
hayo Gus Ja'Far, istirahat dulu!" ajak romo Kyai Zidnan Ali sambil berdiri. Gus Ja'Far dan lainnya juga ikut berdiri. Lalu Bu Nyai, Neng Nadia dan yang lainnya berjalan mengikuti langkah romo Kyai Zidnan Ali dari belakang.
Di situ, cuma Gus Jalal saja yang duduk sambil termenung. Pikirannya entah kemana.sampai beberapa menit kemudian. Suara bu nyai mengagetkannya.
"Bagus Cilik" ucap Bu Nyai yang sudah
duduk di sampingnya.
Jalal \= "Dal...dalem buk."
Bu Nyai \= "Kok malah ngelamun di sini tho nak?"
Jalal \= "Mboten kok buk."
Bu Nyai \= "Kamu suka ya sama neng Nabila?"
Jalal \= "Lho, kata siapa tho buk?"
Bu Nyai \= "Soalnya ibuk perhatikan ekspresi wajah kamu. Saat kamu telponan dengan
gus umam."
Jalal \= (Terdiam dan menunduk)
Bu Nyai \= "Kalau kamu cinta sama neng Nabila. Kamu bilang sama ibuk. Biar nanti, ibuk yang ngomong sama abah mu."
Jalal \= "Apa pantas Bagus bersaing dengan Gus Umam, putra dari romo kyai Ridwan
Ahmad. Gurunya Bagus dulu?"
Bu Nyai \= "Yang sabar yach nak?"
Jalal \= "Injih buk, pangestu nipun."
Bu Nyai \= (tersenyum sambil mengelus elus lengan putra kesayangannya).
Jalal \= "Ya sudah buk. Bagus mau ke kamarnya Kang Ni'Am dulu."
__ADS_1
Bu Nyai \=(tersenyum sambil menganggukan kepala).
Berlalulah Gus Jalal dari hadapan ibundanya. Tak seberapa lama sampailah dia di depan kamar Kang Ni'Am.
Jalal \= "Assalammu'Alaikum..Wonk..Blawonk."
Ni'Am \= "Wa'Alaikumsalam Warohmatulloh. Dalem gus." (sambil membuka pintu
kamarnya)
Jalal \= "Kamu lagi apa wonk?"
Ni'Am \= "Lagi ngerjain tugas kuliah gus. Monggo mlebet gus."
Jalal \= "Iyo wonk."
Ni'Am \= "Mbok saya di bantu ngerjain tugas tho gus gus."
Jalal \= "Aku nggak bisa wonk."
Ni'Am \= "Ha ha ha...panjenengan mesti jawabannya seperti itu."
Jalal \= "Lha pitakon mu mesti angel angel eg."
Jalal \= "Gus, purun dipun pijeti nopo mboten?"
Ni'Am \= "Ha ha ha...ini tadi minta di pijiti tho?"
jalal \= (tersenyum)
Ni'Am \= "Tetapi nanti ajari aku ngelamar Husna Azkia ya gus?"
Jalal \= "Lho, kamu serius wonk?"
Ni'Am \= "Iya serius tho gus. Rencana ku mau lamaran sama dia dulu. Nanti habis kuliah
dan udah dapat kerja baru kita menikah. Setidaknya sudah ada ikatan, sudah ada komitmen di antara kita gus."
Jalal \= "Bagus itu, terus?"
__ADS_1
Ni'Am \= "Selain itu, aku telah mencintai Husna Azkia sejak dia berada di Lauhul Mahfudz."
Jalal \= "Ah, prut."
Ni'Am \= "Ha ha ha...panjenengan dapat kosakata " ah,prut " dari mana gus gus?"
Jalal \= "Hmmm... rahasia."
Ni'Am \= "Ya sudah.. pokoknya ajari aku kalimat romantis untuk ngelamar husna azkia gus. Di mana nanti dia tak akan melupakannya seumur hidup."
Jalal \= "Apa yach?"
Ni'Am \= ( memperhatikan gus jalal dengan sangat khusyuknya)
Jalal \= "Dik Husna,maukah kamuuuu....."
Ni'Am \= "hop hop hop.....nyuwun sewu gus mbok isim e dipun gantos."
Jalal \= "Alloh Karim."
Ni'Am \= "Maaf sanget njih gus. Takutnya nanti kata kata panjenengan bisa jadi do'a gus. Khan aku yang repot.
Jalal \= "Ooowwwhhhh. Kamu takut nanti aku tikung?"
Ni'Am \= "Kalau Neng Nabila saja bagaimana gus?"
Jalal \= "Huuuuufftttt"( mengambil nafas panjang).
Ni'Am \= "Lho, kenapa gus?"
Jalal \= "Aku belajar melupakan dia wonk."
Ni'Am \= "Lho..kok,malah mau di lupakan tho gus?"
Jalal \= "Aku nggak mungkin bersaing dengan gus Umam Wonk. Aku nggak mau menyakiti hati guru ku, romo kyai Ridwan Ahmad dengan menyakiti hati putra kesayangannya."
Ni'Am \= "Injih gus... ikang sabar njih gus."
Jalal \= ( tersenyum) "Kalau Ayu Ningrum saja bagaimana wonk?"
__ADS_1
Ni'Am \= "Injih gus. Monggo sakerso panjenengan kemawon."
bersambung.