Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
77.Ruangan yang menjadi saksi


__ADS_3

Disebuah ruangan yang disediakan untuk dokter yang tugas itupun terlihat dua wanita yang bagaikan ibu dan anak itupun terlihat berpelukan sambil menangis ,Alissa pun merasakan kepedihan burina yang telah ia anggap ibu nya itu , akhirnya jawaban dari pertanyaan nya yang berkecamuk dari hati nya terjawab sudah tentang Hendra .tentu saja mendengar cerita dari ibu Hendra itu.


"Kamu pasti sudah tahu kan riwayat Hendra riwayat kesehatan nya ,aku kira dokter sebelum nya yang menangani Hendra pasti sudah memberi tahu semua nya yang bersangkutan dengan apa yang membuat Hendra seperti ini .ujar Bu Rina masih terisak disela suaranya .


Alisa pun mengangguk dan mengatakan apa yang menjadi janggalan di hatinya .


"Bu saya di sini sebagai dokter nya Hendra ,dan apa ibu percaya sama saya?.. ,ujar Alisa dengan penuh pertanyaan yang ingin jawaban dari wanita didepan nya dengan jujur.


Wanita itupun dengan masih sesenggukan mengangguk dan terbesit senyum di sudut bibir nya.


"Tentu Lis saya sangat percaya sama kamu ,bahkan disaat kamu memilih berhenti kuliah dulu saya yang paling tahu betapa dunia kedokteran akan kehilangan calon dokter yang sangat berbakat seperti kamu ,maka dari itu dulu saya sungguh berusaha untuk membuat kamu meninggalkan laki -laki itu dari pada masa depan yang terbentang cerah di depan kamu yang kamu akan tinggal kan .

__ADS_1


Alisa pun memandang wanita itu dan diapun juga ada sedikit rasa yang ia sesali saat ini tapi sebentar, diapun segera menghapusnya dan segera mensyukuri apa yang ada sekarang karena tanpa semua itu diapun tak tahu akan jadi apa dia saat ini ,dan pasti nya Rendra pun tak kan ada di sini bersamanya kan . akhirnya diapun segera melanjutkan perkataan nya yang sempat tertunda karena travelingnya tadi


"Syukur lah buk kalau begitu ,menurut saya kecelakaan bapak memang ,eh maaf ,kecelakaan yang menimpa Hendra 3 tahun yang lalu memang parah ,tapi saat saya melihat berkas oprasinya pun berjalan dengan lancar dan sukses,tapi pak Hendra mengalami keadaan koma dan baru sadar satu tahun setelah nya ,da...Alisa pun terpotong di tengah kata nya .


"Kamu tahu Lis kami telah mencari kamu tapi kami tak menemukan jejak mu bahkan keluarga kamu pun menghilang bagaikan di telan bumi , saat itu Hendra pun frustrasi mengetahui nya ,dia bagaikan terpuruk di hidup nya yang ia tahu hanya kerja dan kerja ya sampai kecelakaan itu terjadi ,mungkin itu lah jawaban doa ku agar anak ini sejenak istirahat tidak hanya bekerja dan bekerja ,dan tuhan pun menjawab nya dengan musibah itu ,harus nya aku berdoa yang lengkap ingin dia bahagia ,menemukan wanita yang bisa membahagiakan nya dan bisa istirahat dari kerja nya dan menikmati hasil kerja keras nya bersama orang yang membuat nya bahagia , saat itu ternyata ketidak leng kapan doa ku yang membuat nya begitu , Lis kamu tahu bahwa disaat dia pertama bangun itu adalah kebahagiaan dan kesedihan juga buat kami , dia dia tidak bisa menggerakkan kaki nya dia lumpuh Lis dan dia bahkan tidak bisa mengingat semuanya bahkan istri nya pun tak bisa ia ingat ,dia bagi orang yang linglung saat itu ,dan kami berharap itu hanya sebentar ,tapi itu ternyata tidak seperti yang kami harapkan ,dan dia mendapatkan perkembangan nya yang maju saat ia melihatmu pertama kali itu Lis, kamu tahu apa yang ia ucapkan di setiap ia mengucap hanya nama kamu,dan kamu ingat saat pertama kali kalian bertemu diapun menjadi punya respon dan bahkan mengingat saya Lis itu adalah hari terbahagia bagi saya ,ya saya akui saya bagai memiliki anak balita dan saat itulah dia memanggil saya mama pertama kali kamu bisa membayang kan betapa bahagianya saya saat itu , padahal jelas dalam medis nya kalau dilihat dari berkas tidak ada yang masalah kan tapi itu dia tak bisa apa -apa,dan hanya kamu yang bisa menyembuhkan nya Lis ,aku mohon bantu Hendra ,dia akan bisa bangkit dan sembuh seperti sedia kala bila kamu ada di samping nya . Bu Rina pun memohon dan mengharap kesediaan Alisa .


Alisa pun memegang tangan wanita yang sekarang telah di depan nya itu ,diapun juga meneteskan air mata nya dia tak bisa menahan nya ,ternyata dibalik kepergian nya menghindari masalalu sungguh berdampak bagi orang yang dulu pernah dekat dengan nya itu.


Akhirnya diapun tak menolak saat kedua orangtuanya mengajak nya untuk meninggalkan negara ini dan menetap disana sampai Alisa melahirkan ,dan setelah itu diapun baru pulang dan melanjutkan studinya di negara ini lagi yah walau dia akui papa nya memang memilih kota yang berbeda untuk kali ini ,dan itu memang untuk menghindari orang di masalalu putri nya sebagai orang tua pasti mereka tidak akan membiarkan putrinya menderita apapun itu caranya, mereka akan melakukan segala upaya nya,dan dengan pindah kota ayah dan ibu nya berharap dia bisa mengenal dunia baru dan melupakan kesedihan nya , dan Alisa pun saat itu juga memilih sambil merintis bisnis restauran dan toko roti nya di sela kesibukan kuliah nya dan dia pun ingat dia bagaikan gila kerja dan itupun hanya untuk mengisi kekosongan di hatinya ,bahkan keinginan nya dulu bisa sambil menemani putra nya Rendra tapi malah putra nya itupun jarang mendapat kan kasih sayang nya .dan baru saat mendapatkan tawaran untuk mengambil gelar spesialis nya dia baru meninggalkan negara ini lagi .


Alisapun menangis sambil mengangguk dan diapun mengatakan akan membantu Hendra melewati ini semua karena bagai manapun juga dia juga ikut andil dalam penyakit laki -laki ini .saat itulah wanita didepan nya itupun terpaku saat tangan kecil yang menggenggam nya itu ,dan dia pun tak sengaja tertuju melihat jari manis Alisa ,jari yang dimana disana telah tersemat dengan manis nya cincin yang indah yang telah menghiasi jari wanita yang sangat dicintai putranya itu.wanita itupun tak menyimpan pertanyaan itu ,diapun dengan memandang Alisa menanyakan apa yang ingin ia ketahui .

__ADS_1


"Alisa apa kamu sudah punya tambatan hati ?..,"


"kenapa cincin ini menghiasi jarimu ,bukan ini cincin per tunangan ?.."


"Apa kamu telah menutup hatimu untuk Hendra dan telah memutuskan membuka hati untuk yang lain Lis , lalu bagi mana dengan Hendra putraku Lis ?....."


"Bagaimana dia bisa melalui hidup nya tanpa kamu Lis ?......"sambil meratap Bu Rina pun mengatakan nya .


Bu Rina pun dengan beruntun melempar kan pertanyaan demi pertanyaan yang mengusik hatinya nya pada Alisa,mungkin reflek dari hatinya bahkan author pun tak tahu apa yang ada di pikiran Bu Rina sampai dia tak bisa menyimpan nya dulu .


Alisa yang mendengar nyapun tak kuasa menahan air matanya yang tadi hampir kering pun merembes lagi dan terjatuh dengan deras nya , air mata itu pun tanpa ia sadari telah berjatuhan di tangan dan lantai ruangan itu yang menjadi saksi kepedihan hati keduanya nya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2