Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 97. Su'udhon kok dapet istri?????.


__ADS_3


Gus Nan Ali \= "Iya begini ini, hadiah orang su'udhon kang."


Irsyad \= "Su'udhon?"


Zidan \= "Iya kang, aku sangka santri putri itu tadi lagi janjian sama seseorang. Santri putra mungkin. Makanya tadi saya ikuti dari belakang. Ternyata, dia memang beneran pulang ke rumah. Pas kembali, aku genjot sepeda ini dengan cepat. Lha kok pas di pertigaan jalan, sarungku tersangkut di gear. Aku kesrimpet terus jatuh terjerembab di sawah yang mau di tanduri padi kang."


Irsyad \= "Ha ha ha...nyenyek tun tun."


Gus Nan Ali \= "Kok kelihatannya kamu puas banget lihat temannya jatuh tho kang Dul?"


Irsyad \= "Maaf kang...tetapi semoga kejadian ini bisa jadi washilah keberkahan."


Gus Nan Ali \= "Maksudnya?"


Irsyad \= "Tadi, pas jenengan nganterin kedua santri putri itu. Tiba tiba lamunan ku seakan akan melihat cerita cinta Nabiyulloh Musa dengan putrinya Nabi Syu'Aib. Aku sangat yaqin, salah satu dari mereka Insya Alloh bakalan jadi istri mu."


Gus Nan Ali \= "Amin."


Irsyad \= "Ha ha ha....ternyata ngarep juga tho?"


Gus Nan Ali \= "Dongane wong teraniaya itu ma'bulan mustajabah."


Irsyad \= "Ha ha ha...teraniaya cinta wkkkkkk....."


🌺🌺🌺

__ADS_1


2 tahun sudah waktu berlalu, Kang Zidan juga sudah lama boyong dari pondok. Sampai suatu malam. Kang Zidan atau Gusnan Ali di panggil oleh Romo Kyai Hasyim Ali.


Yai Hasyim \= "Gus Nan Ali."


Gus Nan Ali \= "Dalem Bah."


Yai Hasyim \= "Kesini sebentar, abah mau bicara sama kamu."


Gus Nan Ali duduk di dekat abahnya yang lagi duduk bersila di ruang tamunya yang beralaskan permadani warna merah.


Gus Nan Ali \= "Injih Bah, ada apa bah?"


Yai Hasyim \= "Kamu sudah hampir 2 tahun boyong dari pondok. Mas mu Haidar Ali juga sudah punya putra. Terus kapan kamu ini mau nikah?"


Gus Nan Ali \= ( tersenyum sambil menundukan wajah)


Gus Nan Ali \= "Injih bah. maaf."


Yai Hasyim \= "Ya sudah, besok habis shubuh kita berangkat, ikut abah menghadiri pesamuan agung. Besok abah ada undangan pertemuan seluruh kyai kyai setanah jawa dan para mursyid dari thoriqoh muktabaroh seindonesia. Kamu harus ikut. Kamu yang sopirin."


Gus Nan Ali \= "Injih bah,nderek aken."


Akhirnya, habis shubuh Gus Nan Ali dan romo Kyai Hasyim berangkat dari pondoknya. Menghadiri pasamuan agung poro ulama dan poro ahli thoriqoh di tempatnya Ndoro Habib. kira kira jam 9 an pagi. Mereka sudah sampai di tempatnya shohibul beit, Ndoro Habib. Para kyai,para mursyid dan juga beberapa tamu undangan lainnya sudah mulai berdatangan. Waktu itu awan hitam mulai menyelimuti. Seakan akan pagi itu akan di guyur hujan.


Gus Nan Ali, berjalan di belakang ayahandanya. ketika mulai gerimis, tanpa sengaja dia melihat orang tua berkopyah haji sedang berdiri di bawah pohon. Padahal, para tamu undangan semuanya berteduh di bawah terop biar tidak basah oleh rintikan air hujan.


Yai Hasyim Ali memasuki rumah ndoro habib yang juga di ikuti oleh Gus Nan Ali. Ndoro Habib langsung merangkul Yai Hasyim Ali menyambut kedatangannya. Gus Nan Ali langsung sungkem dan mencium tangan Ndoro Habib.

__ADS_1


Setelah bersalaman, gus Nan Ali meminta izin untuk keluar sebentar. Setelah keluar dari rumah Ndoro Habib, dia menuju orang tua yang berteduh di bawah pohon, dari gerimisan air hujan. Dengan santun, Gus Nan Alipun menyapa orang tua tadi.


Gus Nan Ali \= "Assalammu'Alaikum."


...............\= "Wa'Alaikumsalam Nak."


Gus Nan Ali \= "Nyuwun dalem sewu sak derenge. Mbok bilih mboten dados aken


penggalihipun kakek. Dalem aturi masuk untuk berteduh kek. Biar tidak kehujanan."


............\= "Injih nak. Di sini saja insya alloh tidak sampai basah kok nak."


Gus Nan Ali \= "Hayuk kek, sebentar lagi malah makin deras hujannya."


**bersambung.


ikuti karyaku lainnya.


▶Cinta Dalam Doa.


▶Kidung Cinta di Singgelopuro.


▶Balada Perjaka Tua.


▶Kang Jambul pemburu tuyul.


terima kasih**.

__ADS_1


__ADS_2