
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Yai Haidar Ali \= "Realitanya tak semudah teori mu itu Bagus Cilik."
Jalal \= "Maksud pak dhe ?"
Yai Haidar Ali \= "Begini ceritanya. Wakktu neng humaidah baru berumur 2 tahun. Dia
sakit panas. Setiap siang hari maupun malam hari selalu nangis. Padahal sudah di bawa ke dokter, tetapi juga nggak berkurang sakitnya. Sampai suatu malam, Abah mu memberanikan diri matur sama romo Kyai Idris."
Abah mu matur
**
Zidan \= "Nyuwun dalem sewu kyai. Mbok bilih di keparengaken. Dalem mau lihat keadaan Neng Humaidah. Dalem nggak tega kalau dengar suara tangis Neng Humaidah
terus menerus."
Yai Idris \= "Injih, monggo kang.'
Lalu, berjalanlah Kang Zidan di belakang kyai idris.ketika di depan sebuah kamar. Romo Kyai Idrispun berucap.
Yai Idris \= "Jenengan tunggu di sini dulu njih kang?"
Zidan \= "Injih Kyai."
Lalu, masuklah Romo Kyai ke dalam kamar yang terdengar suara tangis seorang anak
__ADS_1
kecil. Tak seberapa lama, keluarlah romo kyai Idris sambil menggendong putrinya yang masih menangis. Lalu, setelah meminta izin Romo Kyai Idris. Memegang kening neng Humaidah. Kang Zidan pun kaget
Zidan \= "Astaghfirullohal โadhim. Panas banget kyai?"
Yai Idris \= ( Menatap sayu ke arah kang Zidan )
Zidan \= "Dalem carikan obat kyai."
Setelah berpamitan sama kyai idris. Kang Zidan pun bergegas meninggalkan tempat
itu. Dalam beberapa puluh menit.kembalilah kang Zidan dengan membawa satu kresek daun.
Yai Idris \= "Daun apa itu kang?"
Zidan \= "Ini daun cocor bebek kyai."
Yai Idris \= "Lho, di pondok sini sepertinya nggak ada tanaman itu niku kang."
Yai Idris \= "Owalah kang kang. Mbok ya jangan ngrepoti orang tho kang!"
Zidan \= "Mboten kok kyai. Malah para warga sini senang bisa membantu kyai dan
mendoโakan kesembuhan untuk neng Humaidah."
Yai Idris \= "Ya sudah. Kalau begitu, sampaikan salam terima kasih ku untuk mereka semua kang!"
Zidan \= "Injih Kyai, Insya Alloh besok dalem sampai aken.
Ya sudah kyai, mohon pamit dulu. Daun cocor bebeknya dalem cuci dulu."
__ADS_1
Lalu, Kang Zidan pergi menuju ke sumur untuk mencuci beberapa helai daun cocor bebek. Menumbuknya lalu menaruhnya pada sehelai kain. Tak seberapa lama, kembali menghampiri Romo Yai Idris yang masih menggendong Neng Humaidah dengan sisa2 sesenggukan isak tangisnya. Sambil tersenyum, Kang Zidan berucap
Zidan \= "Neng Humaidah. Hayo gendong kang Zidan yuk."
Neng Humaidah masih belum mau melepaskan tangannya dari pundak romo Kyai Idris.
Zidan \= ( tersenyum ). "Hayooo... lihat ini. kang Zidan bawa apa?" ( sambil menunjukkan sehelai kain kepada neng humaidah ).
Gadis kecil itu hanya menatap sehelai kain itu tanpa berkedip. meski, sesenggukan
tangisnya masih tersisa.
Zidan \= "Malam ini. Neng Humaidah akan jadi pendekar. Nanti kain ini di ikatkan di kepalanya neng Humaidah. Neng Humaidah akan menjadi pendekar perempuan yang tak akan tertandingi melawan para penjahat.
Gadis kecil itu tersenyum sedikit."
Zidan \= "Nyuwun dalem sewu kyai.dalem ikatkan ke kepala neng Humaidah."
Yai Idris \= (mengangguk pelan)
Zidan \= ( mengikat kain itu di kepala neng humaidah ). "Bagaimana? dinginkan neng. Itu tandanya kekuatan salju milik neng Humaidah sudah mulai keluar. Hayuk gendong kang Zidan. Menumpas para penjahat."
Gadis kecil itu mulai melepaskan pelukannya dari pundak Romo Kyai Idris. Lalu menyambut uluran tangan kang Zidan. Setelah menngendong neng humaidah. Kang Zidanpun berucap
Zidan \= "Dalem aturi istirahat saja kyai. Biar neng Humaidah saya momong."
**bersambung
~ Kidung Cinta di Shinggelopuro ~
__ADS_1
Walau terpisah Cinta bersemi sampai mati.
Mampir yuk.. karya terbaruku**.