
🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹
Jalal \= "injih Gus, sae."
*******
Jalal \= "Singkat cerita wonk. Aku pindah ke sekolah MAN dekete ponpese Gus Umam. Karena saya tahu, bahwa Nila Nihayah juga sekolah di situ. Aku mau buat kejutan untuk Nila Nihayah. Setelah aku cari2 keberadaan dirinya. Ternyata .......( tak sanggup meneruskan kata2nya )
Ni'am \= "Ternyata apa gus ?"
Jalal \= ( menghela nafas panjang ) "Ternyata Nila sudah di panggil yg kuasa 1.5 bulan yg lalu."
Ni'am \= "Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Terus apa kang Thong Seng juga nggak tahu soal itu gus."
Jalal \= ( geleng2 kepala ) "hp nya Tong Sheng di rampas pengurus pondok wonk."
Ni'am \= "ikang sabar njih gus."
Jalal \= "Nila kena typus dan di rawat di rumah sakit selama satu minggu. Ketika sudah di perbolehkan rawat jalan. Besoknya dia nekat brangkat sekolah sendirian mengendarai sepeda motor tanpa sepengetahuan orang tuanya. Mungkin karena belum benar2 sehat. Dia kehilangan kendali sampai kecelakaan itu terjadi.
Ni'am \= Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Apa Pak Amin dan Bu Halimah nggak ada di rumah gus ? Kok sampai nggak ada yg ngawasi.
Jalal \= Pak Amin sama Bu Halimah pas lagi di sawah. Mungkin lagi sibuk2nya tandur padi Wonk. huuuuffffttttt
__ADS_1
Jalal \= ( matanya jauh menerawang melampui dimensi ruang dan waktu. Mengingati sisa2 kenangan yg ada ).
Ni'am \= ( hanya diam tanpa berani berkata apa apa )
Jalal \= huuuufffftttt, sekarang ku hanya bisa bercengkerama denganya dalam sebuah do'a.
Ni'am \= ( hanya diam ).
Jalal \= "hanya itu yg bisa aku lakukan untuknya Wonk. Karena Pasti dirinya sedang sendirian di alam sana."
Ni'am \= "Injih Gus."
Jalal \= "Ketika anak Adam meninggal dunia wonk. Maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara.
صدقة جارٌة او علم ٌنتفع به, اوولد صالح ٌدعول
Sedangkan Nila bukan orang kaya. Juga bukan Ustadzah yg mengajarkan ilmu. Apalagi berharap kepada do'a anak sholih. Wong dirinya saja belum nikah. Hanya lantunan do'a2 ku yg bisa aku panjatkan, memintakan maghfiroh dan rohmah untuk Nila Nihayah. Mungkin, ini sebagai bukti cinta ku untuknya Wonk.
Ni'am \= ( engkau selalu tahu bagaimana cara mencintai dengan indah gus. Beruntung sekali perempuan yg telah engkau cintai ).
Jalal \= "Ya sudahlah Wonk. Mau gimana lagi. Kalau sudah KUN pasti FAYAKUN khan wonk ?"
Ni'am \= "injih gus."
Jalal \= "Makanya mumpung masih mondok. Yg sregep ngajinya. Biar nanti kalau sudah boyong. Bisa jadi panutan di masyarakat dan tularkan ilmu mu yg telah engkau timba di pesantren ini. Siapa tahu, itu bisa jadi investasi di akhirat."
__ADS_1
Ni'Am \= "Injih gus. Pandungane."
Jalal \= "Cuma pesan ku. Kalau sudah di masyarakat. Bergaul dengan orang2 awam. Kalau bisa jangan terlalu obral dalil. Lihat dulu siapa yg kamu ajak bicara Wonk."
Ni'am \= "Memangnya kenapa gus ?"
Jalal \= "Tahu kenapa bershodaqoh secara sembunyi2 itu lebih baik. Karena jangan sampai pemberian mu, malah menegaskan kemiskinan orang2 yg engkau santuni. Begitupun dalam menasehati masyarakat awam. Jangan sampai dalil mu menegaskan kejahilan orang yg engkau nasehati. Karena dia pasti tersinggung jika kau tunjukkan kebodohannya. Belajarlah jadi mulia tanpa harus menghinakan sesama."
Ni'am \= "injih gus."
Jalal \= "ya sudah, ini setengah jam lagi mau shubuh. Aku mau balik dulu Wonk."
Ni'am \= "Injih gus nderek aken. Ngenjang shiyam njih gus ?"
Jalal \= "Insya Alloh."
Ni'am \= "Wah hebat gus. Istiqomah shiyam senin kemis."
Jalal \= "Iya nggak apa apa. Ketimbang ambegane sing senin kemis."
Ni'am \= "hahaha. Saget mawon jenengan niku gus gus."
bersambung.
__ADS_1