
🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹
Jalal \= "Ya sudah Wonk, tak tinggal dulu yo. Assalammu'Alaikum."
Ni'am \= "Wa'Alaikum salam warohmatulloh."
Lalu berjalanlah Gus Jalal dan menuruni tangga asrama putra itu. Dan ketika Gus
Jalal sampai di atas dek atas rumahnya.
Diapun mendongakkan wajahnya ke langit
dan tersenyum sambil berucap
"Seberapa keraspun aku berusaha. Tetap takdir MU yg berlaku. Sekuat apapun kemauan ku. Pasti kehendak MU yg terwujud. Dulu Nila Nihayah milik MU ku pinta menjadi milik ku. Lalu engkau mengambilnya ya robb. Sekarang, aku nggak minta untuk ku ya robbi . Tetapi tolong ya robbi. Anugrahilah kedua orang tua ku seorang menantu. Yg akan menemaninya dalam usianya yg mulai menua. Aku nggak minta type yg muluk2 kok ya robb. Cukup perempuan yg seperti Sayidatina Fatimatuz Zahroh binti rosululloh. amin."
Lalu Gus Jalalpun tersenyum dan meneruskan langkahnya. Baru dapat 3 langkah, Gus Jalalpun berhenti dan mendongakan wajahnya ke langit lagi sembari berkata,
"Ya Robbil Izzati. Dulu nabiyulloh adam dan siti hawa engkau ciptakan di syurga. Lalu engkau nikahkan keduanya juga di syurga. Lalu engkau turun kan ke bumi dan engkau pisahkan sementara sampai akhirnya bertemu di jabal rohmah. Dan akhirnya, hidup bersama untuk tinggal di bumi. Tidakkah engkau ingin membalik cerita itu ya robb. Dimana aku dan Nila engkau ciptakan di bumi. Engkau pisahkan juga di bumi. Seandainya aku harus mengikuti sunah rosululloh. Memiliki lebih dari satu istri. Maka, nikahkanlah aku kelak denganya robb. Dimana syurga yg jadi gedungnya. Malaikat yg jadi saksinya. Rosululloh yg jadi walinya. Dan engkau yg jadi penghulunya Pasti itu akan menjadi kisah cinta yg sangat romantis. Dan engkau jadi sang sutradara cinta Yg tak tertandingi dalam mencipta sebuah kreasi."
*********
Pagi itu, Ayu Ningrum sudah mulai bantu2 di dalem e Romo Yai Zidnan Ali. tak ketinggalan juga Husna Adzkia. Keduanya sudah punya tugas masing2. Ayu Ningrum membantu Bu Nyai Nurifatul Afifah untuk masak, nyuci2 piring dan peralatan dapur lainnya.
Sedangkan Husna Adzkia mendapat tugas untuk sapu2 dan ngepel. Semuanya berjalan seperti biasanya. Sedangkan Romo Yai Zidnan Ali dan Gus Jalal sedang sibuk menjemur pakaian. Pakaian yg sudah di cuci oleh Bu Nyai Nurifarul Afifah.
__ADS_1
Biasanya kalau tidak Romo Yai ya Gus Jalal yg bagian mengangkat dan menjemurnya. Itupun hanya untuk pakaian luar saja. Lalu sambil menjemur pakaian berkatalah Romo Yai Zidnan Ali.
Yai Zidnan Ali \= "Bagus, bagaimana kegiatan anak2 santri. Ada perkembangan ?"
Jalal \= "alhamdulillah lancar kok bah."
Yai Zidnan Ali \= "Alhamdulillah kalau begitu. Gus, menurut pemikiran mu. Kegiatan apa yg lebih bisa bermanfaat untuk anak2 santri ?"
Jalal \= "allohu a'lam bah."
Yai zidnan ali \= "hahaha.. Bagus Cilik Bagus Cilik. Abah itu tanya hasil pemikiran mu bukan tanya hasil dari usaha mu."
Jalal \= "Bagus bingung bah. Kalau bermanfaat ya semua bermanfaat. Seperti yg di sawah, memelihara sapi dan kambing. Atau yg bantu2 di bengkel. Semuanya bermanfaat kok bah. setidaknya, sudah punya keahlihan. Cuma, untuk pengembangan dalam bidang elektronika kita memang kurang bisa berkembang secara signifikan."
Yai Zidnan Ali \= "iya nggak apa apa gus. Yg penting Kang Yahya sudah mau ngajarin para santri. Setidaknya, nanti mereka sudah bisa service televisi, radio dan hp. itu sudah cukup sebagai dasarnya saja gus. Biar nanti, mereka bisa mengembangkannya sendiri."
Yai Zidnan Ali \= "ajib itu. Kereaktif itu gus."
Jalal \= "ha ha ha, kreatif baaaah. tetapi memang bener sih bah. Murah meriah."
Yai Zidnan Ali \= "yg terpenting mereka punya kegiatan. Walaupun sebenarnya Yg terpenting bukan hasil dari kegiatannya tetapi ilmu yg bisa mereka ambil."
Jalal \= "injih bah."
Yai zidnan ali \= "makanya, kalau kamu pas liburan pondok. Tak suruh membaur dengan kegiatan2 para santri. Jangan sampai ke gus anmu menjadikan diri mu gembagus. Membatasi diri dengan yg lain."
Jalal \= "injih bah, tetapi bilih bagus mboten purun jadi kyai angsal mboten bah ? Bagus tak jadi orang biasa saja ?"
__ADS_1
Yai Zidnan Ali \= ( tersentak kaget dengan pertanyaan yg tak pernah beliau duga selama ini ).
Jalal \= "baaaah, ngapuntene sanget njih bah."
Yai Zidnan Ali \= "lho, memangnya kyai itu bukan orang biasa tho ? Baru tahu saya. Jangan2 kyai itu ultraman ya Gus ?"
Jalal \= ( Alloh Karim ). "Maksudnya Bagus Bagus bilih mboten jadi kyai gak apa apa khan bah ? Bagus merasa belum pantas jadi seorang panutan ? Katanya, kyai itu harus bisa menjadi contoh. Bukan sekedar bisa memberi contoh. Harus benar2 uswah."
Yai Zidnan Ali \= ( berfikir sejenak )
Jalal \= "ngapuntene sanget bah. Mboten maksud ipun Bagus nyinggung penggalih ipun abah."
Yai Zidnan Ali \= "owh, jadi kamu nggak mau meneruskan perjuangane abah sama kakek mu ?"
Jalal \= ( diam menunduk )
Yai Zidnan Ali \= "ya sudah. kalau kamu nggak mau jadi kyai nggak apa apa Bagus Cilik. Abah nggak akan memaksa mu. Kyai khan pengabdian bukan cita cita."
Jalal \= "lha terus yg jadi kyai di sini nanti siapa bah ?"
Yai Zidnan Ali \= "ya cucunya abah."
Jalal \= "cucu?"
bersambung.
__ADS_1