
Clarissa menatap rindu ketiga anak nya itu.
"Sayang.. Mommy pulang.." Ucap Clarissa.
Kemudian Jerry dan Jeremy langsung berlari menuju pelukan Mommy nya, sementara Jesselyn hanya terdiam.
"Jesselyn, kamu tidak rindu sama Mommy sayang?" Tanya Clarissa sambil merentangkan tangannya.
Kemudian Jesselyn pun berlari, Clarissa yang melihat Jesselyn berlari sambil merentangkan tangannya pun langsung tersenyum. Dengan senang Clarissa merentangkan kedua tangannya menunggu putri nya memeluk dirinya.
"Daddy..." teriak Jesselyn sambil memeluk Brian
Clarissa pun langsung terdiam sambil menatap tak percaya ke arah putri semata wayangnya itu, bagaimana bisa dia sampai melupakan Mommy kesayangannya dan malah memeluk pria yang baru dia temui.
Brian yang melihat gadis kecil itu memeluk nya hanya tersenyum sambil mengangkat tubuh mungil Jesselyn.
"Jesselyn, bagaimana bisa kau memanggil orang asing sebagai Daddy.." Ucap Clarissa memarahi.
"Tapi memang, Om ini adalah Daddy Jesselyn. Benarkan Daddy?" Tanya Jesselyn.
"Iya benar, kalian memang anak pintar." Jawab Brian.
Kemudian Brian melihat ke arah kedua putranya, wajah mereka sangatlah mirip dengannya di masa kecil.
"Jadi ini kedua putra ku?" Tanya Brian sambil menyetarakan tingginya dengan kedua putranya.
Jerry masih memasang wajah penuh curiga dan cuek, sementara Jeremy hanya memasang wajah datar.
"Mungkin.." Jawab Jeremy.
"Kalau begitu, ayo kita masuk. Di sini terlalu panas untuk mengobrol." Ajak Brian kepada ketiga anaknya.
__ADS_1
Clarissa hanya menatap dengan bibir yang membentuk huruf O, ketiga anaknya malah meladeni pria itu dan tidak menghiraukan dirinya.
Di dalam rumah...
Clarissa berjalan dengan mata yang menatap tajam ke arah Brian, nampak ketiga anaknya sangat dekat dengan Brian. Bahkan Jerry yang biasa nya agresif terhadap orang asing pun bisa dekat dengan Brian.
Apa ini yang di namakan hubungan ayah dan anak?
"Daddy? Apa Daddy sangat kaya sampai bisa mempunyai helikopter?" Tanya Jesselyn dengan mata yang berbinar-binar.
"Tentu, Daddy sangat lah kaya." Jawab Brian.
"Jika di bandingkan dengan Mommy, lebih kaya siapa?" Tanya Jerry.
"Kekayaan Mommy mu tak ada apa-apa nya dengan kekayaan Daddy.." Jawab Brian sombong.
"Woww.... Hore, Jesselyn punya Daddy yang kaya raya..." Ucap Jesselyn senang.
"Baiklah, nanti Daddy ajarin." Jawab Brian.
"Ajarin apa?" Tanya Clarissa saat mendengar jawaban Brian.
"Bukan apa-apa ini adalah urusan pria." Jawab Brian.
"Jadi kenapa Mommy baru pulang?" Tanya Jeremy.
Clarissa menatap senang putra pertamanya itu setidaknya salah satu anaknya masih ada yang mengingat nya. "Mommy ada meeting di luar kota, dan handphone Mommy hilang. Jadi Mommy tak bisa hubungi kalian. Maaf yah.." Ucap Clarissa.
Jeremy pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, "Daddy... Jesselyn pengen hadiah buat ulang tahun Jesselyn." Ucap Jesselyn.
"Memangnya kapan ulang tahun kalian?" Tanya Brian.
__ADS_1
"Ulang tahun kami 3 hari lagi.." Jawab Jesselyn.
"Baiklah, hadiah apa yang putri kecil ku inginkan?" Tanya Brian.
"Apa yah? Nanti Jesselyn pikir-pikir lagi.." Jawab Jesselyn.
Clarissa yang kesal karena di cuekin pun langsung berjalan ke kamar tidur miliknya, dia sudah lama ingin merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya itu.
Brian yang melihat Clarissa pergi pun langsung menyuruh ketiga anak nya untuk pergi bermain karena dirinya masih ada urusan yang harus di bicarakan dengan Clarissa.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Clarissa yang melihat Brian tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya.
"Kenapa? Apa tidak boleh?" Tanya Brian.
"Sebaiknya kau cepat pulang.." Usir Clarissa.
"Kau mengusir ku?" Tanya Brian.
"Iya.. Lagi pula tidak baik seorang pria menginap di rumah wanita." Jawab Clarissa.
Brian yang mendengar hal itu langsung tertawa, ucapan Clarissa seperti sebuah lelucon untuk nya.
"Iya sangat-sangat tidak baik, bahkan sampai muncul ketiga bocah kecil. Bukan begitu?" Tanya Brian.
Clarissa yang mendengar hal itu langsung menatap Brian kesal, tapi Brian nampak menyeringai dan memangku tubuh Clarissa ke atas ranjang.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Clarissa.
"Kita akan mengulang hari itu.." Ucap Brian.
Clarissa nampak memejamkan mata, dia tahu apa yang di maksud oleh Brian. Yaitu mengulang hari dimana mereka pertama bercinta.
__ADS_1