
🌺🌺🌺🌺🌺
Jalal \= ( tersenyum ) "Iya Wonk. Matur suwun sanget Wonk. Sudah mau mendengar cerita ku."
Ni'am \= "Injih gus. Tetapi jenengan ampun ngaten tho."
Jalal \= ( tersenyum meski matanya berkaca kaca )
Ni'am \= "sabar njih gus."
Jalal \= "Terkadang aku berkata dengan bahasa-NYA. Saat bahasa ku tak mampu menampung luapan akan perasaan ku."
Ni'am \= ( sebesar itukah engkau mencintainya gus gus )
***************
Jalal \= "Setelah di nasehati Abah. Aku masuk kamar. Aku sms Nila Nihayah, dik Nay, do'akan mase njih dik. Mase akan pergi mengarungi samudera ilmu. Mase akan berusaha jadi yg terbaik untuk mu. Sampai engkau bangga menyebut ku dengan panggilan suami ku Assalammu'Alaikum."
Lalu aku catat nomer hpnya Nila. Habis itu aku matikan hp ku. Aku ambil sim cardnya dan aku patahin sim cardnya. Sehabis shubuh aku balik ke ponpese Kyai Ahmad. Dan hampir 6 bulanan aku di sana nggak pulang dan juga nggak pegang hp Wonk.
Sampai suatu waktu. Kyai Ahmad memanggil ku dan berkata
Yai Ahmad \= "Bagus, apa kamu ngga' ingin pulang ke rumah Gus?"
__ADS_1
Jalal \= "Nyuwun dalem sewu Kyai. Injih sejatos ipun kepengen sanget. Tetapi, dalem mau fokus mengaji dulu Kyai."
Yai Ahmad \= "sing sabar njih gus ?"
Jalal \= "Injih Kyai, pandonga nipun."
Setelah 2 minggu berlalu. Aku di panggil lagi sama Kyai Ahmad;
.
Yai Ahmad \= "Bagus, apa kamu yaqin nggak mau pulang dulu ?"
Jalal \= "Yaqin kyai ?"
Yai Ahmad \= "Owalah Bagus Cilik Bagus Cilik. Sing sabar njih gus ? ( sambil memegang dadanya Gus Jalal )."
Yai Ahmad \= "Injih Gus, suwanten ugi. Aku njih dongake njih gus, mugi2 dados tiyang ikang dipun kinasihi kaliyan Alloh."
Jalal \= ( kaget, sambil menatap wajah Kyai Ahmad )
Yai Ahmad \= "Dungo dinungo gus. Kita tak pernah tahu. Dari mulut yg mana do'a itu di dengar."
Jalal \= "Injih kyai. Setelah kejadian itu. Aku kepikiran terus. Akhirnya satu minggu kemudian aku menghadap Romo Yai."
Jalal \= "Nyuwun dalem sewu kyai. Mbok bilih di keparengaken. Saya mau izin pulang dulu kyai. Niki Sampun kangen sanget sama abah kaliyan ibuk."
__ADS_1
Yai Ahmad \= "Injih Gus. Dan saya juga mau ngomong gus. Sebaiknya kamu mondok di ponpes yg dekat dengan rumah mu Gus."
Jalal \= ( bersimpuh mencium tangan romo kyai ahmad ). "Nyuwun agungin pangatsami kyai. Mbok Bilih teng mriki kulo kladuk toto kirang dugo Kyai. Ampun ngusir kulo saking pesantren mriki kyai."
Yai Ahmad \= "Yg ngusir kamu dari pesantren siapa ? Lha wong aku cuma kasih saran kok Gus. aku ridho kamu jadi santri ku. Dimanapun kamu berada kamu tetap santri ku. Satu lagi Bagus Cilik. Jika suatu waktu, kamu menghadapi masalah yg sangat besar dan benar benar kepepet. Berdo'alah kepada Alloh dan sebut nama ku sebagai washilah. Insya Alloh do'a dan ridho ku akan menyertai mu Bagus Cilik."
******
Ni'am \= "Kulo tiru angsal gus ?"
Jalal \= "Maksudnya ?"
Ni'am \= "Sebut nama Kyai Ahmad."
Jalal \= "Memang kamu tahu nama aslinya Kyai Ahmad ?"
Ni'am \= "Mboten gus. Terus memangnya kyai Ahmad Jamhari bukan nama aslinya ?"
Jalal \= "Bukan Wonk, nama aslinya lebih bagus dari itu. Ya seperti aku. Jalaludin Ahmad Husein Ali. Tetapi di panggil Bagus Cilik."
Ni'am \= "waaa duh. Ora sido oleh ilmu instan iki."
Jalal \= "Yo tumbaso mie. Mengko lhak oleh sing instan."
Ni'am \= "Jenengan niku lak saged mawon gus."
__ADS_1
bersambung.