
Jalal \= (gus jalal hanya tersenyum sambil menundukan wajah).
Gus hafidz \= "Abah kelihatannya lagi sibuk kok gus. Biar nanti saya saja yang pamitkan."
"Injih gus," ucap Gus Jalal sambil menyalami dan mencium tangan Gus Hafidz, "assalammu’alaikum."
"wa’alaikum salam warohmatulloh” balas Gus Hafidz.
Gus Jalal menaiki CBR itu. Pelan dan pelan mulai menyusuri pelataran pondok. Ketika
sudah agak jauh meninggalkan pondok. Dia menggeber CBR itu menembus
keremangan yang mulai merayap. Tak ketinggalan dia melantunkan ayat ayat suci al qur’an. Mungkin itulah hobinya, di setiap perjalanannya tak lupa lantunan keindahan
kalamulloh selalu mengiringinya.
Kira kira satu jam lebih dia sudah sampai di ponpesnya Romo Kyai Idris Ghozali. Gus
Jalal memasuki kawasan parkir sebelah barat. Lalu memarkir sepeda itu. Petugas
parkir memberikan nomer parkir dengan seuntai senyum. Sehabis itu Gus Jalal
berjalan menyusuri area parkiran itu. Tepat di bawah rerindangan pohon dia melihat
lambaian tangan ibuknya. Gus Jalalpun mendekat.
"assalammu’alaikum” ucap Gus Jalal sambil menyalami dan mencium tangan ibundanya.
Bu Nyai Afifah \= "Wa’alaikum salam warohmatulloh."
Jalal \= "Abah di mana buk?"
Bu Nyai Afifah \= "Abah mu sudah berangkat dari tadi pagi bersama Yai Faqih."
Jalal \= "Kok ibuk nggak ikut?"
Bu Nyai Afifah \= "Ibuk di suruh nemani kamu nak. Kata abah, kamu berangkatnya agak
__ADS_1
sorean."
Jalal \= "Injih buk. Terus ndoro Nadia nggak ikut apa buk?"
Bu Nyai \= "Iya pasti ikut. Tetapi nggak tahu tadi, izin mau beli sesuatu bersama gus Ja’far."
Jalal \= "Injih buk."
Bu Nyai \= "Itu lho, kamu sudah di tunggu sama temen temen kamu nak dari tadi."
Gus jalal menoleh ke kanan. Nampak beberapa teman temannya lagi duduk duduk di bawah pohon mangga. Ada Gus Judin, Gus Ndah, Gus Munjid, Thong Sheng dan beberapa Gus Yang Lain. Bahkan kang Khoirun Ni’am juga ikut nimbrung di situ.
Bu Nyai \= "Sudah sana samperin temen temen kamu."
"Injih buk” ucap Gus Jalal yang terus menghampiri teman temannya.
Jalal \= "assalammu’alaikum."
"Wa’alaikum Salam balas mereka serentak."
Gus Munjid \= "ahlan wasyahlan."
Gus Munjid \= "ha ha ha."
Gus Judin \= "Kemana saja tho wong ganteng ini kok gak pernah kelihatan?"
Jalal \= "he he he."
Gus Munjid \= "Kapan hari kemana kok nggak ikut jam’iyahan kubro."
Jalal \= "Kapan itu?"
Gus Munjid \= "Lho, kamu nggak dapat undangan apa?"
Jalal \= "Enggak. Undangan dalam rangka apa?"
Gus Munjid \= "Bahwa itu para gus semua harus hadir. Terutama bakal calon ketua. Sedangkan kami mencalonkan mu sebagai pengganti gus bashidh."
Jalal \= "Alloh Karim. Aku nggak dapat undangan itu gus?"
__ADS_1
Gus Munjid \= "Lho, Gus Judin nggak kasih kabar kamu apa?"
Jalal \= "Apanya, Gus Judin malah ngirimi video orang nikahan kok."
Lalu Gus Munjid melirik ke arah Gus Judin.
Gus Judin \= "Lho, aku kira sudah di kasih tahu yang lain. Orang neng Munadhiroh WA saya bahwa dia sudah telpon Blawonk kok.
"Blawonk," ucap Gus Munjid sambil menjewer telinganya."
Ni’am \= "Aduh duh duh..ampun gus. Sudah aku sampaikan pesannya Neng Munadhiroh
kepada guse. Bahwa guse di dangu sowan ke ndaleme Gus Bashidh. Aduh duh duh duuuuhhh."
Jalal \= "Mbok jangan di aniaya tho gus.kasian dia."
Gus Munjid melepaskan jewerannya.
Gus Munjid \= "Wah, ada yang tidak beres ini. Ada yang sabotase ini biar Gus Jalal nggak jadi penggantinya Gus Bashidh."
Jalal \= "Iya sudah tho.orang aku juga belum pantas buat gantiin beliaunya. Terus kira kira siapa yang bakal di calonkan ini?"
Gus Ndah \= "Iya Gus Faiz sebagai calon terkuat untuk saat ini. Tetapi kalau panjenengan mau maju. Insya alloh 85% semua para gus bakal milih panjenengan. Berhubung kemarin kamu nggak ikut jamiyah. Iya Gus Faiz kelihatannya yang bakal menang."
Jalal \= "Iya sudahlah. Apapun keputusannya dan hasil akhirnya. Kita ikuti saja gus."
Gus Ndah \= "Bolehkah aku minta sesuatu gus ?"
Jalal \= "Monggo monggo,tafadhol gus."
Gus Ndah \= "Apa kuncinya biar kita bisa ikhlas dan sabar menerima sesuatu. Misalnya nasehati seseorang."
Jalal \= "Ha ha ha....iya tanyakan mbah yaine jenengan tho gus gus."
Gus Ndah \= "Mbah yai Cuma bilang. Iya nasehatilah seseorang dalam kebaikan dan
taqwa. Jika dia menolak mu.mungkin dia lagi mengajari mu tentang arti sebuah kesabaran."
**bersambung
__ADS_1