Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
102.Beri aku kesempatan


__ADS_3

Tiga malam telah berlalu,Laki -laki yang diputuskan sepihak oleh tunangan nya itupun masih terlihat sedih dan merana,diapun kelihatan ingin menekan bel yang berada di sebelah pintu rumah didepan nya itu,tapi rasa ragu pun membuat nya urung melakukan nya,itupun berturut-turut sampai diapun memberanikan diri untuk memberikan dorongan ektra agar bisa menghasilkan suara yang terdengar dan berharap orang yang berada di dalam mendengar nya,terlebih dia sungguh ingin bertemu dengan Alisa Lenan sangat ingin segera berbaikan dengan wanita itu.


Dan saat ini dia datang ke rumah Alisa,dan berharap wanita itu pun berkenan membukakan pintu untuk dirinya,Lenan sangat tahu dia sangat sadar sungguh besar dan sangat berat kesalahan yang ia perbuat malam itu dengan membiarkan Alisa menghadapi semua itu sendiri bahkan membiarkan dia pulang sendirian.


Tapi dia pun punya alasan nya sendiri untuk semua itu,dan itu tak bisa bila ada wanita ini di sana,maka jalan satu-satunya dia membiarkan Alisa pulang tanpa dirinya,dengan begitu dia pun bisa dengan leluasa menghadapi semua itu,tapi ternyata itu adalah kesalahan yang sangat fatal buat nya,dan diapun menyadarinya setelah semua itu terjadi.


Lenan pun sekarang juga dengan berdebar menunggu orang yang akan membuka kan pintu di depan nya,diapun juga sungguh was-was memikirkan apa yang akan dilakukan kedua orang tua Alisa yang bila sudah tahu akan semua masalah itu.


Akhirnya pintu itupun terbuka tapi disana malah terlihatlah anak muda berdiri di sana,dengan terkena pantulan lampu wajah itupun terlihat mengagumkan,tapi Lenan pun segera sadar dia kesini mencari Alisa bukan Rendra,diapun segera mengedarkan pandangan nya setelah dipersilahkan masuk dan tentu saja juga tak ketinggalan disuruh duduk oleh Rendra.


Tapi sampai lelah mencari disana tak terlihat walaupun hanya kelebat saja wanita yang ia cari,hanya Rendra yang duduk di sebelah nya dengan tampang yang tidak bersahabat.


"Om berani kemari,setelah apa yang om lakukan hah,Rendra tak menyangka kalau Om akan melakukan hal yang takkan pernah dilakukan laki-laki yang gentle itu sungguh memalukan,padahal aku kira om lebih dan lebih baik dari pada Hendra teman mama itu."ujar Rendra dengan pedas dan menyindir laki -laki di samping nya.


Lenan yang mendengar itupun segera memandang Lenan dengan teduh tapi dimata itu dia seolah meminta maaf dan penyesalan pun tergambar di matanya itu.


"Ya Ren,memang pipi gak bisa melindungi Mimi kali ini tapi percaya hanya malam itu,setelah ini aku akan selalu menjadi perisai Mimi selama nya Rendra ,pipi sungguh sangat mencintai Mimi kamu.

__ADS_1


Rendra yang mendengar itupun berdecih,sungguh ia jijik mendengar itu,dan dia sungguh tak terima mama nya pulang sendirian bahkan dia pun tak memakai mobil dan berjalan di malam hari sendirian,ya walau ia akui Lenan segera menghubungi nya,tapi itu tidak bisa menutupi kesalahan nya,dan Rendra pun sungguh tak bisa menerima nya bagai mana bila saat itu ada preman atau orang jahat bukankah mama nya hanya akan menjadi sasaran yang empuk buat mereka, membayangkan itu sungguh membuat hati nya tak bisa memaafkan Lenan dan itu pun membuat nya jadi hilang kepercayaan nya kepada laki -laki itu.


Mendengar permintaan maaf Lenan bukan malah membuat Rendra tenang,suara itu malah membuat Rendra sangatlah muak dan jijik mendengar laki -laki yang selalu mengumbar janji tapi baru saja ia ucapkan belum satu bulan dia sudah melanggar nya.


Buk.....Bukkkk....


Suara pukulan pun mendarat di muka Lenan,Rendra sungguh tak bisa menahan diri nya lagi,dia sungguh ingin menghajar laki -laki yang datang dan baru ia persilahkan masuk itu.


Ruangan keluarga itupun menjadi saksi bisu kejadian yang tak mengenakkan itu,Rendra yang telah tahu cerita itupun telah menjadikan laki -laki itu samsak sasaran pukulan nya ,tapi melihat laki -laki yang ia panggil Papi itupun hanya diam bahkan tak menghindar apa lagi melawan,melihat itu sungguh membuat Rendra ingin menggila dia sungguh sangat sebal dan kepalanya pun telah di penuhi panas emosi yang tak terbendung.


Sementara itu Alisa pun mendengar keributan di dalam rumah,dia pun segera berlari setelah melihat mobil nya disana dia sudah bisa menduga siapa yang datang dan berbuat keributan, siapa kalau bukan Rendra dan orang itu ,selain itu tak ada papa ,mama nya juga lagi di luar kota.Alisa pun segera berlari bahkan kunci mobil nyapun belum sempat ia ambil,dia segera berlari, hati nya sungguh was-was dengan apa yang akan dilihat nya kali ini,karena dia tahu Rendra dan temperamen nya dia.


Sampai di dalam, sungguh Alisa membelalakkan matanya dia tak percaya Lenan telah babak belur di pukuli Rendra,bahkan saat ini Rendra pun masih melakukan pemukulan nya itu.


"Hentikan Rendra apa yang kamu lakukan hah,apa mama mengajari kamu menyelesaikan masalah hanya dengan berkelahi,apa kamu ingin masuk penjara karena kamu memukul orang hah,dan lihat dia sudah tak berdaya dan kamu masih ingin memukul nya.Alisa pun mengatakan itu dengan berada di tengah antara Rendra dan Lenan.


Rendra yang mendengar itupun memandang wanita yang sangat ia sayangi itu,dia sungguh tak menyangka kalau wanita sangatlah merepotkan,dan apa kali ini mama nya itu juga akan memaafkan Lenan.

__ADS_1


"Asal kamu tahu aku tidak akan membiarkan laki -laki yang melukai mama baik -baik saja,bila kalian tak becus menjaga mama lebih baik mundur lah biar aku yang akan menjaga nya selama nya."Rendra pun mengatakan itu dengan usapan yang tajam dan menusuk dan berlalu dari sana.


Alisa mendengar dan melihat itu pun terpana dengan Rendra yang berlalu dari hadapan mereka,dia sungguh tersentuh tapi cara Rendra yang ekstrim tak bisa ia terima,dia sebagai ibu sungguh tidak suka melihat putra nya yang ia rawat itu tumbuh menjadi anak yang suka memukul,Alisa tak bisa menerima itu,tapi saat pandangan nya jatuh pada Lenan yang babak belur dia pun segera sadar,diapun segera berlari mengambil kotak obat nya.


Alisa Pun dengan telaten membersihkan luka Lenan,memberinya obat oles alias antiseptic dan diapun menyiapkan obat minum agar tak terlalu sakit dan tentu saja mengurangi resiko bengkak nya wajah Lenan.disela kesibukan wanita didepan nya Lenan pun mencuri pandang wanita didepan nya itu dengan tatapan yang sangat rindu dan mendamba,sungguh Lenan kangen wajah ini,dia sangat merindukan nya.


"Aduh,sayang sakit yang pelan dong mengoles nya,ujar Lenan dengan tampang memelas.


Alisa yang mendengar itu pun tersadar dia terlalu keras karena grogi diperhatikan laki -laki ini.tapi dia pun tak menggubris nya dan melakukan apa yang harus nya ia lakukan,diapun segera beranjak tanpa berkata Lenan yang melihat itupun segera menyambar tangan kecil Alisa dan dengan cepat menyematkan cincin yang Alisa kembalikan pada nya saat itu,wanita itupun tertegun melihat cincin yang melingkar itu,diapun dengan ragu memandang Lenan,Lenan yang tahu itu pun segera memeluk Alisa dan menangis disana.


"Lenan kita tak bisa bersama ,aku tak bisa bersama laki -laki yang tidak percaya padaku dan bahkan tak meminta kejelasan dariku dia bahkan lebih mempercayai perkataan orang lain tidak mempedulikan tunangan nya yang sendirian tanpa belaan."Alisa pun dengan menangis mengatakan nya.


Rasa perih masih terasa,saat malam itu dia dirundung dan laki-laki itu hanya berdiri diam disana,dia sungguh tak bisa yang ia butuhkan adalah laki -laki yang bisa menjadi pengayom , pelindung dalam hidup nya tapi laki -laki ini.hati Alisa pun tersayat lagi bila memikirkan semua itu.


Dengan cepat Alisa pun berusaha melepas cincin di jari nya,Lenan yang melihat itupun segera menyambar tubuh Alisa dan memeluk wanita itu,tapi Alisa pun meronta dia sungguh muak dengan laki-laki di depan nya itu,pikiran nyapun sungguh ingin menghajar laki -laki ini,tapi Alisa segera sadar kalau dia melakukan nya apa beda nya dia dengan Rendra.


"Lis dengarkan aku dulu,dengar penjelasan ku ,setelah itu kamu boleh membuang cincin itu kalau kamu tak menyukai nya,aku akan membelikan yang baru lagi .ujar Lenan dengan serius tapi di barengi canda nya.

__ADS_1


Mendengar itu Alisa pun mendelik dan percikan amarah pun terlihat di matanya,dia sungguh tak mengira kalau Lenan sangat lah tak bisa serius seperti ini.melihat sikap Alisa Lenan pun segera mengeluarkan suaranya lagi.


"Alisa dengar kan penjelasan ku kali ini saja kalau kamu tak bisa menerima nya aku janji maka aku akan pergi selamanya dari hidup kamu,takkan aku usul lagi kehidupan kamu."ujar Lenan dengan serius tapi ada rasa khawatir disana .


__ADS_2