Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 60. Syurga Itu Tak Sebanding Dengan Kemulyaan telapak Kaki Perempuan.


__ADS_3


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Yai Zidnan Ali \= "Kalau engkau pulang hanya gara2 seorang perempuan. Abah sangat kasihan sekali dengan perempuan itu. Abah sangat prihatin dengan nasib perempuan itu. Dia telah di cintai oleh seseorang yg berjalanpun masih tersandung sandung. Berlaripun masih jatuh bangun. Lalu bagaimana bisa lelaki itu memberi arah tujuan. Sedangkan dirinya masih terselimuti berjuta kebingungan."


Jalal \= ( diam tanpa jawab )


Yai Zidnan Ali \= "Kecerdasan tanpa cinta itu berbahaya. Cinta tanpa kecerdasan itu tidak cukup Bagus Cilik. Kamu harus mendudukan perempuan dengan kehormatannya."


Jalal \= ( menyimak kata demi kata yg di tuturkan abahnya )


Yai Zidnan Ali \= "Perempuan itu sangat mulia Bagus Cilik. Sampai2 Al-Jannatu tahta aqdamil ummahat. Keindahan syurga itu bahkan tak sebanding dengan kemulyaan telapak kaki seorang perempuan. Lalu, mampukah engkau memulyakan seorang perempuan hanya dengan cinta ?"


Jalal \= ( Astaghfirullohal 'adhim. La ila hailla Anta. Subhanaka inni Kuntu Minadzolimin )

__ADS_1


Yai Zidnan Ali \= "Bagaimana kau bisa menolong seseorang yg terseret ombak. Jika dirimu saja sedang gelagapan dan akan tenggelam."


Jalal \= ( Astaghfirullohal 'adhim. La ila hailla Anta. Subhanaka inni Kuntu Minadzolimin )


Yai Zidnan Ali \= "Perempuan itu tidak hanya butuh cinta saja Bagus Cilik. Dia perlu dada kesabaran mu untuk meredam tangis kesedihannya. Dia butuh keperkasaan tangan mu untuk menyuapi dan melindunginya. Dia butuh bahu tanggung jawab mu untuk sandaran dirinya. Dia juga butuh kokohnya pijakan kaki mu. Saat kau menggendongnya berjalan telusuri lorong lorong hidup. Itu tugas mu. Karena dirinya telah memilih mu. Dia itu butuh Bagus Cilik, dia itu butuh .. bukan dia itu ingin. Jadilah seorang lelaki, dimana perempuan itu bangga memanggil mu suami. dan di saat engkau menua. Ada banyak yg bahagia memanggil mu dengan sebutan seorang ayah."


Jalal \= ( diam tanpa jawab )


Yai Zidnan Ali \= "Cintailah seseorang dengan cara yg benar. Dan jagalah kehormatannya. Jangan sampai engkau rusak !. Jika sampai itu terjadi, maka tak perlu orang lain mengotori tangannya. Tetapi, engkau sendiri yg akan berhadapan langsung dengan Zidnan Ali bin Muhammad Hasyim Ali. Untuk mempertanggung jawabkannya."


Sedang tangan kirinya membungkam mulutnya sendiri. Deraian air matanya tak tertahankan. Berlinangan air mata itu memenuhi ceruk ceruk kulitnya yg mulai keriput . Ingin sekali dirinya memeluk putra kesayangannya.


****


Kang Khoirun Ni'Am pun yg mendengarkan ceritanya berkaca2 kedua pelupuk matanya. Dia hanya bisa berkata dalam hati.

__ADS_1


Ni'am \= ( ya alloh guse. Begitu keraskah Romo Yai mengajari mu )


Gus Jalal pun suaranya mulai bergetar hebat. Serasa ada kesedihan yg coba dia redam di relung hatinya. Lalu gus Jalalpun menghela nafas panjang dan berucap.


Jalal \= "Tetapi wonk. Ketika aku sudah berusaha dan belajar memulyakan dia yg aku cinta. Ternyata Dirinya telah pergi ...pergi ke tempat di mana aku tak bisa mengejarnya lagi. Dia telah berpindah, berpindah tempat wonk. di mana aku tak bisa mengajaknya bicara lagi, tak bisa mengajaknya bercerita lagi. Hanya kalam2 do'a ku Wonk. Yg bisa aku persembahkan sebagai dekapan kekangenan ku untuknya, Nila Nihayah."


Ni'am \= "Sampun tho gus, sampun. Nanti mbak Nilanya malah sedih. Bila jenengane seperti ini terus."


Gus Jalalpun menengadahkan wajahnya ke langit dan berucap


Jalal \= "ya robbil izzati. Aku kelaparan, engkau tak memberi ku makan. Aku kehausan, engkau tak memberi ku minum. Aku sendirian, engkau tak menyapa ku. Dan kini. Dan kini aku sakitpun, engkau tak menjenguk ku."


Ni'am \= "sampun tho gus, sampun."


bersambung.

__ADS_1



__ADS_2