
๐ฅ๐บ๐น๐บ๐น๐บ๐น๐ฅ
Jalal \= "Di saat aku mencintai seseorang dan sangat ingin memilikinya. Di saat itulah kerakusan ku akan dunia semakin nyata. ketika keinginan ku terpenuhi, aku takut jika aku akan menjadi sombong dengan membanggakan diri. Dan ketika keinginan ku tidak terpenuhi. Aku takut aku berputus asa dari rohmat alloh. Makanya aku berusaha untuk menekannya. Dan ketika aku tidak memyukai hal2 yg baik. Aku malah belajar untuk mencintainya. Karena aku kwatir, jika sikap acuh ku. Menjadikan kebaikan enggan bersama diri ku. Aku jadi teringat dawuhe Romo Kyai Dimyathi Al Hafidz. Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur'An Roudhotul Hasan Pule Ponorogo. Beliau Dawuh."
๐ฅ๐ฅ๐น๐ฅ๐ฅ
Romo Kyai Dimyathi : "Tidak akan naik derajat seseorang tanpa melewati ujian. Kalau cuma perempuan yg jadi ujian mu. Mengertilah, bahwa itu adalah ujian yg paling remeh. Itu ujian yg paling ringan. Opo maneh orang yg menghafalkan al qur'an."
๐ฅ๐ฅ๐น๐ฅ๐ฅ
Ni'am \= "Terus, bagaimana pacaran dalam islam gus?"
Jalal \= "Di islam gak enek pacaran Wonk, tapi tak wenehi carane pacaran ben ora nglanggar syareat."
Ni'am \= "Dos pundi gus?"
Jalal \= "Mau berangkat ngapel, wudlu dulu Wonk. Dan gak boleh batal wudhu sampek pulang di rumah Wonk."
Ni'am \= "Terus, harus bersikap bagaimana dalam menyikapi bayangan perempuan yg kadang datang tanpa kita rencanakan gus?"
Jalal \= "Santai saja Wonk. Cintai dirinya sekedarnya saja. Dunia ini serba mungkin. Mungkin sekarang dia orang yg paling engkau cintai. Mungkin esok menjadi orang yg paling engkau benci. Ahbib Habibaka Haunan Ma... Terusin sendiri yach? ya sudah... tak tinggal dulu Wonk. Assalammu'alaikum."
Ni'am \= "Wa'Alaikum Salam Warohmatulloh."
๐บ๐บ๐บ
Gus jalal pun meninggalkan Kang Niโam yang sibuk menata kitabnya.
Dirinya memasuki rumahnya dan langsung menyambar hpnya. melipat surat cinta itu lalu meyelipkannya kedalam bukunya.
Menaruh buku itu di almari tengah sambil mengambil kunci motornya.
Diapun berjalan ke dapur hendak berpamitan sama ibundanya.
__ADS_1
Ketika sampai di pintu dapur. Gus jalalpun berhenti, dia pun terdiam beberapa saat disana.
Hatinya hanya menerka nerka, adakah Ayu Ningrum berada disana? dan ketika di rasakan tak ada Ayu Ningrum berada di sana.
Gus Jalalpun memasuki ruang dapur itu. Bu Nyai Nurifatul Afifah yang tersenyum melihat putra kesayangan sembari berucap.
Bu Nyai \= "Bagus, Ayu Ningrum kamu ajak ngobrolin apa saja tho? kok sampai sekarang belum kembali?"
Jalal \= "Ngobrol sama Ayu Ningrum ? mboten niku buk."
Bu Nyai \= "Lho, terus dia kemana tho gus? apa kamu juga nggak ketemu Ayu Ningrum pas dia tadi nganterin kopi buat kamu?"
Jalal \= "Lho, Bagus khan habis dari kamarnya kang Niโam buk. Jadi Bagus nggak tahu Ayu Ningrum kemana. selain itu, tadi pas Bagus masuk rumah sini juga nggak ada siapa siapa kok buk."
Bu Nyai \= "Ya sudah, mungkin dia lagi keperluan lain gus."
Jalal \= (tersenyum)
Bu Nyai \= "Guuusss"
Bu Nyai \= "Ayu Ningrum mawon njih anak?"
Jalal \= (tersenyum) "Kengeng nopo tho buuuuk? kok malah ibu ikang ngebet sanget kalih ayu ningrum niku lho?"
Bu Nyai \= "Karena ibuk lebih menyayangi Ayu Ningrum di banding diri ibuk sendiri nak."
Jalal \= "Maksud ipun ibuk?"
Bu Nyai \= (tersenyum) "Suatu saat kamu akan tahu nak!"
Jalal \= "Injih buk. Mboten nopo2 bilih ibuk tasih dereng kerso crios kalih bagus saniki. Njih sampun buk, Bagus pamit dulu."
Lalu Gus Jalalpun bersalaman dan mencium tangan ibundanya.
Bu Nyai \= "Iya nak,hati hati ya anak!"
__ADS_1
Jalal \= "Injih buk. Salam buat Abah buk. Bagus berangkat dulu buk. Assalammuโalaikum."
Bu Nyai \= "Waโalaikum salam warohmatulloh."
Gus jalalpun meninggalkan ruang dapur itu menuju garasi. Dirinya tersenyum menjumpai sang alap alap samber angin.
Nama motor RX kingnya,yang juga menjadi motor kesayangan kakeknya, Mbah Hasyim Ali. Lalu, Gus Jalapun mengeluarkan motornya.
Memanasinya sebentar dan lalu mengendarainya. Tak membutuhkan waktu lama, dia sudah sampai di tempat biasanya dirinya cangkruk di pasar.
Tetapi betapa kagetnya dia kalau ternyata di situ sudah ada neng Nabila Alfiyatuz Zahro, bersama seorang perempuan.
Tak terkecuali di situ ada bang mencos, maeso, bang soprak dkk. Gus Jalalpun langsung memarkir sepeda motornya.
Gus Jalalpun berjalan menghampiri neng nabila. Dia tak menggubris beberapa kawan2nya meneriakinya.
Mencos \= "lex, di cariin neng cantik itu lho. hahaha."
Jalal \= (tetap diam )
Maeso \= "wes lex, budal No. Langsung bungkus."
Jalex \= (tetap diam)
bersambung.
Oke gaes,,, author yg baik, cakep, pinter.. Numpang promosi novel aku ya....
Judul \= Pertarungan Si Kembar๐บThe king's Wasted Princess.๐บ
Genre \= action, petualangan, fantasy.
Terima kasih
__ADS_1
Yg like aku doain murah rejeki dan masuk surga.