Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 112 Anjangsana2


__ADS_3


Jalal \= "lho, bener itu gus. Terus?"


Gus Ndah \= "kalau menurut kamu gus?"


Gus Jalal \= "iya kalau menurut aku. Nasehatilah seseorang demi kebaikan dia, demi kemaslahatan dia,demi kebahagiaan dia fiddini waddun ya wal akhiroh. Seandainya dia menolak,yang rugi dia bukan kamu gus."


Gus Judin \= "kalau soal cinta?"


Jalal \= "Alloh Karim."


Gus Judin \= "hayo tho ji!"


Jalal \= "iya kalau kamu mencintai seseorang. Cintailah dia, sayangilah dia demi kebaikan dan kebahagiaannya. Jika dia menolak mu, yang rugi itu dirinya bukan diri mu."


Gus Munjid \= "kalau gus judin akhir akhir ini bahas cinta terus. Jangan kaget gus, khan


dia habis lamaran."


Jalal \= "Alloh Karim, aku kok nggak di kasih tahu soal itu tho yi?"


Gus Judin \= "Cuma acara kecil kecilan kok ji. Nanti kalau pas acara nikahannya aku undang."


Jalal \= "Siaaaapp."


Gus Judin \= "Tetapi jangan lupa amplop pane."


Jalal \= "Hahaha, Alloh Karim"


Gus Ndah \= "hayo kita beli minuman dulu. haus aku!"


Jalal \= "kalian saja.aku nggak terlalu haus kok gus."


Gus Ndah \= "Hayo Gus Judin, Gus Munjid, Gus Sholehuddin. Blawonk ikut juga yach?"


"Aku tak di sini saja Gus Ndah" ucap Gus Sholehuddin atau yg akrab di panggil Thong


Sheng.


"aku juga di sini saja gus," ucap Kang Khoirun Ni’am.

__ADS_1


Gus Ndah \= "kamu mau minum apa Gus Jalal?"


Jalal \= "enggak usahlah gus."


Thong Seng \= "jus alpukat itu kesukaannya. Tetapi iya harus di kasih susu."


Gus Ndah \= "oooowwwwhhhh, kalau jus alpukat saja kamu nggak mau ya gus?"


Jalal \= "nggak."


Gus Ndah \= "kalau ada susunya?"


Jalal \= "mau."


Gus Ndah \= "kalau roti bakar saja?"


Jalal \= "nggak."


Gus Ndah \= "kalau ada susunya.?"


Jalal \= "mau."


Gus Ndah \= "kalau orang?"


Gus Ndah \= "makanya,kalau ada kamu mau nggak?"


Jalal \= "Iya jelas nggak mau lah gus. Masak ada warung jualan orang?"


Gus Ndah \= "kalau ada susunya?"


"Ha ha ha..." Gus Judin dan lainnya tertawa.


Jalal \= "ha ha ha...iya sudah. Aku jus alpukat saja. Ingat, jus alpukat saja. Jangan yang


jualan yang kamu bawa sini!"


Gus Ndah \= "Ha Ha ha. Iya sudah ayo berangkat. Assalammu’alaikum."


Jalal \= "‘alaikumussalam warohmatulloh."


"Aku tak di sini saja” ucap Kang Ni’am.

__ADS_1


"hayo ikut," jeweran gus judin membuatnya


berdiri dan mengikuti langkah gus gus yang lain."


Thong Seng \= "gimana kabarnya gus?"


Jalal \= "Alhamdulillah, berkat pangestunipun panjenengan sae sedoyone kok seng."


Thong Seng \= "Bagaimana kabar neng nabila?"


Jalal \= "Hah...Nabila siapa seng?"


Thong Seng \= "Udah, jangan pura pura kaget. Aku sudah tahu semuanya tentang Nabila Alfiyatuz Zahro."


Jalal \= "Lho, kamu tahu dari mana seng?"


Thong Seng \= "Nggak perlu tahu aku tahu dari mana. Cuma pesan ku, kalau kamu nggak sayang dirinya. Cepetan kamu bilang, jangan sampai engkau menggantungnya."


Jalal \= "Sebenarnya masalah ku begitu pelik seng. Ini bukan tentang cinta atau tidak


cinta?"


Thong Seng \= "Terus, apa kau akan terus membuatnya bingung antara pengharapan


dan kenyataan? kalau nggak cinta iya bilang saja gus!"


Jalal \= "Kalau kamu tanya aku sayang dia atau tidak?


Demi Alloh aku sayang dia.


Jika kamu tanya aku,apakah aku cinta dia?


Demi Alloh aku cinta sama dia."


Thong Seng \= "Terus?"


Jalal \= "Tetapi, mungkin dia nggak akan bahagia di sisi ku seng. Aku ini nggak bisa apa apa dan tak punya apa apa.aku tak punya sesuatu yang bisa buat dia bahagia di sisi


ku."


Thong Seng \= "Kamu khan memiliki banyak hal yang di idam idamkan para perempuan gus. Kamu juga punya pondok pesantren."

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2