Good Husband?

Good Husband?
Dua Puluh (Cemburunya Seorang Istri)


__ADS_3

"Sheila.. Kak Bima.."


Dewa langsung memeluk Sheila dan juga Bima secara bergantian saat keduanya telah sampai di kediaman utama.


"Maaf aku tidak sempat menjengukmu di rumah sakit." Sesal Dewa.


Sheila menggeleng keberatan. "Aku baik-baik saja, Kak. Cuma demam biasa."


"Sebagai permintaan maafku, bolehkah?" tanya Dewa menawarkan Sheila untuk berdansa.


Belum sampai Sheila membalas, Bima langsung mewakilkan istrinya menolak ajakan Dewa. "Dia baru saja sembuh."


Sheila menatap Bima tak percaya. Dia tak tahu demam bisa menjadi penyakit yang mengerikan di keluarga Rahadi.


"Sorry gentleman, ini adalah pestaku jadi biarkan aku bersenang-senang." Sheila berjalan membelah keduanya.


"Oma mau berdansa?"


Diana yang memang datang menghampiri kerumunan kecil itu akhirnya tersenyum dan memilih menerima ajakan Sheila.


"Tentu saja, dengan senang hati. Bagaimana bisa oma menolak ajakan dansa dari wanita cantik."


Sedangkan kedua pria yang ditolak dan yang dihiraukan Sheila hanya bisa memandang satu sama lain.


"Kak, kamu menikahi wanita yang unik."

__ADS_1


Bima hanya tersenyum bangga ke arah Dewa. "Aku tahu. Wanita itu benar-benar langka. Aku berpikir sangat beruntung bisa menikahinya."


Dewa menatap Bima jijik. Dia tak pernah berpikir bahwa kakaknya yang tenang bisa berubah menjadi bucin pada wanita. Hal itu benar-benar sangat mengerikan untuk matanya.


#


Kini Bima, Sheila, Dewa dan Listy tengah duduk bersama dalam satu meja. Menikmati makanan yang pelayan hidangkan.


"Permisi." Bima menghentikan pelayan yang membawa minuman, kemudian pelayan itu memberikan segelas anggur untuknya.


"Aku juga mau." Celetuk Sheila.


"Tidak perlu. Kamu sudah bisa pergi sekarang."


Walaupun sedikit bingung, pelayan itu memilih pergi sesuai perintah.


"Kamu baru saja sembuh, jangan minum dulu. Lagipula kamu tidak kuat minum."


Sheila langsung terdiam dan menurut. Sheila jadi teringat terakhir kali dia mabuk. Sepertinya menghindari alkohol memang pilihan yang baik jika tak ingin berakhir seperti sebelumnya.


Sebagai gantinya, Bima menghentikan pelayan lain yang membawa beberapa gelas jus.


"Sebaiknya kamu minum yang ini." Bima memberikan segelas jus pada Sheila.


Tiba-tiba kemudian Listy juga menukar gelas Bima dengan miliknya. "Kamu lebih suka wine daripada anggur." Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih." Balas Bima dengan senyuman juga sebelum meminum gelas wine yang sebelumnya milik Listy.


Sheila yang melihat hal itu langsung tak memiliki nafsu makan lagi. Entah kenapa, dia merasa kalah dari Listy soal hal mengerti apa yang disukai suaminya.


Tentu saja Listy lebih mengerti Bima, mengingat keduanya telah saling mengenal satu sama lain selama puluhan tahun. Tapi bagaimana juga Sheila masih merasa sakit.


Tidak hanya minuman, bahkan Listy juga melakukan hal yang sama dengan makanan. Setelah Bima memotongkan steak untuk Sheila, Listy mengambil kentang yang berada di piring Bima yang sebelumnya milik Sheila. Dia juga mengatakan bahwa Bima tidak suka kentang dan memindahkan semua kentang Bima ke atas piringnya.


Bima bahkan tak sempat untuk menolak apa yang Listy lakukan. Lagipula wanita itu sudah mengambil semua kentangnya. Dia hanya tidak akan membesarkan masalah ini. Bima juga tak ingin mempermalukan Listy hanya karena kentang goreng.


Sheila hanya bisa tersenyum masam. "Aku tak tahu Mas Bima tidak suka kentang? Bukannya terakhir kali Mas Bima memakan kentang di sup tofu yang aku buat?"


Bima tersenyum kecil ke arah Sheila. Tentu saja dia sadar bahwa istrinya tengah cemburu.


"Aku bukan orang yang pilih-pilih soal makanan. Jika ada aku hanya akan memakannya, tapi jika bisa request, aku lebih memilih untuk menghindari memakannya."


"Jadi Mas Bima tidak masalah, kan makan kentang?" Bima mengangguk kecil sambil menyuap steaknya.


Mendengar hal itu Sheila langsung mengambil kentang di piringnya dan kemudian menyuapkan ke arah Bima.


Dengan senang hati Bima memakan sepotong kentang itu dengan bahagia. Kapan lagi dia melihat Sheila cemburu seperti sekarang?


Bima merasa sekarang Sheila berkali lipat lebih menggemaskan dari biasanya.


Listy tersenyum getir melihat bagaimana Sheila bukannya naik pitam, tapi malah menggunakan keadaan sebagai bomerang untuk menyerang balik Listy. Sepertinya Listy sudah salah menilai Sheila.

__ADS_1


#


__ADS_2