
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sehabis sholat maghrib berjama'ah. Maka, kembalilah para santri ke pondokannya
masing2. Memang, di ponpesnya yai Zidnan Ali. kalau habis maghrib. Kegiatan para santri adalah hafalan. Ada yg hafalan imrithi, alfiyah bahkan al qur'an. Yg akan mereka setorkan nanti sehabis shubuh. Mungkin nanti habis ngaji ba'da isya' atau pas mau tidur baru lalaran lagi.
Tetapi itu tidak terjadi pada Gus Jalal. Di ruang tengah rumahnya. Duduklah romo Yai Zidnan Ali. Bu nyai Nurifatul Afifah dan di depan beliau berdua ini, duduklah gus Jalal. Pikirannya menerawang jauh. Bertanya tanya, ada apa ini gerangan. Tidak biasanya seperti ini
" buuukkk " suara Yai Zidnan Ali memecah keheningan.
Bu Nyai Afifah \= "dalem bah."
Yai Zidnan Ali \= "tolong abah buatkan kopi lagi buk !"
Bu nyaipun melirik ke meja yg ada di depannya. Di atas meja itu, kopi romo Yai Zidnan Ali masih setengah gelas. Bu nyai Nurifatul Afifah pun faham. Bahwa ini hanyalah kinayah bahasa romo Kyai Zidnan Ali yg menyuruh bu nyai untuk meninggalkan tempat itu. Lalu, dengan menghela nafas panjang. Bu Nyai Nurifatul Afifah, beranjak dari tempat duduknya menuju dapur. lalu, Romo Yai Zidnan Alipun mulai berbicara
Yai Zidnan Ali \= "Bagus Cilik."
Jalal \= "dalem bah."
Yai Zidnan Ali \= "bagaimana sekolah dan ngaji kamu di ponpese Yai Ahmad ?"
Jalal \= "alhamdulillah... lancar sedoyone kok bah."
Yai Zidnan Ali \= "alhamdulillah kalau seperti itu. Kamu nggak sering kena takzir khan
gus ?" (Menatap tajam ke arah Gus Jalal )
__ADS_1
Jalal \= "alhamdulillah, mboten kok bah."
Yai Zidnan Ali \= "Bagus Cilik, ada beberapa hal yg ingin abah tanyakan sama kamu."
Jalal \= "injih bah."
Yai Zidnan Ali \= "apa kamu nggak betah, mondok di ponpese Kyai Ahmad Jamhari ?"
Jalal \= "alhamdulillah betah kok bah."
Yai Zidnan Ali \= "terus , kalau kamu betah. Kenapa kamu sering pulang ke rumah gus ?
Bahkan hampir tiap minggu kamu pulang."( suaranya agak meninggi )
Jalal \= ( cuma diem )
Yai Zidnan Ali \= "apa Yai Ahmad tahu kalau kamu hampir tiap minggu pulang ke rumah ? Apa setiap mau pulang, kamu selalu berpamitan sama kyai ahmad ?"
Jalal \= "mboten."
Yai Zidnan Ali \= "Bagus Cilik."
Yai Zidnan Ali \= "apa itu adab seorang santri ?"
Jalal \= ( cuma diem ).
Yai Zidnan Ali \= "apa abah pernah mengajari kamu seperti itu ?"
Jalal \= "mboten."
__ADS_1
Yai Zidnan Ali \= "jika adab saja engkau tinggalkan. Akankah ilmu itu mau bersanding dengan mu. Jika kyai mu, guru2 mu engkau abaikan. Seratus tahunpun engkau mengaji. Kau tak akan mendapatkan apa apa kecuali lelah dan lalai."
Jalal \= ( semakin diam, bahkan serasa sesak dadanya ).
Yai Zidnan Ali \= "Bagus Cilik Bagus Cilik ( geleng2 kepala ). Belajar adab saja engkau belum mampu.
Lalu, bagaimana ilmu mu punya ruh.
Mungkin dengan itu engkau bisa raih kecerdasan.
Tetapi tanpa adab, itu sangat membahayakan.
Adab itu seperti ketauhidan Bagus Cilik.
Dimana amal ibadah mu akan sia sia.
Jika sudah rusak aqidahnya."
Jalal \= ( menunduk tanpa jawab ).
Yai Zidnan Ali \= "terus, apa yg membuat mu pulang Bagus Cilik ? Ibu mu kah, abah mu
kah atauuuu........"
Jalal \= ( masih diam )
Yai Zidnan Ali \= "atau ada perempuan yg kau taksir di sini ? Di tempat ini ?"
Jalal \= ( mak deg, kok abah tau ya ) batin gus Jalal.
__ADS_1
bersambung.