
3hari setelah nya di rumasakit
Suasana di rumah sakit pun terlihat lenggang ,mereka pun merasa bersyukur karena keadaan rumasakit yang bisa membuat mereka bernafas dengan nyaman karena tidak setiap hari mereka bisa merasakan nya bahkan makan tepat waktu pun sangat sulit bila sedang ada pasien yang harus mereka tangani,itulah yang terjadi bila bekerja di rumasakit dan ikut melayani dokter top spesialis bedah yang sibuk dan suka bekerja keras seperti Alisa padahal diapun bisa duduk dan tinggal menyuruh pun bisa tapi untuk Alisa tidak ,dia memilih menjadi dokter yang siap sedia bila ada orang yang memerlukan nya walaupun di luar meja operasi , sebenar nya bukan hanya karena itu harus bersyukur ,bukankah bila para dokter dan kru nya punya waktu lenggang bukan kah itu kabar yang baik ,bukankah berarti pasien tidaklah banyak dan berarti banyak yang sehat kan .
Sementara itu kru Alisa mendapat kan ketenangan dan kenyamanan nya berbeda dengan dokter Alisa yang masih sibuk menjadi dokter Hendra seperti yang telah ia sepakati dengan pak kepala rumah sakit tempat ia bekerja ini untuk menggantikan nya dulu selama perjalanan nya itu ,ditambah Hendra pun yang biasanya hanya kontrol malah menjadi rawat inap dirumhasakit membuatnya seperti baby sitter yang mengasuh balita di sana .
"Pak Hendra Anda tak perlu rawat inap disini. tapi kenapa andha membuat ruangan ini penuh bahkan ini sudah 3hari ,apa andha tak melihat banyak orang yang memerlukan uang untuk berobat dan untuk rawat inap tapi andha menghambur kan uang andha hanya untuk main-main,ini tak lucu pak ,bapak harus tahu disini bukan hotel ,dan bapak harus nya tahu itu ."tandas Alisa dengan marah memandang laki laki di depan nya itu .
Hendra yang melihat nya pun hanya tersenyum ,dia akui dia memang berlebihan tapi dia hanya akan mengakui nya dalam hati karena kalau memang disini di tempat ini dia bisa bersama dengan wanita ini diapun akan dengan senang hati menjalani nya walaupun harus tidur disini seperti ini .
"Dokter saya kan pasien disini ,dan sayapun sungguh perlu perawatan, dan yang tahu,mengerti tubuh saya itu hanya saya ,dan soal pasien yang tak punya uang untuk berobat kalau dokter memang mau menolong kan bisa menyumbang gaji nya untuk orang -orang itu kenapa saya jadi korban ,jangan lupa lho dok saya juga pasien disini ,apa rumasakit ini memang memperlakukan pasien nya dengan tak ramah seperti ini ." Hendra pun berkata dengan tajam seolah menyebar dengan ranjau yang mengancam di sana.
Alisa yang mendengar nya pun seolah tersengat aliran listrik dia tak menyangka kalau Hendra akan mengatakan itu ,tapi kalau dia sampai lapor pada atasan nya bukankah dia yang akan kena marah nantinya ,terlebih dia sudah menyetujui untuk menggantikan atasan nya kalau dia sampai mengadu bukan kah dia nanti yang akan terlihat tak kompeten dan tak tanggung jawab di sini dan bila semua itu keluar dan banyak orang yang mengetahui bukan kah reputasi rumasakit juga terancam dan menjadi taruhan nya .
__ADS_1
"oh.........,baik lah
Apa mau kamu hah ?..,apa kamu anak kecil yang kerjanya ganggu orang bekerja ,kamu harus tahu disini banyak pasien yang harus kutangani dan pekerjaan ku menyangkut dengan nyawa apa kamu mau bercanda disini ,asal kamu tahu disini bukan tempat bermain Hendra kamu harus tahu itu ."Alisa pun masih dengan bersungut-sungut melihat Hendra mungkin kalau Hendra makanan ia akan habis di tekan oleh dokter Alisa .
Hendra pun segera menggapai tangan Alisa dia memegang nya seolah berusaha menenangkan Alisa dengan itu .
"Aku hanya mau menemani kamu ,apa tepat nya aku mau ditemani kamu ,kamu tak perlu selalu di sini ,kamu bebas melaksanakan tugas kamu tapi beri aku waktu 1bulan untuk tetap disini,itu cukup mengisi kangenku padamu Al .ujar Hendra mencoba menawar dengan Alisa .
Alisa pun melihat nya dengan pikiran yang tak pasti apa memang kepala laki -laki ini terbentur parah saat kecelakaan sampai tak sadar apa yang ia lakukan saat ini .
Hendra yang mendengar pun terlihat pasrah, walaupun tampak kecewa ,memang dia selama disini menjadi lebih baik selain sekarang kaki nya sudah bisa terasa bila di sentuh , dia juga sudah lebih bisa banyak mengingat lebih banyak ingatannya dari pada kemarin .
"tambah satu minggu lagi dong Al ,buat bonus lah ,boleh ya ,kita kan sudah 14 tahun berpisah ,boleh kan ,aku mohon ".ujar Hendra masih menawar .
__ADS_1
"oke boleh satu bulan lagi kok"ujar Alisa dengan mantap .diapun melihat respon Hendra .
"Hore ,asik lah ,aku bisa bersamamu satu bulan lagi disini .ujar Hendra dengan tersenyum manis di sana .
Alisa pun dengan cepat menyahut dan memudarkan senyum itu .
"dengan catatan aku akan mundur jadi dokter kamu ,kayak nya kita tak bisa berpartner disini,karena kamu harus tahu disini bukan tempat bercanda dan mengenang masa lalu di sini tempatmu agar kamu cepat sembuh ,apa kamu tak mau bisa berjalan bahkan berlari lagi hah ."Alisa pun dengan keras mengatakan nya pada Hendra
Hendra yang mendengar pun segera mengibarkan bendera putih tanda menyerah dengan mengangkat kedua tangan nya diapun menyerah dan akan menuruti keinginan Alisa , karena dia tak mau Alisa mundur dan melempar dirinya ke dokter yang lain, itu sungguh tak kan membuat nya bahagia.dan dia tak menginginkan nya.
Dan diapun sadar yang harus ia fokuskan adalah segera sembuh karena dengan begini dia takkan bisa berbuat apapun bahkan bila Alisa lari dia takkan bisa mengejar nya dan satu hal yang ia rindukan mendekap dalam pelukan nya wanita mungil itu ,rasa hangat dulu saat ia dalam gendongan nya pun masih terasa bahkan detak jantung nya yang berdetak pun tak kanpernah bisa ia lupakan saat itu ,dan betapa konyol nya dia saat mengajak nya ke rumah nya itulah hal ternekat dalam hidup nya .setitik air mata bening pun menetes di pipi nya , akhirnya satu ingatan muncul lagi dia datang lagi ,ingatan Hendra itu seolah mengalir sendiri bagai aliran sungai yang mengalir membasahi otak nya dan membuat nya menjadi bayangan yang baru kemarin tapi itu ternyata ada lah kepingan masalahku nya yang datang lagi dengan wanita di depan nya itu ,wanita yang entah kenapa dia sangat sulit untuk melupakan nya,bahkan memikirkan dia berpisah lagi pun seolah ia tak bisa ,apa segitu dalamkah dulu dia mencintai nya .
Alisa yang melihat air mata pasien nya itupun segera menghapus dengan lembut ,dia pun merasakan kepedihan Hendra dari air mata yang mengalir itu ,diapun tak tahu ingatan apa yang datang tapi Alisa tahu sungguh tahu di seberkas ingatanya yang kembali diapun akan merasakan momen yang pernah ia lewati itu, bila itu bahagia maka akan merasakan kebahagiaan nya lagi , tapi bila itu momen yang sedih maka dia pun juga akan merasakan kesedihan yang sama yang pernah ia lalui dan satu yang pasti dia tak bisa menyaring yang akan datang dan mana yang harus di ingat dan mana yang harus nya tak ingin ia ingat . dan kenangan itu akan datang seperti angin yang tak tahu waktu datang nya, tiba -tiba akan datang dan kita pun tinggal merasakan sejuk ,kuat atau tidak nya angin itu .
__ADS_1
Di ruangan itu perawat yang sering menenani Alisa pun terlihat tersenyum bahkan seperti orang gila yang cekikikan sendiri .Alia yang sadar pun segera beralih ke arah perawat yang sudah seperti bayangan nya itu ,diapun segera cep diam mengalihkan pandangan ke yang lain nya karena diapun tahu dan sadar statusnya tak cukup bila dia menantang dokter cantik dan mungil di depan nya itu .