Good Husband?

Good Husband?
Tiga Puluh Tiga (Thalia dan Artha)


__ADS_3

Sheila dan Nek Isha kini tengah merapikan barang-barang mereka pada ruangan yang di tunjukkan majikan Sheila untuk mereka tempati.


Melihat kedua orang dewasa itu sibuk, Arjuna yang dilarang membantu oleh Sheila memilih pergi ke taman untuk melihat bunga.


Dari awal mereka sampai, Arjuna sudah terpesona melihat taman di rumah ini. Rumput hijau yang dihiasi bunga putih dan ungu, serta adanya air mancur dan kolam ikan di tengah taman, membuat Arjuna tersenyum senang saat melihatnya.


"Mama lihat! Ada orang di taman kita!"


Tiba-tiba saja Arjuna mendengar suara gadis kecil yang berteriak entah dari mana. Mendengar suara itu membuat Arjuna merasa takut. Apa mungkin taman ini tidak boleh dimasuki?


Seorang wanita yang beberapa tahun lebih tua dari Sheila datang bersama seorang gadis kecil yang berteriak tadi.


Wanita cantik itu merasa takjub dengan ketampanan Arjuna. Dia sudah menduga bahwa Arjuna sangat tampan saat melihatnya dari kejauhan, tapi saat melihatnya secara langsung bahkan jauh lebih menyenangkan mata.


"Kamu siapa? Bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya perempuan anggun itu ramah.


"Maaf, Nyonya Intan..." Sheila datang menghampiri Arjuna dari kejauhan, "ini anak saya."


Intan menatap tak percaya. Bukannya merendahkan atau bagaimana, tapi keduanya terlihat tak begitu mirip. Sepertinya Arjuna lebih banyak mendapat gen dari ayahnya.


"Oh ya.. jadi ini yang namanya Arjuna? Kamu pasti bangga memiliki anak setampan ini. Kamu juga memilih nama yang tepat."


"Terimakasih, Nyonya. Ayo Arjuna, kita kembali ke dalam."


"Tidak apa-apa, biarkan dia bermain disini. Pasti kamu masih repot menata. Biarkan dia bermain dengan Thalia. Ayo Thalia, ajak Arjuna main."


Thalia menatap mamanya ragu. Gadis ini sedikit pemalu pada orang yang baru dia temui. Jadi dia enggan untuk mengajak Arjuna terlebih dahulu. Walaupun sebenarnya ada rasa penasaran pada Arjuna.

__ADS_1


"Ayo Arjuna sini main sama Thalia." Ajak Intan menggandeng Arjuna untuk mendekat.


Sheila memasang wajah ragu, tapi Intan terus memastikan pada Sheila bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Melihat Arjuna setuju untuk bermain dengan Thalia, Sheila akhirnya memutuskan untuk kembali pada pekerjaannya dan membiarkan Arjuna bermain dengan anak majikannya.


Thalia mengajak Arjuna untuk bermain di taman. Gadis itu hanya menebak jika mungkin Arjuna menyukai taman di rumahnya.


Tak lupa Thalia juga mengajari Arjuna bagaimana cara memberi makan ikan-ikan di kolam.


Mata Arjuna berbinar senang saat melihat beberapa ekor kupu-kupu terbang di sekumpulan bunga.


"Kamu ingin menangkapnya? Aku punya jaring jika kamu mau?" Tanya Thalia mengusulkan.


Arjuna menggeleng pelan sambil tersenyum. "Tidak. Biarkan mereka bebas. Mereka tidak akan cantik lagi jika kita menangkapnya."


"Benar juga. Kamu bisa datang ke pesta ulang tahunku nanti. Tunggu.. tentu saja kamu akan datang, kita kan tinggal bersama." Celoteh Thalia pada dirinya sendiri.


"Pesta ulang tahun? Bukannya baru-baru ini di rumahmu sudah ada pesta?"


"Oh.. itu ulang tahunnya Kak Artha."


"Kamu punya kakak?"


"Iya, dia sedang bersekolah sekarang. Kita juga tahun depan sudah bisa sekolah, kan?"


Arjuna mengangguk senang. "Apa kamu juga tidak sabar untuk masuk sekolah?"

__ADS_1


Thalia mengangguk yakin. "Aku juga ingin bersekolah bersama Kak Artha. Benar.. kamu harus bertemu Kak Artha. Jangan kemana-mana, kita disini saja sampai Kak Artha pulang."


"Apa tidak apa-apa?" Tanya Arjuna ragu.


"Tentu saja tidak apa-apa. Aku sering menunggu Kak Artha disini."


"..."


"Lihat! Itu Kak Artha sudah pulang. Ayo kita kesana." Thalia menarik tangan Arjuna untuk menghampiri mobil yang menjemput kakaknya pulang.


Mereka berdua sampai tepat setelah Artha membuka pintu mobil. Bocah laki-laki itu menatap aneh seseorang yang tengah dibawa sang adik. Dia mengira mungkin Thalia memungutnya entah darimana, mengingat adiknya suka memungut hal-hal lucu yang dia suka.


"Kakak lihat, siapa yang Lia bawa."


"Dia siapa?"


"Dia Arjuna, dia anak yang akan tinggal bersama kita."


"Dia laki-laki?" Tanya Artha tak percaya, karena Arjuna terlihat manis seperti anak perempuan.


"Aku laki-laki." Jelas Arjuna yang mendapat tatapan aneh dari Artha.


"Anaknya Mbak Sheila?"


Thalia mengangguk lucu. Artha juga mengangguk mengerti. "Lalu kenapa kalian berdua disini. Kenapa tidak di dalam? Sudah hampir malam, ayo masuk."


Thalia menuruti apa kata kakaknya, begitupun Arjuna yang mengekor di belakang keduanya.

__ADS_1


#


__ADS_2