
Alisa pun segera memandang bu Rina kembali,tentu saja setelah dia menyelesaikan semua yang harus nya ia lakukan.
"Bu kenapa ibu mengundangku kemari,melihat keadaan Hendra ibu pun bisa mengatasinya,ibu juga seorang dokter untuk masalah seperti ini saya kira ibu pun tak perlu bantuan saya untuk mengatasinya."ujar Alisa dengan penuh pertanyaan tapi ada tanda tanya besar disana.
Mendengar itu Bu Rina pun menjadi bingung antara mau mengatakan atau tidak semua yang mengganjal di hati nya,tapi untuk menyimpan nya sendiri semua itu dia sungguh sangatlah berat dan selama ini diapun hidup sendirian tanpa pendamping di sisi nya,dan kali ini dia pun hanya percaya pada Alisa.
"lis ,kamu tahu Lis, Hendra setiap hari berusaha untuk sembuh dan untuk mengingat semua yang terjadi di hidup nya terlebih kejadian yang hanya dia yang tahu sebelum aku kesana,beberapa ini dia sungguh sangat sering mencobanya dia bahkan tak menghiraukan rasa sakit di kepalanya,dan puncak nya diapun pingsan tadi Lis,saya memang tak membawanya ke rumasakit,saya ingin kamu datang dan membantu ibu merawat Hendra agar dia bisa cepat sembuh,dan hanya kamu yang bisa menemani nya melewati semua ini,ibu akan bicara dengan tunangan kamu ,dan ibu akan memohon pada nya Lis,tolong ibu Lis."ujar Rina dengan mengiba dan menangis tak tertahan.
Alisa yang mendengar itupun membuat dia menitikkan air mata,bukan dia menangisi Hendra tapi diapun teringat akan pertunangan nya yang telah kandas dan bahkan hancur sebelum pernikahan nya,tapi diapun segera bisa mengatasi hatinya yang sedang terluka itu.
"Tak perlu bu, cukup aku yang memberikan. Jawaban untuk permintaan ibu, tunanganku tak kan bisa ibu temui saat ini,dan saya pun akan melakukan yang terbaik untuk nya Bu,saya akan merawat nya sampai sembuh,itu sudah menjadi tugas saya dan kewajiban saya untuk menolong hendra, bukan karena saya seorang dokter tapi dia juga adalah wanita yang membuat nya menjadi seperti ini,saya akan tanggung jawab untuk perbuatan saya."ujar Alisa yang memang mengingat perkataan Ratu tadi malam .
Alisa pun memang memikirkan semua itu, sebenarnya bukan Alisa yang menginginkan untuk meninggalkan Hendra dulu tapi dia memang tak ada apa-apa dengan laki-laki yang berbaring di depan nya ini,hanya sebatas rekan kerja itu saja ,dan dengan hubungan seperti itu apa dia berhak berharap untuk laki - laki ini, mengandalkan orang yang bahkan dia tak tahu kapan akan datang dan sangatlah tidak mungkin dia bersama dengan laki -laki yang memiliki istri dia sungguh berharap Hendra bisa menemukan wanita yang ia cintai selain dirinya ,lagian apakah dirinya dulu,dia hanyalah wanita yang tak berpendidikan dan bila dia bersama dengan laki -laki itu dia hanya akan membuat aib buat nya,dan nenek nya pun sangat tak menyukai Alisa sat itu.Alisa sungguh sadar itu.
Diapun segera mengingat perkataan Bu Rina,dia pun mengingat kata -kata tadi yang sangat tidak ia mengerti.
__ADS_1
"Maksud ibu ibu kesana kemana,ada apa dengan Hendra buk,apa yang sebenarnya terjadi pada nya."ujar Alisa yang semakin penasaran dengan apa yang wanita itu sembunyikan.
Bu Rina pun memandang Alisa dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan tapi ada raut wajah ragu disana yang membuat Alisa pun semakin penasaran tapi dia pun menunggu apa yang akan dikatakan oleh wanita yang ada di depan nya ini.
"ehmm......ehmm.....
Gini Lis ,apa ada yang hilang ingatan tapi ingatan yang ia ingat setelah nya sungguh berbeda dari kenyataan nya."ujar Bu Rina dengan ragu mengatakan nya.
Alisa sungguh bingung ingin menjawab apa yang sebenarnya Bu Rina ingin kan,Alisa sungguh bingung dengan apa yang dikatakan Bu Rina.
Tapi mendengar itu Bu Rina pun malah menangis dan diapun tergugu di depan Alisa,dengan suara yang bergetar Rina pun mengatakan apa yang membuat hatinya ragu.
"Al, Hendra .....apa dia lebih baik atau malah sebalik nya Al,apa dia lebih parah Lis ,dia.... dia.... mengingat sebelum dia koma tiga tahun yang lalu,tapi kenapa yang yang ia ingat sungguh berbeda dengan apa yang kami temukan Al,ibu sungguh bingung dengan apa yang ada di dalam ingat putra ibu."ujar Bu Rina dengan penuh kesedihan .
Alisa mendengar itu pun hanya bisa memandang penuh perhatian dengan apa yang Bu Rina katakan,dan apa yang membuat Alisa penasaran pun tak bisa ia sembunyikan dasar Alisa memang orang yang tak bisa menyimpan bila hatinya sudah menginginkan keingintahuan nya.
__ADS_1
"Maksud ibu gimana,dan sebenar nya apa yang ia ingat dan yang ibu temukan kenapa bisa berbeda,karena biasanya dari kasus orang hilang ingatan,saya yakin 100 persen mereka takkan bisa memanipulasi ingatan nya buk, dan tak mungkin kan buk Hendra bohong untuk apa ia memanipulasi ingatan nya buk,Hendra takkan melakukan nya."ujar Alisa dengan penuh keyakinan.
Wanita itupun memandang semakin bingung,entah apa yang ia pikir kan saat ini.tapi akhirnya bu Rina pun mengeluarkan suaranya.
"Al ,Hendra kami temukan mobil nya kecelakaan dan mobil nya pun masuk jurang,diapun ditemukan dengan kondisi yang menyediakan tapi kenapa di ingatan nya dia terjatuh dari tangga,apa itu normal lis,bagai mana menurut kamu bila kamu menjadi ibu.pa kamu takkan khawatir,apa karena koma nya yang lama dan pa satu tahun juga mempengaruhi apa yang akan ia ingat."ujar wanita itu dengan menggebu tapi rasa takut terpancar di wajahnya.
Alisa pun ikut berfikir tentang itu tapi,tapi dari check up nya Hendra baik-bauk saja,hanya ingatan dan kaki nya saja yang masih kaku karena koma satu tahun yang di deri tanya,dan itupun seharus nya tak jadi masalah karena sekarang pun sudah banyak alat dan dokter yang memungkin kan untuk segera membaik dan sembuh dari keadaan nya itu,tapi apa memang ada kelainan di otak Hendra, kalu ia dia harus mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan tentunya ia harus membawa nya ke rumah sakit.
"kalau memang ibu ragu kita harus segera membawa nya ke rumah sakit buk , lebih cepat lebih baik,biar bila ada yang tak sesuai kita bisa langsung menanggulangi nya."ujar Alisa dengan penuh kekhawatiran juga
Mendengar itu Bu Rina pun mengangguk kan kepalanya mungkin memang ini yang harus nya ia lakukan supaya dia mengetahui dengan pasti keadaan yang sedang dialami putra nya itu.
Saat itulah Hendra pun sadar dia pun segera terbangun dan tanpa sengaja tatapan mata nya pun bertemu dengan tatapan Alisa,saat itulah wajah Hendra pun berubah,dia memandang alisa dengan pandangan yang tak bersahabat.
"Ngapain kamu kemari,sana urusi saja tunangan kamu,aku bisa tanpa kamu,aku hanya belum sempat saja memilih dokter untuk penggantimu,nanti aku bisa cari sendiri tak perlu kamu repot-repot membantuku,aku juga tak mau menjadi mengganggu orang terlebih pasangan baru seperti kalian yang merasa dunia ini pasti milik kalian."ujar Hendra dengan sewot dan tak mau menatap Alisa.
__ADS_1