
🌺🌺🌺🌺🌺
Yai Haidar Ali \= "Abah mu itu ganteng. Ketawadhu'annya, kelimpadtannya, ketulusan senyumnya. Ketinggian adabnya. Sering membuat yang lain terpukau. Terutama perempuan. Makanya, tidak mengherankan kalau dia terkenal di kalangan santri putri."
Jalal \= (tersenyum)
Yai Haidar Ali \= "Huuuuffffttttt(menghela nafas panjang). Tetapi, itu semua malah menjadi sebuah ujian tersendiri untuk abah mu. Saat bu nyai idris ghozali menemukan surat cinta Neng Humaidah untuk abah mu, Zidnan Ali. Menyebabkan abah mu keluar dari komplek ndalem."
Jalal \= "Lho, kok malah abah yang di keluarkan dari ndalem tho pak dhe?"
Yai Haidar Ali \= "Ceritanya panjang Bagus Cilik. Tetapi, Abah mu mengalah dengan keluar dari ndalem. Demi menjaga nama baik Romo Yai Idris Ghozali. Dia rela, meski di cap orang yang tak tahu diri dan di anggap di keluarkan dari ndalem karena kekurang ajarannya."
Jalal \= "Hah" (mlongo).
Yai Haidar Ali \= "Ceritanya begini Bagus Cilik. Suatu pagi, Bu Nyai Idris Ghozali bersih bersih kamar Neng Humaidah. Waktu itu, neng Humaidah masih sekolah. Ketika bu nyai menemukan sebuah surat dengan amplop warna merah jambu. Di bawah bantal Neng Humaidah. Itu adalah surat cinta untuk abah mu Gus. Kira kira bunyi surat itu;
Assalammu'Alaikum .
Bismillahirrohmanirrohim,
teruntuk Kang Zidan.
'Kang, maafkan Humai kang. Aku telah berusaha menekan rasa ku tetapi aku tak mampu. Aku berusaha berlari dari kenyataan, tetapi rasa itu semakin menghujam dalam. Ku coba tepis, ku coba tak menghiraukan. Tetapi, sketsa wajah mu semakin kuat menghias di dinding hati ku. Humai harus bagaimana tho kang? tolong Humai kang.'
'Kang Zidan, mungkin engkau akan mentertawakan aku. Mengejek ku atau menghina ku. Tetapi itu tak akan merubah semuanya. Bahwa engkau telah merubah sudut pandang ku akan kehidupan ini.'
'Engkau yang santun penuh kelembutan, lucu, dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap permasalahan. Membuat aku selalu menyebut nama mu dalam setiap lantunan do'a do'a ku kang.'
__ADS_1
'Jujur, aku berharap engkaulah yang akan menjadi imam ku. Mengajari anak anak kita kelak, kidung agung kemuhammadan. Sajak cinta para ambiya' dan romantika cinta para muhibbin 'arifin.'
'Aku harus bagaimana? aku bingung kang. Banyak hal yang ingin aku tulis untukmu. Banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada mu. Tetapi aksara demi aksara ini tak mampu mewakili tentang apa yang aku rasa. Aku hanya bisa berharap, engkau mau menjadi Sulaiman ku. Saat Balqis ini tersesat akan jalannya. Aku berharap, engkau mau menjadi Muhammad ku. Daat aisyah ini masih lugu dalam memahami kehidupannya.'
'Aku berharap,engkau mau menjadi ali ku. Saat fatimah ini ingin selalu bercengkerama dengan cinta dan ilmu. Aku berharap dan selalu berharap. Karena itu adalah batasan manusia ku.'
dari Humaidah.
Wassalammu'Alaikum.'"
Jalal \= (menatap tajam ke arah Romo Yai Haidar Ali) "Kok pak dhe bisa tahu isi surat
itu?"
Yai Hai Dar Ali \= "Oowwwhhhh, itu surat di kasihkan beberapa tahun kemudian oleh
Jalal \= ("aku bisa merasakan apa yang engkau rasakan bah. Bahkan, Rasa sakit mu itu juga menyesakkan dada ku").
Yai Haidar Ali \= "Akhirnya, suatu hari abah mu di panggil oleh Romo Yai Idris Ghozali."
bersambung.
*************
~ Kidung Cinta di Shinggelopuro ~
Walau terpisah Cinta bersemi sampai mati.
Mampir yuk.. Karya terbaruku.
__ADS_1
**********
Kang Jambul Sang Pemburu tuyul.
cerito demit demitan tapi gak medeni belas.. malah okeh ngakak e.
Abdul \= "Kang Njaluk kopine to."
Kang Jambul \= "Sori dul, kopi ntek, gulo ntek, gas e ntek mesisan."
Abdul \= "Hayo tuku to kang."
Kang Jambul \= "Piye to dul, dul... tangi turu jagone kluruk, moto isih ngantuk ndelalah bojo ngamuk mergo duwet blonjone bok. urep kok ngene t dul dul."
Abdul \= "Deritamu kang kui."
Kang Jambul \= "Lambemu dul dul, njaluk di amplas terae."
Abdul \= "La piyeto kang, anu kang tak dudohi wong tuwek ampuh kang."
Kang Jambul \= "Lah lah koweki, jaman koyo ngene ijik percoyo dukun."
Abdul \= "Piye to kang, iki terbukti manjur lo.."
Kang Jambul \= "Buktine opo jale?"
Abdul \= "Buktine sesuk wae kang.. awake kan cuman cerito sampiran,, mesakne kang Jalal mengko kalah tenar... mengko mbak Ayu Ningrum berpaling padaku piye."😁😁😁
Kang Jambul \= "Yawes ceritone dilanjut sesuk.. Jangan lupa pake Masker...."
__ADS_1