Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 31. NENG HUMAIDAH.


__ADS_3


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ningrum \= ( hanya tertunduk tersipu malu ).


Husna \= "lho. kok. Lesung pipitnya membentuk huruf J ya ..."


Ningrum \= "masak sih mbah Husna ?"


Husna \= "iya mbak, waaah .. jangan2....J nya itu gus Jalal ....hayoooooo..."


Ningrum \= ( berdiri ,dan bercermin dengan cermin lemari bajunya. Dengan ekspresi tersenyum. Dia miringkan wajahnya... ke kiri, ke kanan, ke kiri lagi, kekanan lagi... lalu Ayu Ningrum pun berucap ) "mana ? katanya tadi lesung pipit ku membentuk huruf J."


Husna \= "xixixixi....hahaha....."


Ningrum \= "iiiiiiiiikkkkkkhhhhhhh... mbak Husna ngerjain aku.... tak glitiki pokoknya."


Husna \= "ampun mbak Ningrum. geli. hahaha."


Ningrum \= "iiiiikkkkhhhhh.. pokoknya tak glitiki terus.."


Husna \= "ampun mbak. geli . hahaha. aku ntar gak doyan makan.. geli mbak.."


Ningrum \= "iiihhhk.. pokok tak glitiki terus...."


***********************


Sedangkan , di rumah romo kyai Zidnan Ali. Tampak gus Jalal hanya terdiam seribu bahasa. Bu Nyaipun memulai pembicaraannya.

__ADS_1


Bu Nyai \= "gimana ini ? Jadi di panggil enggak ini mbak Ayu Ningrumnya ?"


Jalal \= "nyuwun dalem sewu buk, pangapunten sakderenge. Ampun di timbali rumiyin. Bagus tasih mikir niki buk."


Yai Zidnan Ali \= "mikir opo maneh tho gus. Selain pinter, pemalu dan baik . Ayu Ningrum itu kesayangan rosululloh lho."


Jalal \= ( tersentak kaget ) "ya kalau bisa, jangan bawa2 nama Rosululloh tho bah."


Yai Zidnan Ali \= "lho .... emangnya kenapa gus ?" ( sambil menatap tajam kearah putra kesayangannya ).


Jalal \= "ya pokoknya jangan bawa2 nama rosululloh tho baaah. Dalem nyuwun sanget niki."


Yai Zidnan Ali \= "wah.. ya gak bisa begitu. Kenyataannya memang kesayangannya Rosululloh kok."


Bagus \= "njih sampun. Bila seperti itu. Bagus nyuwun demiiiiiii..."


Jalal \= "Alhamdulillah .. matur nembah nuwun sanget bah."


Bu Nyai \= "lho, ini maksudnya apa tho ? Aku kok bingung tho bah."


Yai Zidnan Ali \= "lha wong aku dewe yo bingung kok buk buk."


Jalal \= ( tersenyum )


Yai Zidnan Ali \= "Bagus, bukan maksud abah mau memaksamu. Tetapi, Abah itu terlanjur mantap memilih Ayu Ningrum sebagai calon menantu. Pertama, dia adalah kesayangaaaaan..."


Jalal \= "baaaaahhhh."


Yai Zidnan Ali \= "kesayangan al amin maksudnya."

__ADS_1


Jalal \= ( cuma geleng2 saja )


Yai Zidnan Ali \= "ada apa bagus ?"


Jalal \= "mboten kok bah, nggak ada apa2 kok bah."


Yai Zidnan Ali \= "kamu tahu khan, maksud abah ?"


Jalal \= "mboten bah."


Yai Zidnan Ali \= "maksudnya, Ayu Ningrum itu yatim piatu dari kecil."


Jalal \= "Innalillahi wainna ilaihi roji'un." ( Wajahnya semakin menunduk )


Yai Zidnan Ali \= "yg kedua. Dulu almarhumah neng Humaidah, ibunya Ayu Ningrum pernah meminta Abah. Bahwa besok2, kalau Ayu Ningrum sudah besar. Supaya Abah yg carikan suami untuk Ayu Ningrum. Syukur2, jika saya berkenan. Biar diambil menantu sendiri sama abah."


Jalal \= "lho, kok wasiatnya sama abah ? Kok nggak sama anggota keluarga ibu Humaidah yg lain atau keluarga ayahandanya Ayu Ningrum ?"


Yai Zidnan Ali \= "ceritanya begini lho bagus cilik. Ayahandanya Ayu Ningrum. Gus Dhowi, itu ada undangan reuni di sekolahnya. Lalu, berangkatlah gus dhowi sama neng Humaidah. Ayu Ningrum waktu itu baru berumur sekitar 5.5 tahunan insya Alloh. Sama mbah Yai Idris gak boleh di ajak. Jadi, ditilaplah Ayu Ningrum sama ortunya. Sampai, beberapa jam kemudian mbah Yai Idris, menerima telpon dari pihak rumah sakit. Bahwa anggota keluarganya ada yg kecelakaan. Mbah Yai Idris ditemani gus Rozi. Langsung meluncur ke rumah sakit. Sedangkan bu nyai, sibuk momong Ayu Ningrum .Ternyata , gus Dhowi meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan neng humaidah mengalami koma. Gus Rozi pun telpon Abah setelah beberapa hari kemudian. Karena, neng Humaidah sudah mulai sadar. Dan selalu mengigau memanggil manggil nama Abah."


Jalal \= "nyuwun dalem sewu bah, kok malah memanggil manggil nama abah ?"


Yai Zidnan Ali \= "dulu, neng Humaidah itu deket sama Abah. Abah Sudah dianggap seperti kakaknya sendiri. Jadi, kalau ada masalah apa itu minta tolongnya Abah. Sampai mau nikahpun, itu maksa Abah untuk datang. Kalau nggak datang, neng Humaidah, ngancam gak akan mau keluar dari kamar. Ya akhirnya Abah datang sama ibu mu. Huuuuuffffffftttt ( menghela nafas panjang ). Aku yg kadang gak enak sendiri sama gus Dhowi. Soalnya, neng Humaidah sering telpon ke abah kadang minta solusi atau kadang cuma pengen sekedar guyonan. Walau Abah tau, gus Dhowi gak akan berpikir sepicik itu. Mungkin gus dhowi bisa memakluminya, kalau neng humaidah masih bersikap seperti anak anak. Kalau tidak salah, neng Humaidah menikah waktu berumur sekitar 19 tahunan insya alloh. 19 tahunan ya buk ?."


bersambung.


**********************************


__ADS_1


__ADS_2