissa sambil tersenyum.
Kemudian dia langsung beranjak, dan saat Clarissa membuka pintu tapi pintu kamar nya tak bisa di buka sama sekali.
"Emm.. Maaf? Pak Brian, apa anda bisa membantu saya membukakan pintu ini." Pinta Clarissa.
Brian hanya diam, dia tak merespon ucapan Clarissa.
"Brian, buka pintu nya. Aku harus pulang.." Ucap Clarissa kesal.
"Apa kau tak ingin tahu berapa lama kau tertidur?" Tanya Brian.
"Memang nya berapa lama?" Tanya Clarissa.
"2 Hari.." Jawab Brian.
"Dua hari? Bagaimana bisa? Aku hanya sakit kepala biasa.." Ucap Clarissa.
Dia tak bisa membayangkan bagaimana khawatir nya ketiga anaknya itu.
"Makanlah, baru setelah itu kau bisa pulang.." Ucap Brian.
__ADS_1
Clarissa pun hanya bisa menuruti ucapan Brian, tapi dia bingung karena hanya ada satu kursi di sana. Dan kursi itu di tempati oleh Brian.
"Kenapa diam?" Tanya Brian.
"Aku duduk dimana?" Tanya Clarissa.
"Di sini.." Jawab Brian sambil menepuk-nepuk paha nya.
Clarissa langsung memicingkan mata nya, "Tak mau.." Jawab Clarissa tegas.
Kemudian Brian langsung menarik tangan Clarissa dan segera mendudukkan tubuh mungil Clarissa di atas pahanya.
"Makanlah..." Bisik Brian tepat di telinga Clarissa.
Clarissa yang memang sedang kelaparan pun hanya bisa menuruti ucapan Brian, Clarissa pun segera makan tapi dia merasa tidak nyaman dengan benda keras yang dari tadi terus menggesek-gesek area sensitifnya.
Tak beberapa lama Clarissa pun selesai makan, "Aku sudah selesai.." Ucap Clarissa.
"Bagus.. Kalau begitu, segera lah mandi.." Ucap Brian.
"Mandi? Untuk apa? Lagi pula aku bisa mandi di rumah." Jawab Clarissa.
Dengan terpaksa Clarissa langsung berangkat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Brian yang melihat Clarissa pergi ke kamar mandi pun hanya tersenyum aneh.
Entah apa yang sedang di rencanakan oleh Brian.
Clarissa yang kini berada di kamar mandi pun segera melepas semua pakaian nya, dan rupanya sudah tersedia air hanya untuk Clarissa.
Tanpa banyak berpikir Clarissa langsung berendam, dia merasa sangat nyaman berendam di air hangat.
Tapi tanpa di sadari di belakangnya sudah ada Brian yang hanya menggunakan sehelai handuk.
"Ahhh...." Teriak Clarissa kaget.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Clarissa.
__ADS_1
"Kenapa? Ini kamar mandi ku.." Ucap Brian sambil melepaskan handuk nya.
Secara spontan Clarissa pun langsung menutup matanya, Brian yang melihat itu pun hanya terkekeh.
"Kenapa harus menutup mata, bukannya kau sering melihat milik ku. Bukannya hanya melihat, menjilatinya pun kau suka..." Ucap Brian.
Clarissa yang mendengar hal itu langsung malu, dia langsung membelakangi Brian. Brain pun segera ikut berendam, tubuhnya berada di belakang tubuh Clarissa.
Kini tubuh Clarissa dan Brian tak memiliki jarak sedikit pun, tangan nakal Brian meraba-raba pundak Clarissa.
"Hentikan..." Ucap Clarissa.
Brian pun memeluk Clarissa dan mencium wangi tubuh Clarissa yang masih sama seperti dulu.
"Kenapa kau menghilang?" Tanya Brian.
"Menghilang? Aku memiliki urusan bisnis di Amerika." Jawab Clarissa.
Tak ada tanggapan dari Brian, dengan perlahan dia langsung mencium bibir Clarissa dan meraba-raba dada milik Clarissa.
Clarissa yang awalnya menolak pun seketika mengikuti semua permainan Brian, entah kenapa tubuhnya menginginkan sentuhan dari pria itu.
Sudah puas berciuman, Brian pun langsung mengangkat tubuh Clarissa dan membawanya ke dalam kamar.
Clarissa hanya diam sambil memejamkan matanya, kemudian Brian langsung menidurkan tubuh Clarissa.
Kini tubuh t*lanjang terpanggang jelas di depan Brian, Brian hanya bisa meneguk air liurnya.
"Jangan salah kan aku jika kau akan kelelahan.." Ucap Brian.
Kemudian Brian langsung menerjang tubuh Clarissa, Clarissa hanya bisa menahan suara d*sahannya agar tidak keluar.
Brian terus melakukan aksinya, sudah beberapa ronde. Dan setiap ingin menyelesaikan nya ***** Brian selalu kembali muncul setiap melihat wajah Clarissa.
Dan alhasil Clarissa harus kelelahan melayani permainan Brian yang tak kunjung selesai.
__ADS_1
"Ku.. Mohon.. Hentikan.. Aku.. Cape..." Ucap Clarissa.
"Tapi aku masih menginginkan nya.." Jawab Brian yang kembali melanjutkan permainannya.