Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 108 Cara melamar yang tak terlupakan bag 2.


__ADS_3


Sedangkan di dalam rumah. Nampak bu Nyai lagi ngobrol dengan Neng Nadia dan Ayu


Ningrum.


Ningrum \= "Buk, nyuwun dalem sewu.mau tanya, nanti masak apa untuk berbukanya


Gus Ja'Far."


Bu Nyai \= "Nggak usah masak Mbak Ningrum. Nanti beli sayur saja."


Nadia \= "Kok nggak masak tho mi?. Padahal Nadia ingin belajar masak sama Ummi."


Bu Nyai \= "Nanti kita beli sate sama gule saja Nadia. Nadia, besok saja yach belajar masaknya?"


Nadia \= "Siaap mi...terus, belinya di mana mi?"


Bu Nyai \= "Gus mu itu yang tahu tempatnya. Biasanya gus mu yang beli."


Nadia \= Terus, Gus Jalal sekarang lagi ada di mana mi?"


Bu Nyai \= T"adi bilang sama ummi, mau ke kamarnya Kang Ni'Am. Kamar yang ada di


sebelah rumah ini lho Nadia."


Nadia \= "Iya sudah mi. Nadia mau tanya sama guse dulu."


Bu Nyai \= (tersenyum)


"Ayo mbak Ningrum, temani Nadia ke kamarnya Kang Ni'Am" ucap neng nadia sambil menggeret tangan Ayu Ningrum.

__ADS_1


Lalu, berjalanlah mereka berdua menuju kamar Kang Ni'Am. Dan ketika mereka telah sampai di depan pintu kamar Kang Ni'Am yang terbuka sedikit.


Terdengarlah dari dalam kamar suara Gus Jalal, "Ayyyy....maukah kamu meteng dengan ku dengan cara yang halal ?"


😁😁😁😁😁😁


“Ha ha ha”,tawa Kang Ni'Am terdengar keras.


Tiba-tiba ''Assalammu'Alaikum'' sebuah suara mengagetkan Gus Jalal dan Kang Khoirun ni'am.


"Nadia?" batin Gus Jalal.


"'Alaikumus Salam Warohmatulloh" jawab gus Jalal.


Gus Jalalpun membuka pintu itu. Betapa terkejutnya dia, ketika melihat Ayu Ningrum yang mulai menyembunyikan badannya di balik tubuh Neng Nadia.


"Ada pa ya ndoro putri?" tanya Gus Jalal. Sorot mata neng nadia menunjukkan kemarahan yang teramat sangat.


"Itu...itu..itu lumayan jauh dari sini ndoro." ucap Gus Jalal dengan gugupnya.


"Memangnya kenapa ndoro?"


"Iya mau beli sate lah'' ucap Neng Nadia dengan ketusnya.


Gus Jalal hanya bisa menarik nafas panjang. (Ini mungkin ndoro putri mendengar ungkapan ku tadi. Atau, jangan-jangan Ayu Ningrum juga


mendengarnya?)


"Arrrgggghhhhh....hayo,mana alamatnya?" tanya Neng Nadia.


"Iya ndoro." Lalu Gus Jalal pun memberi tahu secara detail alamatnya kepada Neng Nadia. Setelah itu Neng Nadiapun berpamitan ''assalammu'alaikum."

__ADS_1


"'alaikumussalam warohmatulloh'' jawab Gus Jalal. Baru beberapa langkah. Neng Nadia balik badan menghampiri Gus Jalal. Dengan suara lirih neng nadia berucap''urusan kita belum selesai gus."


"Injih ndoro."


Lalu Neng Nadia meninggalkan Gus Jalal dalam ketertundukannya.


("Alloh Karim. Ini akan jadi masalah, Ayu Ningrum dan ndoro putri mungkin mendengar ucapan ku tadi. Astaghfirullohal'Adhim.")


Belum selesai gus jalal dengan lamunannya. Terdengar dering nada pesan di hpnya. Lalu dengan perlahan, dia mengambil hpnya. di bukalah pesan WA yang baru masuk itu tadi yang tak lain adalah pesan dari neng nadia.


''Nadia kecewa sama panjenengan gus. Apa perempuan di ciptakan hanya untuk jadi bahan bullyan kaum adam?apa guse tadi lihat bagaimana ekspresi Mbak Ningrum. Dia begitu terpukul mendengar ucapan mu tadi


gus. Jenengan keterlaluan dalam bercanda. Tidak adakah bahasan lain yang bisa jadi


bahan candaan mu selain dari golongan kami,kaum hawa?''


"Gus, gus. Gus Jalal.... bagaimana gus keadaannya? amankan?" ucap Kang Ni'Am yang telah berada di sebelah Gus


Jalal.Gus Jalal hanya terdiam, lalu menyerahkan hpnya kepada Kang Ni'Am. Kang Ni'Am membaca pesan dari neng nadia hanya bisa menarik bernafas panjang.


"Shubhanalloh, kok bisa runyam begini gus urusannya?"


"Nggak tahu Wonk, mungkin ini sudah takdir mau bagaimana lagi?"


"Begini saja gus" 'Kang Ni'Am menjelaskan.


"Biar nanti aku coba yang bicara sama Husna Adzkia. Siapa tahu nanti, dengan penjelasan dari Husna Adzkia. Ayu Ningrum bisa mengerti. kalau perempuan lagi marah sama kita, dia tak akan mau menerima penjelasan apapun dari kita. Tetapi, siapa tahu. Dia mau mendengar penjelasan dari sahabat dekatnya.


''Amin Ya Robb. Semoga saja wonk. Ya sudah, aku mau berkemas dulu Wonk. Insya Alloh, besok pagi aku balik ke pondok. Assalammu'Alaikum."


''Injih gus, Wa'Alaikum Salam Warohmatulloh''.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2