Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )

Gusku Suamiku ( YA ROBB, Maafkan Aku Yang Menikung Cinta -MU. )
ch. 28. PERJODOHAN


__ADS_3


*******


Lalu, Bu Nyai pun memasuki rumahnya untuk mengambilkan ketan. Di saat itu juga.


******"


Gus Jalalpun juga baru keluar dari masjid.


Diapun berjalan setapak demi setapak.


Wajahnya menunduk tanpa menengok kekanan maupun ke kiri. Memasuki pelataran rumah. Wajahnya tetap tertunduk. Sampai, sebuah suara menghentikan langkahnya.


******"


Bu Nyai \= "Bagus, mbak Husnanya ibuk kasih 2 yach."


Jalal \= "injih buk monggo sak kerso. Dalem mlebet rumiyin buk."


Bu Nyai \= ( hanya mengangguk sambil tersenyum )


Sedangkan, Husna Azkia hanya bisa tertegun memperhatikan gus Jalal dari jarak yg agak jauh, dia pun hanya bisa berkata dalam hati.


Husna \= ( ya alloh guseee. Tak pernah melihat keindahan bintang maupun arakan awan yg berjajar menghias langit. Pandangan mu hanya tertuju pada bumi yg akan engkau pijak. Owalah, pantesan Ayu Ningrum kesemsem. Lha wong pertingkahe jian Bagus tenan kok ).


Bu Nyai \= "mbak Husna."


Husna \= ( cuma diem ).


Bu Nyai \= "mbak Husna."


Husna \= "injih2 buk."


Bu Nyai \= "lha kok malah nglamun tho. Mikirin apa ???"

__ADS_1


Husna \= "mboten kok buk" ( sambil tersenyum ).


Bu Nyai \= "ya sudah, ini ketannya. Terus, tolong bilang sama Ayu Ningrum. Mulai besok Ayu Ningrum juga bantu2 ibuk di dapur yach. Gak usah malu2 lagi. Wong dapure ada di sebelah rumah. Juga ada pintu sampingnya. Jadi, kalau ke dapur khan gak perlu lewat rumah tho. Jadi gak usah malu2 lagi."


Husna \= "injih buk, matur nembah nuwun."


Bu Nyai \= "ya sudah, kalau begitu. Ibuk mau masuk dulu."


Husna \= "injih buk, nderek aken" ( sambil mencium tangan bu nyai Nurifatul Afifah ).


*****


Sedangkan, di dalam rumah gus Jalal sedang sibuk membuatkan kopi sama teh hangat.


Dan romo Kyai Zidnan Ali juga tak mau kalah.


Menyiapkan piring, baskom berisi air. Saat, Bu Nyai memasuki ruang makan pun kaget.


*****


Jalal \= "itu Abah buk yg nyiapin ini semua."


Yai Zidnan \= "yo sekali kali nyenengke ibu mu tho Bagus."


Bu Nyai \= ( hanya tersenyum ).


Setelah itu, makanlah keluarga kecil itu.


Sesudah makan. Romo Kyai pun dawuh.


Yai Zidnan\= "Bagus, tolong bawakan kopine abah ke ruang tamu. Abah juga mau bicara sesuatu sama kamu nak."


Jalal \= "injih bah. Terus, teh ipun ibuk dos pundi niki ?"


Bu Nyai \= "biar ibuk yg bawa sendiri bagus."

__ADS_1


Jalal \= "gak usah buk, biar Bagus saja yg bawakan sekalian."


Lalu Jalalpun mengambil lengser.


Dan berjalanlah gus Jalal mengikuti ramanda & ibundanya sambil membawa 2 cangkir kopi sama 1 gelas teh hangat.


yai zidnan \= "Bagus, ada hal yg mau Abah sampaikan sama kamu gus."


Jalal \= "iya bah. Memangnya ada masalah apa tho bah ?"


Yai Zidnan \= ( menghela nafas panjang ). "Kamu khan sudah besar tho nak. Apa gak punya pandangan calon ibuk, buwat calon anak2 mu kelak tho ?."


Jalal \= ( hanya tersenyum ).


Yai Zidnan \= "Abah dan Ibuk mu juga sudah rembugan Bagus. Kalau kamu mau, arep tak olehke sama ponakannya Romo Kyai Zamrozi Baqir."


Bu Nyai \= "iya Bagus. Baik kok anaknya, pinter. Cuma ya agak pemalu."


Jalal \= ( mak deg ). "Nyuwun dalem sewu bah. Mbok bilih angsal anggen kulo matur. Nopo, mboten langkung saene tetepangan rumiyin tho bah ?."


Yai Zidnan \= "lha mosok gak percoyo pilihane Abah tho nak ? Kok harus kenalan dulu."


( sambil tersenyum ).


Jalal \= "bukannya gak percaya dengan pilihannya abah. Cumaaaa...Bagus kwatir, nanti malah ponakannya romo kyai Zamrozi Baqir yg gak mau sama saya bah."


Yai Zidnan \= "teruuuusss ???"


Jalal \= "kalau menurut Bagus, Sebaiknya tetepungan rumiyin Bah. Apa dia mau


nerima Bagus yg cuma seperti ini."


**bersambung.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🥗

__ADS_1



__ADS_2