Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 95. Ikhlas.


__ADS_3


"Assalammu'Alaikum." Suara gus Zamrozi Baqir yang datang sambil membawa kopi,


yang di ikuti oleh Kang Zidan yang membawa nasi serta membawa sambel terong


dalam sebuah wadah.


Lalu, gus Zamrozi Baqirpun setelah meletakkan kopi. Langsung menyalami ndoro Habib dan Romo Yai Hasyim Ali. tetapi tidak dengan kang zidan. Beliau setelah meletakkan nampan langsung menyalami dan mencium tangan Romo Kyai Idris. lalu duduk di dekat Romo Yai Idris, dengan duduk seperti tahiyat awal sambil menundukkan wajahnya.


Ndoro Habib \= "Aku heran sama santri mu yang satu ini Yai Idris" (menunjuk ke arah


Kang Zidan ).


Yai Idris \= "Memangnya kenapa bib?"


Ndoro Habib \= "Kok serasa enggan berjabat tangan dengan ku yi. Padahal aku kesini


sudah beberapa kali."


Zidan \= ( tersenyum sambil menoleh ke arah Romo Yai Idris Ghozali )


Yai Idris \= ( tersenyum sambil menganggukan kepalanya)


Lalu, Kang Zidanpun bangkit dan sungkem sambil mencium tangan ndoro habib.


Zidan \= "Maafkan saya ndoro habib."


Ndoro Habib \= "Jadi, untuk bersalaman dengan ku saja, kamu harus meminta izin

__ADS_1


gurumu tho kang kang."


Kang Zidan pun bangkit. Sambil tersenyum. Lalu dia pun bangkit dan sungkem serta


mencium tangan Romo Kyai Hasyim. Kyai Hasyim, mengelus elus kepala Kang Zidan


yang terbungkus kopyah. Lalu, Yai Hasyim menoleh ke arah yai idris. Lalu, Yai Hasyimpun berucap;


Yai Hasyim \= "Santri yang ini saja yang aku minta kyai."


Yai Idris \= "Apa kira kira Kang Zidannya mau tho Yai Hasyim?"


Yai Hasyimpun masih mengelus elus kepala Kang Zidan. Dengan perlahan, Yai Hasyimpun berucap;


Yai Hasyim \= "Apakah kamu mau meneruskan perjuangan abah mu ini Gus Nan Ali?"


Gus Rozi \= "Apa ? Gus Nan Ali?"


Jalal \= "Ngapunten sakderenge pak dhe.akal ku masih belum bisa menerima ini semua. bertahun tahun abah dulu mondok, kok sampai tidak ketahuan bahwa dia itu seorang gus? ini seperti sebuah sinetron saja?"


Yai Haidar Ali \= "Ha ha ha. Bagus Cilik Bagus Cilik. Zaman dulu sama sekarang itu jauh


sangat berbeda. Kalau dulu, belum ada hp, belum ada sosial media. Jadi tidak semua


orang bisa tahu. Beda dengan zaman sekarang. Dengan adanya sosial media, orang bisa share kemana mana. Ini lho gus ku, gus mu mana? Bahkan hal yang tak dia miliki, dengan sosial media. Dia bisa mengakuinya menjadi miliknya."


Jalal \= "Memang sudah zamannya.peradaban manusia selalu berubah pak dhe. Tetapi, setelah kejadian itu. Apa akan merubah sikap abah selama ini?"


Yai Haidar Ali \= "Abah mu tetap seperti yang dulu Bagus Cilik. Tidak gembagus atau

__ADS_1


gumede. Karena, pada dirinya dia itu merasa bukan menyamar."


Jalal \= ( menundukkan wajah ).


Yai Haidar Ali \= "Abah mu merasa dirinya bukan orang yang mulya. Sehingga tidak


menuntut orang lain untuk memulyakannya. Dia tidak berpura pura dengan menyamar seperti santri biasa. Biar di kira tawadu' atau membuat orang lain kecelik. Gus itu sebuah tanggung jawab atau Kyai Cilik yang harus jadi panutan. bukan sekedar gelar kehormatan yang siapapun wajib menghormatinya."


Jalal \= ( tersenyum). "Tadi katanya pak dhe abah juga cinta sama neng Humaidah. tetapi, Jika di lihat dari cerita pak dhe. Kelihatannya abah itu cuek dengan Neng Humaidah."


"Bagus cilik"suara Yai Haidar Ali lebih berat dari sebelumnya.


Setelah menghela nafas panjang. Romo Yai Haidar Ali mulai bercerita.


Abah mu dulu pernah bilang sama pak dhe begini


Zidnan Ali \= "Aku harus hidup dengan kepura puraan mas. Pura Pura tidak cinta sama neng Humaidah, pura pura tidak sayang sama neng Humaidah. Ini demi kebaikan bersama. Aku belajar menepis rasa ku dan mengekang ke-egoisan cinta ku. Aku hanya ingin melihat keluarga besar Romo Kyai Idris Ghozali bisa rukun dan tersenyum kembali dalam kebersamaan."


**Bersambung.


temen temen komen dong....


misalnya ini sebagai sampul KANG JAMBUL SANG PEMBURU TUYUL.. gimana cocok nggak ... kasih masukannya di kolom komentar...



~ Kidung Cinta di Shinggelopuro ~


Walau terpisah Cinta bersemi sampai mati.

__ADS_1


Mampir yuk.. Karya terbaruku**.


__ADS_2