Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 92. Rawon e kroso mak nyes.


__ADS_3


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Zidan \= "Malam ini. Neng Humaidah akan jadi pendekar. Nanti kain ini di ikatkan di


kepalanya Neng Humaidah. Neng Humaidah akan menjadi pendekar perempuan yang tak akan tertandingi melawan para penjahat. Gadis kecil itu tersenyum sedikit."


Zidan \= "Nyuwun dalem sewu Kyai. Dalem ikatkan ke kepala Neng Humaidah."


Yai Idris \= (mengangguk pelan)


Zidan \= ( mengikat kain itu di kepala neng humaidah ). "Bagaimana? dinginkan neng. Itu tandanya kekuatan salju milik neng humaidah sudah mulai keluar. Hayuk gendong kang Zidan. Menumpas para penjahat."


Gadis kecil itu mulai melepaskan pelukannya dari pundak Romo Kyai Idris. Lalu menyambut uluran kang zidan. Setelah menngendong Neng Humaidah. Kang Zidanpun berucap


Zidan \= "Dalem aturi istirahat saja kyai.biar neng humaidah saya momong."


Yai Idris \= "Injih kang. Matur nuwun sanget Njih Kang."


Zidan \= "Jangan begitu tho kyai. Dalem malah pekewuh niki."


Yai Idris \= "Titip humaidah injih kang?"


Zidan \= "Injih kyai."


**🌺🌺🌺🌺🌺


Yai Haidar Ali \= "Malam itu, Abah mu momong Neng Humaidah. Menggendongnya sepanjang malam dan mengganti kompresan daun cocor bebek setiap 1.5 jam sekali. Kalau neng Humaidah minta minum. Abah mu juga yang membuatkan susu. Kadang juga minta main dakon atau main mainan yang lain. Dan setelah Neng Humaidah sembuh. Neng Humaidah mau belajarnya Cuma sama abah mu. Belajar alif ba ta’ bahkan belajar juz ‘amma. Kalau dulu, metode belajarnya masih dengan turutan. Itu juga abah mu yang


ngajarin. Nanti kalau menjelang shubuh. Semua anggota keluarga romo Kyai Idris

__ADS_1


semuanya bangun, tak terkecuali neng Humaidah. Iya abah mu juga yang masak air


buwat mandi neng humaidah. Karena kata bu Nyai Idris, kalau pagi Neng Humaidahnya hanya mau mandi pakai air hangat."


Jalal \= ( ya alloh bah.bisakah aku berjalan seperti mu. Berapa banyak hal yang harus


engkau lalui sampai engkau benar2 bisa di banggakan dengan sebutan ayah. Dan


bisakah aku korbankan perasaan ku kepada Nabila. Untuk mengukir senyum di bibir Ayu Ningrum )


...... \= "Teng teng...makanan sudah siap."


Gus jalal terbelalak kaget. Melongo menatap neng Nadia Fauziah yang datang dengan


membawa lengser yang berisi dua piring nasi. dua gelas air minum dan secangkir kopi.


Yai Haidar Ali \= "Hayo di makan dulu Bagus Cilik."


Jalal \= "Lho, Ndoro nggak puasa?"


Nadia \= "Khan Nadia lagi udzur bulanan gus."


Jalal \= "Tetapi, aku tadi sudah makan ndoro."


Nadia \= "Pokok e harus makan."


Jalal \= ( mlongo memandang nadia ).


Nadia \= "Teng teng...makanan sudah siap."( sambil menyodorkan sebuah piring yang sudah ada kepada gus jalal )


Gus Jalalpun menerima piring itu. Dia pandangi sayur di piring itu. Lalu menoleh ke

__ADS_1


arah nadia serasa tak percaya. Gus Jalal berucap


Jalal \= "Rawon?"


Nadia \= "Iyach, rawon."


Yai Haidar Ali \= "Hayuk di makan gus!"


gus jalal tersenyum menganggukan kepala. Dadanya serasa sesak dan matanya mulai


berkaca kaca. Serasa sejuta kesedihan menyergapnya tiba2. Lalu tangan kanannya


mulai gemetar memegang sendok. Setelah membaca basmalah dan sudah nasi yang di sendok itu hampir menyentuh bibirnya. Tiba2 terdengarlah suara Nadia berkata


Nadia \= "enak gus?"


Jalal \= ( memaksa diri untuk tersenyum ).


Nadia \= "Enggak kurang apa gitu?"


Yai Haidar Ali \= "Nadiaaaa..kalau orang lagi makan ,jangan di ajakin ngobrol tho!"


Mata yang berkaca kaca itu tak mampu terbendung lagi. Deraiannya mulai mengalir


walau di tahan oleh gus jalal. Dengan sangat lirih, Gus Jalalpun berucap “ "nay."


**bersambung.


~ Kidung Cinta di Shinggelopuro ~


Walau terpisah Cinta bersemi sampai mati.

__ADS_1


Mampir yuk.. Karya terbaruku**.


__ADS_2