Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 94. Tilik.


__ADS_3


Jalal \= "Terus, apa setelah kejadian itu. Apa tidak ada yang tahu kalau abah itu putranya mbah Yai Hasyim Ali?"


Yai Haidar Ali \= "Setelah setahun lamanya. Abah mu juga sudah mau boyong. Barulah kakek mu datang mengunjungi abah mu bersama Ndoro Habib."


Jalal \= "Lho, berarti selama mondok. Kakek nggak pernah jenguk abah di pondok?"


Yai Haidar Ali \= (menggeleng gelengkan kepala)


Jalal \= "Lho kok, kenapa pak dhe?"


Yai Haidar Ali \= "Itu permintaan abah mu Bagus Cilik."


Jalal \= ( "Ya Alloh Bah Bah").


Yai Haidar Ali \= "Ketika mau boyong. Barulah kakek mu mengunjungi abah mu bersama Ndoro Habib. Waktu itu, kakek mu sering di ajak ikut ngisi pengajian oleh Ndoro Habib. Jadi sekalian mampir di pondoknya Romo Yai Idris Ghozali kalau tempat pengajiannya tidak jauh dari situ."


Ndoro Habib \= "Assalammu'Alaikum Yai Idris."


Yai Idris \= "Wa'Alaikum Salam Warohmatulloh."


Yai Idrispun merangkul Ndoro Habib.


Ndoro Habib \= "Pondok mu tetap tidak berubah setelah sekian tahun lamanya Yai Idris."


Yai Idris \= ''Ha ha ha....ya begini ini gubugnya orang faqir bib."


Ndoro Habib \= "Mbok iya jangan begitu."

__ADS_1


Yai Idris \= "Injih bib, bagaimana kabar keluarga panjenengan bib?"


Ndoro Habib \= "Alhamdulillah baik semuanya Yai Idris."


Yai Idris \= "Niki wau kiyambakan njih bib?"


Ndoro Habib \= "Ooowwwhhh...ini tadi bersama Yai Hasyim."


Yai Idris \= "Yai Hasyim sinten kyai ?"


Ndoro Habib \= "Itu lho, cucunya romo yai Husein Ma'Ruf Al Haj. Masih ada hubungan saudara sama abah saya."


Yai Hasyim \= "Assalammu'Alaikum."


Wa'Alaikum Salam Kyai..Jawab Kyai Idris.


Ketika Kyai Idris hendak merangkul Yai Hasyim. Dengan buru buru romo Kyai Hasyim malah menyalami lalu mencium tangan Kyai Idris.


Ndoro Habib \= "Hayo masuk ...aku sudah tidak sabar minum kopi sama kangen dengan


sambel terongnya


Yai Idris \= "Injih monggo Ndoro Habib ...."


Lalu, ketiga kyai itupun masuk rumah.tak ketinggalan sopirnya Ndoro Habib juga ikut


serta. Sesampai di dalam rumah. Yai Idris pun mempersilahkan para tamunya untuk duduk. Setelah itu, Yai idris berpamitan untuk pergi belakang sebentar. Mencari menantunya. Di dapatinya menantunya sedang membaca kitab di depan kolam ikan di belakang rumahnya.


Yai Idris \= "Zamrozi Baqir."

__ADS_1


Gus Rozi \= "Injih Bah."


Yai Idris \= "Tolong panggilkan kang zidan sekarang juga. Suruh bikin kopi sama masak sambel terong buat tamu agung."


Gus Rozi \= "Memangnya siapa yang datang bah?"


Yai Idris \= "itu, ndoro Habib sama saudaranya Romo Yai Hasyim Ali."


Gus Rozi \= "Bagaimana kalau yang masak saya saja bah?"


Yai Idris \= "Ndoro Habib itu sukanya masakan sama buatan kopinya Kang Zidan. Jangan sampai beliau kecewa Zamrozi."


Gus Rozi \= "Injih Bah. Pangapuntene Sanget."


lalu masuklahlah romo kyai idris ke dalam rumahnya. Ngobrollah beliau bertiga ini. Kadang candaan juga menyertainya. Sesekali, Ndoro Habib cerita tentang hal hal yang lucu yang pernah di alaminya. Atau sesekali bercerita tentang masa lalu. Sampai, suatu waktu suara yai Hasyim membuat semuanya diam untuk menyimak kata kata romo kyai Hasyim.


Yai Hasyim \= "Maaf sebelumnya kyai Idris. kalau di izinkan, saya mau meminta salah satu santri ne panjenengan kyai."


Yai Idris \= "Di sini santri ratusan kyai. Jangankan satu, sepuluhpun aku kasih kyai."


Yai Hasyim \= "Mboten kyai. Satu saja sudah cukup."


Yai Idris \= "Nopo ajenge dipun pundut jadi menantu tho Yai Hasyim?"


Yai Hasyim \= ( tersenyum )


bersambung....


~ Kidung Cinta di Shinggelopuro ~

__ADS_1


Walau terpisah Cinta bersemi sampai mati.


Mampir yuk.. Karya terbaruku.


__ADS_2