Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
84.Keterkejutan Hendra


__ADS_3

Setelah Alisa dan Rendra pergi ruangan kamar rawat Hendra pun terlihat lenggang ,laki -laki dengan seragam rumasakit itupun larut dalam lamunan nya ,sebuah senyuman pun terlihat ,terukir dengan indah nya di wajah laki -laki itu ,author pun tak kuasa melihat pesona duda keren ini ,dan entah tak tahu sedang memikirkan apa nih cowok kok senyum nya sangatlah mengganggu bahkan membuat resah bagi orang yang melihat nya, terlebih untuk wanita lajang yang melihat pasti merasa senyum itu tentu sangat berharap untuk diri nya dan itu bahkan akan membuat kaum hawa merasa terbang melayang karena diberikan senyum laki -laki ganteng yang walau tak terbilang muda lagi tapi masih lah memesona itu.


Dari arah pintu masuk pun terlihatlah wanita yang dengan tenang memandangi laki -laki di sana ,diapun memperhatikan sudah lama diluar dan menyimak gerak gerik mereka sebelum Alisa dan Rendra pergi ,diapun sungguh sangat senang melihat perkembangan putranya itu ,dia tak menyangka kalau hanya bertemu dengan Alisa kesehatan putra nya itu akan lebih cepat membaik .harapan yang dulu tinggal harapan itupun akhirnya terwujud setelah sekian lama wanita itu mencoba berbagai cara untuk kesembuhan putra nya itu, tiga tahun sudah ia berjuang bahkan berbagai terapi ia lakukan ,tapi tak banyak membuahkan hasil saat itu ,tapi sekarang melihat keadaan putra nya yang semakin baik diapun menangis bahagia dalam diam nya itu.


Dalam hati nya pun mengharapkan semua nya akan berjalan sangat baik tapi dalam hati yang lain iapun juga takut bila laki -laki itu mengetahui tentang pertunangan Alisa apa dia juga akan baik -baik saja ,atau yang ia takutkan dia akan ngedrop dan kembali terpuruk seperti kemarin atau malah bisa lebih parah lagi ,air matanya pun menetes tanpa ia bisa tahan memikirkan apa yang terjadi kedepan nya pada putra nya itu ,tapi diapun segera menyekanya dia segera menyeka dan mengubah wajah nya menjadi seceria mungkin ,dia tak mau dilihat oleh putranya sedang menangis menitikkan air mata nya karena itu hanya akan menjadi beban anak nya bila dia sampai tahu.


"Hendra ,kamu mikirin apa kok mama lihat kamu sangat senang kali ini ,apa ada pengunjung yang membuat kamu senang hari ini .mama Rina pun dengan seperti seakan tak melihat ada Alisa tadi ,dia pun berakting seakan penasaran juga dengan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tadi .


Hendra pun segera mengalihkan pandangan nya,dia baru sadar kalau dia larut dalam lamunan dan angan-angan nya sehingga diapun tak bisa melihat dan merasakan saat mama nya itu berjalan masuk tadi karena terlalu larut dalam lamunan nya .


"Ma..... mama sudah lama ,maaf Hendra tak tahu kalau mama sudah berada di sini" .ujar Hendra dengan kikuk nya.


Rina yang melihat putra nya kikuk pun tersenyum diapun tahu pasti kalau Hendra pun tak luput sedang memikirkan Alisa dan seorang anak laki -laki itu pasti putra nya .


"Kenapa nih putra mama,wajah nya pun terlihat segar dan angin sejuk apa yang bisa membuat putra mama ini berbunga -bunga ,buat mama penasaran deh, ,Rina pun semakin gencar menggoda putra nya itu .


Hendra pun dengan tersenyum cerah secerah matahari memandang mama nya ,dia pun sangat senang saat mengatakan pada mama nya itu .

__ADS_1


"Ma tadi tak ku sangka ,putra Alisa ,oh ya putra ku ma,dia datang kesini ,aku tak menyangka dia sudah sebesar itu ,seandai nya dulu aku bisa ikut membesarkan nya pasti dia bisa memanggilku papa saat ini ya ma ,lain kali aku akan memperkenalkan pada mama dia putra yang menyenangkan ma ,aku harap nanti dia bisamenerima ku menjadi papa nya ma .ujar Hendra dengan ceria .


Mendengar itu Rina pun merasakan kesedihan yang tak bisa ia pertahan kan, bagai mana ini ,apa memang Hendra sudah saat nya tahu kenyataan yang akan memupus mimpinya itu .wanita itupun ragu memikir kan nya tapi kalau dia bisa menyimpan nya saat ini, apa akan bertahan lama ,dan apa ini baik juga kedepannya, bagai manapun juga ini akan terbuka karena sepintar -pintar nya orang menyimpan bangkai bukan kah akan tercium juga ,dia pun termenung memikirkan nya ,sampai sesuatu pun menepuk nya .


"Ma ,....,apa yang mama pikirkan kok malah sedih sih ,mang apa yang membuat mama tak senang bukan kah mama akan senang bila melihat Hendra senang .Hendra pun mengatakan itu dengan bingung juga melihat respon dari mama nya itu .


"Hendra ada yang mau mama katakan sama kamu , tapi kamu harus berjanji untuk tidak marah ,karena ini menyangkut kamu dan Alisa .ujar Rina dengan agak ragu tapi diapun sudah memutus kan nya .


Hendra pun hanya memandang mama nya dengan wajah yang penasaran dan seolah ingin menggali apa sebenarnya yang


ingin di katakan oleh mama nya terlebih untuk dirinya dan Alisa sungguh ia sangat lah ingin mengetahui nya ,secepat mungkin.


Mendengar itu diapun tersenyum diapun jadi ingat dulu putra nya itu kalau dia datang diapun akan selalu marah apapun yang akan dikatakan oleh nya ,bahkan hal sepele pun bisa membuat dia marah ,pokok nya hubungan nya dulu sangatlah buruk dengan putra nya itu ,dan walubegitu dia sangat senang dulu saat putra nya itu mau menerima Alisa dan menolong nya bila nanti dia menghubungi nya saat itu ,ya walupun dengan harus mendengar dulu keengganan putra nya saat itu .


Tapi saat ia telusuri jalan masalalu dan mengenang nya ,sungguh apa dia lah yang salah ,dan apakah dia juga yang membuat putra nya itu seperti ini dengan menghadirkan Alisa di kehidupan putra nya itu ,apa kalau Alisa tak ia titipkan pada nya dulu ,apa putra nya akan bahagia dengan istri nya .sedikit sesal pun terbersit dalam hati nya ,seandai nya dan seandai nya pun memenuhi pikiran nya ,tapi diapun segera menjatuhkan semua itu pada dirinya ,dialah yang salah bukan Alisa , karena Alisa tak pernah meminta bantuan nya ,dan dialah yang sangat ingin membantu nya kan ,saat Rina terlarut dalam lamunan diapun segera tersadar saat suara Hendra memecahkan lamunan nya .


"Ma , ada apa dan sampai kapan mama akan diam saja dan malah melamun seperti ini awas nanti Kesamben lho ,aku yang akan repot kan nanti" .ujar Hendra dengan bercanda .

__ADS_1


Wanita yang dipanggil mama itupun segera tersadar diapun bersiap memantapkan hati nya dan bersiap bila nanti apa yang akan terjadi ,karena menurut nya lebih cepat lebih baik sebelum cinta Hendra semakin tumbuh subur karena dia selalu memupuk nya dengan khayalan - khayalan yang membahagiakan dan membuat hatinya bermekaran padahal ada jurang yang lebar dan dalam yang takkan mungkin dengan mudah ia lewati atau bahkan mungkin takkan pernah bisa ia untuk menyebrangi nya .


"Nak ,tak bisakah kamu merelakan Alisa , mama ingin kamu fokus pada kesehatan kamu ,dan biarkan lah Alisa menjalani kehidupan dengan laki -laki yang bisa membahagiakan nya ,tak bisakah nak kamu menerima semua ini .Rina pun dengan bergetar mengatakan itu .


Hendra pun menatap nanar pada mama nya itu ,sungguh ia tak menyangka kalau hubungan nya dan Alisa bukan hanya Oma nya yang menentang tapi ternyata mana yang selama ini mendukung nya dengan Alisa pun berpaling dan memilih menentang hubungan mereka .


"Apa maksud mama ,apa mama juga menginginkan aku rujuk lagi dengan ratu dan menyerah dengan Alisa setelah semua yang ku lalui dan mana pun tahu kalau istriku pun segera pergi kan bahkan dia yang dulu sulit menandatangani surat cerai pun segera mendatanginya setelah melihat aku tak berdaya di rumasakit ,apa yang membuat mama menolak Alisa ma ?...,Apa yang salah pada nya kenapa tak ada yang mendukung kami ? ...",dengan tangis yang tertahan Hendra pun mencoba untuk mengetahui jawaban dari mama nya itu .


Melihat itu Rina pun menjadi sesenggukan diapun tak bisa menahan rasa sedih dan tangis nya melihat putra nya itu ,dan diapun sungguh tak terima juga kenapa menjadi seperti ini ,tapi diapun harus tetap mengatakan nya ,karena bagai manapun dan kapan pun itu akan selalu melukai putra itu .


"Bu...bukan begitu ,mama senang bila kamu bisa bersama Alisa ,tapi..."kata Rina pun terpotong dengan selaan Hendra


"Ha....ha....ha ....


aku bukan anak kecil ma ,aku tahu antara suka dan tidak suka melihat dari gelagat seseorang ma dan a....".Hendra pun juga dipotong oleh mama nya.


"Dia sudah bertunangan ,dan kamu sebagai laki -laki harus tahu tempatmu Hendra ,sebelum status pembinor tersemat di gelarmu Hendra .dengan keras pun Rina mengatakan nya .

__ADS_1


Hendra pun terlihat tercengang mendengar perkataan mama nya itu , tubuh nya pun bagaikan tersengat aliran listrik tegangan tinggi mengaliri setiap pembuluh darah nya ,tiba tiba tubuh nya pun merasa kan bagai kehilangan tulang nya ,lemas dan tak bertenaga seakan pijakan nya pun hancur dan ia pun jatuh ke lubang yang sungguh tak ada dasar nya .


__ADS_2