Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 96. Jodoh takkan kemana.


__ADS_3


"Kamu itu terlalu baik jadi orang.'' Balas romo Yai Haidar Ali.


"Mass, tidakkah sang pecinta selalu ingin melihat senyum di bibir orang yang di cintainya? jika kepemilikan adalah pemutlakan yang bisa membuat kita bahagia. Lalu bagaimana dengan diri kita,yang semuanya sekedar titipan?Jika neng humaidah adalah jodoh ku. Biarlah alloh menyatukan aku dengannya tanpa harus ada yang tersakiti. Tetapi jika tidak, setidaknya aku pernah mencintai orang yang pantas untuk di cintai. Dan aku tidak menyesal untuk itu. Aku laksana kata yang di rangkai dengan huruf konsonan tanpa vocal. Mungkin keberadaan ku bisa terlihat, tetapi diri ku tak pernah bisa terbaca." balas Gus Nan Ali.


Jalal \= "Alloh Karim."


Yai Haidar Ali \= "Itulah hidup Bagus Cilik. Punya cerita tersendiri dalam setiap


perjalanannya."


Jalal \= "Lalu, ceritanya bagaimana pak dhe kok abah bisa menikah sama ibuk?"


Yai Haidar Ali \= ( tersenyum ).


Jalal \= ( ikut tersenyum ).


Yai Haidar Ali \= "Ceritanya lucu itu Bagus Cilik. Setelah kakek mu datang menjenguk abah mu di pondok. Ketika itu juga akan ada imtiham dan haflah ahirustsanah di pondoknya Romo Kyai Idris. Abah mu yang biasa ngisi acara tersebut setiap tahunnya, Untuk tahun itu abah mu malah mau jadi tukang parkir saja."


Jalal \= ( tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya ).


Yai Haidar Ali \= "Tetapi mungkin itulah yang jadi awal keberkahan pertemuan ummi mu sama abah mu."


Jalal \= "Maksud ipun pak dhe?"


Yai Haidar Ali \= "Begini ceritanya Bagus Cilik. Ini pak dhe dapat cerita dari abah mu sama kakek mu."


*****


Acara imtihan di pondoknya romo Kyai Idris Ghozali sudah selesai. Semua santri putra dan santri putri bahkan wali santri dan berbagai tamu undangan sungguh khusyuk mengikuti acara haflah ahirussanah. Tetapi di area parkir, malah kang Zidan sedang asyik ngobrol dengan teman santrinya kang Irsyadul Hanif.


Irsyad \= "Kang, kenapa nggak ikut ngisi acara kang?"


Gus Nan Ali \= "Lagi pengen jadi juru parkir kang dul?"


Irsyad \= "Kamu itu benar benar jempolan."


Gus Nan Ali \= "Jempolan apanya kang dul?"


Irsyad \= "Kamu nggak pernah terlihat godain santri putri. Tetapi sekali ghodain, malah putrine mbah yai."

__ADS_1


Gus Nan Ali \= "Dengkul mu. ha ha ha."


Irsyad \= "Ancen sing mbok cari itu yang masih tembean tembean seperti neng Humaidah kok kang kang?"


Gus Nan Ali \= "Ha ha ha... huuuusssss.... jangan su'ul adab kaliyan putrinya mbah yai!"


Irsyad \= "Mungkin neng e mbok gombali terus sampek klepek klepek."


Gus Nan Ali \= "Ha ha ha..."


Irsyad \= "Terus sekarang ini,kamu sudah mulai banting setir atau penurunan level kang?"


Gus Nan Ali \= "Allohu A'Lam kang dul. Lihat besok besok saja."


Irsyad \= "Apa kira kira ada enggak? santri putri di sini yang kamu taksir? murid mu khan cantik cantik. Biasanya ustad itu nikah sama muridnya sendiri."


Gus Nan Ali \= "Ha ha ha....aku itu ngajar untuk membantu mbah yai. ora penderangan golek babonan."


Irsyad \= "Ha ha ha...wwwkkkk."


"Assalammu'Alaikum pak ustad." Tiba tiba datanglah dua orang santri putri menyapa Kang Irsyad Dan Kang Zidan.


"Ada apa iyach mbak?" Gus Nan Ali bertanya


"Ini pak ustad, saya Afifah dan ini teman saya mbak nisa'. Saya mau mengantarkan mbak Nisa' pulang pak ustad. Mbak Nisa'Nya lagi masuk angin pak." Ucap neng Nur Afifah.


Irsyad \= "Lho, kamu cari panitia saja mbak. Biar nanti di kasih obat."


Afifah \= "Tetapi mbak nisa'nya minta pulang pak ustad."


Gus Nan Ali \= "Ini khan sudah malam mbak.nanti saja yach pulangnya. Ini ada wedang


jahe, biar di minum mbaknya dulu.itu punya ku kok. Belum tak minum sama sekali."


Afifah \= "Injih pak ustad,matur suwun sanget njih. Hayo mbak Nisa', di minum wedang


jahenya!"


Setelah meminum wedang jahe, neng nisa'pun berucap


Nisa' \= "Pulang mbak Fifah."

__ADS_1


Afifah \= "Iyach mbak Nisa'. Sebentar lagi ya mbak. Nanti kalau acaranya sudah selesai


kita bareng sama mbak mbak yang lain."


Gus Nan Ali \= "Ya sudah, kalau mbak nisa'nya mau pulang. Aku saja yang ngantar mbak?"


Afifah \= "Apa pak ustad?"


Gus Nan Ali \= "Maksudnya,kamu yang bonceng nanti aku yang awasi dari belakang. takutnya nanti di jalan ada kenapa kenapa."


Afifah \= "Injih pak ustad."


Gus Nan Ali \= "Ya sudah, kamu tadi naik kesini naik apa?"


Afifah \= "Sepeda onthel pak ustad.itu sepeda mini yang warna hitam. depannya ada keranjangnya."


Gus Nan Ali \= "Yaa sudah.kamu tunggu dulu di sini. Saya ambilkan dulu sepedanya."


Afifah \= "Injih pak ustad."


Lalu, Gus Nan Ali berjalan menuju area parkir. Dia melihat sepeda onthel dengan keranjang warna hitam di depan terjepit di tengah. Gus nan ali mengangkat sepeda onthel itu, memikulnya di pundaknya. Berjalan dan menghampiri neng afifah. Ini sepedanya mbak. Sambil menurunkan sepeda dari pundaknya."


Afifah \= "Injih pak ustad. Maaf sudah ngrepoti pak ustad."


Gus Nan Ali \= "Iya mbak, nggak apa apa.ya sudah, kamu bonceng mbak Nisa' dulu. Nanti saya ikuti dari belakang. Kang Dul, titip parkiran dulu yo kang."


Irsyad \= "Aku kok oleh bagian nggak enak terus tho."


Afifah \= ( tersenyum) "Assalammu'Alaikum pak Ustad Irsyad."


Irsyad \= "Wa'Alaikum Salam Warohmatulloh."


Neng Afifahpun berlalu dari tempat itu. Diapun mulai mengayuh sepedanya perlahan lahan. Setelah di rasa agak jauh,gus nan ali mengikutinya dari belakang.


Gus Nan Ali yang bersarung putih dan baju koko warna putih dengan kopyah hitam itu mulai mengayuh sepeda onthel perangnya mengikuti neng Afifah dari belakang.


Tak seberapa lama merekapun menghilang di ke gelapan malam. Kira kira setengah jam, Gus Nan Ali kembali. Kang Irsyad terperangah melihat penampilan Gus Nan Ali yang penuh lumpur di bajunya.


Irsyad \= "Ha ha ha... kamu itu habis nganterin orang atau habis diesel tho kang kang."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2