Good Husband?

Good Husband?
Tiga Puluh Dua (Pindah)


__ADS_3

Karena tak tega melihat Jasmine yang terus bersedih, Bima akhirnya memutuskan untuk pergi menemui orang tua Arjuna.


Jika keluarga Arjuna berkenan, Bima ingin menanyakan dimana nantinya mereka akan pindah. Dengan begitu Bima bisa mengantarkan Jasmine sewaktu-waktu untuk bermain.


Mendengar ide Bima, Jasmine yang sebelumnya murung sedikit memperlihatkan senyumnya.


Listy yang sudah kembali dari pekerjaannya juga antusias dengan ide itu. Dia memutuskan untuk pergi bersama menemui keluarga Arjuna.


Bahkan Listy terlihat yang paling bersemangat untuk bertemu dengan anak yang selalu diceritakan Jasmine saat bertelepon.


#


Sheila sudah mengemas semua barang yang sebenarnya tidak terlalu banyak. Beruntung ada tetangganya yang berbaik hati untuk mengganti toko kecil mereka. Jadi Sheila tak harus memikirkan perihal toko.


Dia menyewa sebuah mobil pengangkut dan juga memanggil sebuah taksi untuk mereka bertiga.


"Sudah tidak ada yang ketinggalan, kan?" Tanya Sheila ke Arjuna dan juga Nek Isha memastikan.


"Sepertinya tidak ada." Jawab Nek Isha.


Sheila melihat putranya yang sedari tadi tampak sedih. Sheila sedikit berjongkok di depan Arjuna untuk menyetarakan tinggi mereka.


"Juna sayang.. kamu nggak perlu khawatir. Nanti kan disana kamu bisa bertemu dengan Ibu setiap hari."


Arjuna mengangguk kecil lalu digandeng Sheila untuk berpamitan dengan tetangga lain sebelum masuk kedalam taksi.

__ADS_1


Taksi mulai melaju perlahan di gang sempit rumah mereka. Sampai akhirnya Arjuna teringat ada yang tertinggal.


"Ibu, Molly!"


"Maaf sayang.. sepertinya kita tidak bisa membawa Molly kesana." Jelas Sheila.


Arjuna langsung berbalik menatap ke belakang melihat dari kaca taksi. Awalnya dia teringat soal Molly, tapi setelah melihat siapa yang berdiri di depan rumah mereka, Arjuna jadi melupakan perihal Molly.


"Ibu lihat! Jasmine ada disini.. apa kita bisa berhenti sebentar?" Tanya Arjuna sedikit memohon kepada ibunya.


Sheila yang penasaran dengan gadis kecil yang selalu diceritakan anaknya ikut berbalik melihat dari kaca taxi.


Bukannya melihat ke arah Jasmine, Sheila sempat membeku melihat siapa orang dewasa yang berdiri disebelah gadis kecil itu.


Refleks Sheila langsung merundukan sedikit tubuhnya untuk menyembunyikan diri. Padahal tanpa dia merunduk orang dari luar tampaknya tak akan bisa melihatnya.


"Jalan terus, Pak." Ucap Nek Isha yang langsung memahami situasi Sheila.


"Ibu.. Ibu kenapa?" Tanya Arjuna berulang kali tapi Sheila hanya diam.


Sheila hanya bisa memeluk anaknya erat. Badannya sedikit gemetar ketakutan akan masa lalu. Sheila benar-benar bersyukur telah memilih untuk pindah diwaktu yang tepat. Jika tidak, mungkin dia akan bertemu dengan Bima dan Listy.


#


Jasmine tertunduk sedih saat tetangga mengatakan bahwa keluarga Arjuna baru saja pergi beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Sayang.. tidak apa-apa. Nanti pasti kita bisa ketemu dengan Arjuna lagi ya." Bujuk Listy agar anaknya tak kecewa.


Bersyukur Jasmine langsung mengangguk mengerti. Kemudian senyum kecil tampak terlihat darinya.


Meong...


"Molly!" Ucap Jasmine girang melihat kucing Arjuna masih ada disini. Kucing itu perlahan menghampiri Jasmine dan mengusapkan kepalanya di kaki Jasmine.


Sebenarnya Jasmine tak terlalu suka dengan kucing karena mereka sangat manja, tapi kali ini berbeda. Kucing yang ini milik Arjuna jadi ada sedikit dorongan untuk Jasmine menyukainya.


Jasmine mengangkat kucing itu dalam gendongannya. "Ma, apa mungkin nanti Juna akan kembali mengambil kucingnya?"


Listy cukup terkejut melihat putrinya tiba-tiba saja menjadi akrab dengan kucing. "Mama tidak tahu, sayang."


"Sepertinya tidak, Neng. Kucingnya sengaja ditinggal karena disana mereka tidak bisa memelihara kucing." Ucap ibu-ibu penjaga toko menjawab pertanyaan Jasmine.


"Mama, apa boleh Jasmine pelihara kucingnya?"


Ada rasa keberatan untuk Listy mengizinkan Jasmine memelihara mahkluk berbulu itu.


Bagaimana tidak? Selama yang dia tahu putrinya sama sekali tak menyukai kucing. Listy takut jika Jasmine tidak bisa menjaga makhluk kecil itu dengan baik.


"Ya, Ma? Ya..?" Mohon Jasmine lagi.


"Aku akan membantu Jasmine memeliharanya." Ucap Bima ikut andil membujuk Listy.

__ADS_1


Listy hanya bisa membuang nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk, mengizinkan keduanya untuk membawa pulang kucing itu.


#


__ADS_2