
Ambulance pun segera tiba di rumasakit , Hendra yang mengikuti dan ikut mendorong tandu ambulance pun mengikuti Alisa dari Ambulance sampai keruang yang telah disiapkan oleh pihak rumasakit ,disana dokter yang ahli pun telah menunggu nya ,dokter pun segera mengambil tindakan setelah menerima laporan dari pemeriksa awal tadi ,dokter pun terlihat tersenyum memandang Hendra.
Dokter yang cantik itu memberikan senyuman yang manis kepada Hendra .
"Gak usah cemas pak , istri bapak dan kandungan nya baik baik saja , hanya saja dimohon tolong lebih berhati-hati karena kandungan di usia ibu ini masih rawan untuk keguguran,kali ini kalian beruntung langsung ada yang menangani calon ibu nya kalo tidak nyawa calon bayi dan ibu nya bisa dalam bahaya pak ,tapi untuk kali ini sudah stabil hanya menunggu untuk pemulihan saja pak ".ujar dokter itu .
Hendra pun terlihat terperanjat tapi dia pun segera bisa menguasai diri nya .
"Maaf dok Alisa hamil ,sudah berapa umur kandungan nya dok ".tanya Hendra yang terlihat kaget juga walau pun sudah berusaha menguasai dirinya.
Dokter cantik itupun Segera memandang pak Hendra dengan heran ,karena biasanya seorang suami senang dan sangat menantikan hal itu tapi suami orang ini kok malah terbelalak,dan kaget ,tapi dia pun sebagai dokter tak bisa kepo dia hanya bertugas dan tentu nya menjawab pertanyaan Hendry pun menjadi salah satu tugas nya .
"Bapak dan ibuk bisa melihat umur tepat nya janin , nanti di ruangan yang telah kami siapkan, disana juga sudah ada dokter spesialis kandungan yang handal,tentusaja dengan mendaftar dulu pak",ujar dokter cantik itu .
"Oh ....,baik buk nanti istri saya biar saya ajak kesana,saya juga penasaran dengan calon anak saya ,semoga sehat didalam perut istri saya ,"ujar Hendra menutup keraguan dokter yang terlihat aneh itu .
__ADS_1
Hendra pun jatuh kedalam lamunannya dia membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti
dengan Alisa ,apa dia bisa menerima anak yang ada dalam perut Alisa yang tentu bukan darah daging nya itu ,tapi disisi lain apa dia siap jika Alisa pergi dari kehidupan nya meninggalkan diri nya untuk kembali kepada suami nya .
Memikirkan itu saja membuat kepalanya pening ,kenapa disaat aku mencintaimu dan berharap kamu mau menjadi pendamping ku kamu harus mengandung anak laki-laki brengsek yang telah menyakitimu itu Alisa .
Saat itulah terlihat Alisa yang yang tersadar dari pingsan nya ,Alisa pun hendak beranjak dari tidurnya ,tapi segera dicegah oleh Hendra karena dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Alisa tentunya .
"pak biarkan saya pergi ,saya tidak mau terus berhutang budi pada Bapak ,saya takut saya tidak akan bisa membalas nya nanti ".Ujar Alisa dengan sungguh - sungguh.
Walaupun di hati Hendra agak cemburu dengan Anak yang ada dalam kandungan Alisa ,tapi menyingkirkan anak yang tak bersalah adalah hal yang tak kan pernah ia lakukan ,dan itu tak pantas bahkan dia bukan siapa-siapa di sini ,dia hanya akan melakukan hal yang akan membuat Alisa senang dan membantunya keluar dari semua masalah yang telah terjadi di kehidupan wanita yang ia cintai secara tak sengaja itu.
Alisa yang mendengar dia hamil pun segera menangis ,ia tak pernah menyangka kalau dia akan diberi kan titipan didalam rahim nya ,walau pun ia dan Fero sudah mengharapkan nya dulu ,tapi itu dulu saat mereka baik -baik saja dia pun bingung antara bahagia ataukah bersedih di hati nya .
Hendra yang melihat itu pun segera menenangkan Alisa dengan pelukan nya ,dia tak tahan dengan wanita yang teramat ia cintai itu menangis terutama didepan nya ,dia pun sedikit merasa pun ikut sedih dengan memikirkan apa yang telah terjadi pada rumah tangga wanita itu .
__ADS_1
"Alisa kamu harus kuat ,anak itu tidaklah salah hanya dia hadir di saat yang tidak tepat saja ,tapi yakinlah Al dia akan membawa kebahagiaan bagi kamu dan akupun akan senang bila kamu mengijinkan aku ikut merawat nya ,dan akupun akan menyayangi nya seperti anakku sendiri .
Hendra pun berkata dari lubuk hati terdalam nya ,dia tidak akan membenci anak itu karena dia tidak salah ,dan kalo memang aku mencintai Alisa ,aku pun harus mencintai semua yang ada pada nya, menerima masalalu nya ,dan anak ini juga adalah bagian dari Alisa ,maka aku pun harus bisa juga menerima nya .
"Terima kasih Hendra tapi kalo kamu masih bersamaku orang -orang akan mengecam mu ,dan kamu akan tercemar dengan ada nya anak ini ,jadi pergilah aku bisa hidup sendiri ,lagian ayah dari anak ini masih lah hidup dan akupun yakin dia akan senang dengan anak yang berada dalam perutku ini ,mungkin ini jalan aku dan Fero bisa kembali bersama lagi" ,ujar Alisa walau ada keraguan dalam kata -kata nya.
"Alisa dia tak layak mendapatkan cinta kamu , dan aku takkan membiarkan kamu memohon pada nya ,aku rela namaku tercemar ,biarlah dia menjadi anak ku ,aku tak keberatan akan hal itu kalo memang itu bisa membuat kamu bisa selalu berada di dekat aku ,aku akan berusaha mencintai nya seperti anakku sendiri ,janganlah kamu pikirkan pikirkan apa yang akan terjadi kedepan nya ,yakinlah aku akan berusaha untuk tetap selalu ada di sisimu" , ujar Hendra dengan penuh kelembutan dan kepastian disana .
Alisa pun hanya bisa menumpahkan tangis nya dia tak percaya ada laki-laki yang bisa berkorban dan menerima dirinya padahal dia jelas hamil dari benih laki -laki lain bukan anak nya ,tapi kenapa laki -laki ini masih mau dengan nya bahkan berkorban untuk nya .
Disisi lain Alisa sadar dia tak punya apa-apa dan tidak kenal baik dengan orang lain selai pak Hendra yang mau menerima dirinya ini ,tapi apa kah dia akan selalu punya rasa yang sama dengan nya,ato rasa itu hanya cinta semu yang akan hilang dan terkikis oleh waktu seperti cinta nya dan Fero yang telah berakhir.
Alisa pun takut melihat kebenaran nanti seolah dia trauma dengan yang telah terjadi dengan nya dan Fero ,tapi dihati kecil nya dia pun sangat bersyukur karena dia datang disaat dia terpuruk seperti ini ,saat dia membutuhkan orang untuk bersandar dan menangis menghilangkan ketakutan nya dalam menjalani hidup ini .
Terbersit bayangan muncul,wajah Fero yang terlihat bahagia mendengar kabar dia hamil dan respon yang membahagiakan untuk anak pertama kami ,tapi bayangan perselingkuhan nya pun juga berputar di benakku ,saat dia bermesraan bersama Ratu dan mengusir ku pun juga masih segar di ingatan ku ,membuat aku khawatir bisakah dia menerima anak ini ,ato dia malah akan tidak mengakui nya , membayangkan itu membuat derai air mata nya pun semakin deras bagai air hujan yang turun membanjir di kedua pipi nya .
__ADS_1