
Allohu Akbar ...Allohu Akbar....., terdengar suara adzan yang menghentikan obrolan Neng Nabila dan Mbak Nafis. Keduanya bersiap siap untuk melaksanakan sholat. Menghadap kepada Alloh Sang Akbar.
Allohu Akbar.
Marilah sebentar kita dongakkan wajah kelangit yang luas.serasa sederhana dan tanpa cacat. Bagai matahari yang mengawasi bumi.
Dalam garis edar yang sudah ditentukan atau kita bayangkan arungi samudera yang tak bertepi, di lautan jabarud ke-akbaranNYA.
Banyak manusia yang tenggelam dalam nada nada cintaNYA. Mereka bersujud untuk bertauhid dan bertakbir. Menggila dilanda ekstase hati tiada henti.
Keagungan apakah ini yang menggerakkan itu semua???
Dunia ini memang panggung sandiwara dari ke-akbaranNYA. Setiap lakon dari para pemain. Itu harus sesuai naskah dan code etik yang ada.
Ciptakan melodrama beribu kisah. Tidak boleh ngaco atau kita akan di deportasi dan di gantikan dengan pemain baru yang lebih baik. Bersama pergantian zaman dan peredaran masa.
Di setiap memasuki adzan untuk menunaikan sholat.setiap manusia belajar melebur keegoannya menjadi satu kepada dzat yang maha ego yang kita tahu kalau DIA tidaklah
egoistik.
Allohu akbar.
Kami tahu ya robb. Sembah sujud kami dalam setiap ruas ruas sholat selalu dengan lafadz Allohu akbar.
Seakan akan ENGKAU mengajari kami untuk masuk dalam ke-akbaranMU.sehingga hidup kami di liputi ketakjuban demi ketakjuban akan luasnya kesempurnaan MU tanpa batas.
Hati kami bergetar kembali rasakan besarnya keperkasaan MU. Kami sambut panggilan MU ya Akbar. Kami ingin ENGKAU sucikan kami dengan ke maha sucian MU.
Kami hanya manusia yang fitrah kami pada haqikatnya tidak ada. Hanya ENGKAU
ya alloh, Sang Maha Akbar yang ada.
Allohu akbar.
Kami takjub pada MU ya akbar. Engkaulah sang "AKBAR" .Engkaulah yang akbar kasih sayang,yang akbar akan kelemah lembutan, yang akbar dengan ampunan, yang akbar dengan keindahan bahkan yang akbar dengan cinta.
Kami bersimpuh,bersujud kepada MU.belajar mentauhid kan kembali keimanan kami kepada MU. Terkadang hari hari kami di penuhi peng-akbaran kepada selain MU.
Dimana "diri kami jadi akbar, pekerjaan kami jadi Akbar, idola kami jadi Akbar, harta kami jadi Akbar, jabatan kami jadi Akbar bahkan kekasih hati kami pun juga ikut ikutan jadi Akbar".
******
Terlihatlah Gus Jalal memacu sepeda motornya. Menaiki sang alap alap samber angin, nama motor kesayangannya. Telusuri hamparan jalan raya yang kadang menikung kadang pula lubang lubang jalan. Menghias senyum bersama teriknya matahari yang mulai condong ke arah barat, meski panasnya masih terasa menyengat jasad.
__ADS_1
Jalal \= "Kita ambil jalan memutar iya ndoro."
Nadia \= "Terserah gus."
Gus Jalalpun mengambil jalan memutar. Tak seberapa lama. Kira kira 45 menitan. Dia sudah sampai di pertigaan jalan. Menepi dan berhenti di warung es degan.
Jalal \= "Kita minum dulu ndoro!"
Nadia \= "Injih gus."
Jalal \= "Minum es degan apa es oyen ndoro?"
Nadia \= "Es oyen saja."
"Es oyen satu sama es degan satu pak" ucap Gus Jalal kepada pemilik warung.
Nadia \= "Memangnya kenapa berhenti di sini gus?"
Jalal \= "Mau ziaroh dulu sebentar ndoro."
Nadia \= "Ziaroh? makam siapa yang mau jenengan ziarohi?"
Jalal \= (tersenyum).
Den Mas Bagus, terdengar suara seseorang memanggilnya. Ketika menoleh, terlihatlah
"Gimana kabar kamu den Mas Bagus" ucap kakek tua itu.
"Alhamdulillah pangestunipun kek. Sae sedoyone." balas Gus Jalal yang sembari menyalami kakek tua itu tadi.
Jalal \= "Ndoro...ini juru kunci makam umum di desa ini."
Kakek itu tersenyum sambil menganggukan kepala. Neng Nadia pun membalas dengan seutas senyum di bibirnya.
Juru Kunci \= "Kebetulan den Mas Bagus. Tadi makbaroh mbaknya sudah aku bersihkan. Rumput rumput di atas makbarohnya juga sudah kakek cabuti semuanya."
Jalal \= "Lho kok. Alloh Karim."
Juru Kunci \= "lho, kenapa memangnya den mas?"
Jalal \= "Kasian rumputnya kek."
Juru Kunci \= "Ha ha ha....kamu itu ada ada saja den mas."
__ADS_1
Jalal \= "Iya kalau boleh minta tolong. Rumput yang tumbuh di atas makbarohnya mbak Nila jangan di cabut. Biarkan saja.nanti kalau panjang, cukup di potong saja kek. Jangan di cabut."
Juru Kunci \= "Oowwwh injih den mas. Kakek juga nggak tahu eg."
Ya sudah kek. Bagus mau ziaroh dulu, titip ndoro putri njih kek" ucap Gus Jalal. Sembari menyalami kakek tua itu. Tangannya menyalami dengan menyelipkan rokok gudang garam kretek merah beserta uang 50 ribuan di lipat kecil.
"assalammu'alaikum"
Juru Kunci \= "wa'alaikum salam."
Nadia \= "Emang itu makbaroh siapa kek?"
Juru Kunci \= "Ooowwwwhhhh...itu makbarohnya mbak Nila neng. Mbak Nila itu putrinya pak amin. Rumahnya ada di ujung sana(sambil menujuk ke sebuah arah)."
Nadia \= (hanya tersenyum).
Juru Kunci \= "Den mas bagus itu orang baik. Jangan di sakiti ya neng. Kasian dia."
Nadia \= "Baik? maksud kakek?"
Lalu, kakek itu menceritakan perjalanan cinta Nila Nihayah bersama gus jalal. Liku liku romantisme cintanya. Yang dulu sempat kondang kalau akan segera di lamar oleh gus Jalal. Sampai ahirnya, kematian Nila yang meninggalkan jejak kesedihan teramat dalam di hati gus Jalal. Mata neng Nadia mulai berkaca kaca, serasa kesedihan menyergapnya tiba tiba.
Juru Kunci \= "Begitu ceritanya neng...tolong, Den mas Bagusnya di jaga ya. Jangan disakiti njih?"
Nadia \= "Injih kek."
Juru Kunci \= "Ya sudah, kakek pamit pulang dulu. Titip salam buat den mas Bagusnya. Assalammu'alaikum."
Nadia \= "Injih kek...Wa'Alaikum salam Warohmatulloh."
**bersambung.
temen temen bantuin like ya di cerpen aku yang ikut kompetisi bikin cerpen di MT/NT..
ASAL-USUL TELAGA NGEBEL**.
**terima kasih temen temen..
ikuti pula karyaku.
▶My Lovely Baby.
__ADS_1
▶Cinta Dalam Doa.
▶Kidung Cinta di Kotaraja (di akun satunya juga di MT/NT**).