
Laki- laki dengan kursi roda itupun segera berlalu dari hadapan Alisa , setelah ia menjauh dari sana diapun menangis terisak dengan tergugu serta tak menghiraukan tatapan semua orang yang ada disana , ,wanita yang adalah mama nya itu pun tak pernah menduganya , anak yang selama ini selalu menyembunyikan rasa sedih dengan tampang dingin nya ini bisa menangis hanya karena wanita ,sungguh kah sangat dalam perasaan nya pada Alisa ,samai begitu rapuh nya .
"Hendra ,kalau kamu mencintai nya berusahalah lebih dan jangan menyerah, bangkitlah dari keterpurukan kamu,cepatlah sehat ,menangis takkan menyelesaikan itu" .ujar wanita yang tak lain Bu Rina itu dengan penuh perhatian
"Lihat ma ,Lihatlah aku aku hanya akan menjadi beban nya ,dia lebih pantas mendapatkan laki -laki yang sempurna bukan laki -laki yang berdiri di atas kaki nya saja tidak bisa .ujar Hendra dengan tegas dan menyeka air matanya.
"kamu bisa sembuh selama kamu mau berusaha dan lihatlah kamu, kamu sekarang sudah lebih baik jauh lebih baik ,dan mama yakin seterusnya akan lebih baik ."ujar Bu Rina .
Hendra yang mendengarnya pun hanya diam saja ,diapun segera mengingat masalalu nya yang membuat nya sampai seperti ini,tapi hanya Alisa yang selalu tergambar dalam bayangan benak nya,serta mama yang menyuruh nya menjaga gadis itu lah yang selalu terngiang di kepala nya ,tapi semakin dia berusaha mengingat yang ia ingin ingat malah membuat kepala nya sakit .
"Ma sebenarnya apa yang terjadi padaku ,kenapa aku seperti ini ,dan kenapa Alisa seolah berjarak denganku,padahal dalam ingatanku kami baik -baik saja , sebenarnya apa yang terjadi kemarin kenapa Alisa bisa dengan laki -laki lain siapa dia ?...,dan berapa lama aku tertidur ma?.... ,kenapa seolah aku tertinggal jauh dan kenapa Alisa tak bersama ku tak menemaniku ,dia malah membawa laki- laki lain tadi , sebenarnya ada apa ?...,dan kenapa ini terjadi.?..
Wanita di belakang nyapun segera duduk didepan nya diapun segera duduk dihadapan putra nya ,sambil terisak diapun mengatakan nya .
"Hendra kamu mengingat Alisa dari mana ,dan apa yang kamu ingat dari nya sayang ".ujar mama nya itu dengan penuh kelembutan .
__ADS_1
"Saat mama menyuruhku membantunya dan tak butuh waktu lama Alisa datang menemui ku diapun datang membantuku menangani klien pada saat itu , akhirnya kami sering bersama karena dia bekerja di kantor ku ,aku ingat semua tentang dia ,dan saat terakhir aku berpisah dengan nya karena dia dibawa oleh keluarga nya ,dan pada saat itu .....,aaaaag..kepalaku sakit ma ,"ujar Hendra yang segera memegangi kepalanya
"Sudah ayo kita segera ke dokter agar dokter tahu dan mengetahui perkembangan kesehatan kamu , jangan dipaksakan ingatan itu akan datang sendiri sayang kamu hanya harus sehat maka semua nya akan baik-baik saja.ujar Bu Rina.diapun segera mendorong kursi roda itu ke tempat dokter yang menangani Hendra selama ini .
Disebuah ruangan lain
Alisa pun segera melotot dan mencubit Rendra dengan gemas nya ,kali ini dia sungguh melepaskan kemarahan nya pada nih anak.
"Mi ,ampun mi ,ya mi aku minta ampun deh ....
tapi besok aku ulangi lagi ,soal nya mami tambah cantik deh kalo tersipu gitu ,iya kan kan Pi,lihat tu Mimi tambah cantik kan?..,ujar Rendra yang masih menggoda Alisa .
Mereka pun segera berpelukan mereka bertiga seolah keluarga yang sempurna yang tak ada celah dan selalu bahagia sejak masa pacaran sampai sekarang anak mereka beranjak remaja itu .dalam keheningan mereka hanyut ,tak sadar mereka tak melihat seorang wanita ke arah mereka.
"Maaf om ,Tante saya meminta maaf karena menolong saya Kak Rendra menjadi seperti sekarang ini ,saya sungguh berhutang banyak kepada putra kalian ,nanti suatu saat nanti saya berjanji akan mengganti kebaikan kak Rendra
__ADS_1
"ujar perempuan itu.
Alisa yang melihat nya pun hendak mengeluarkan kata ,tapi sebelum itu terjadi Rendra sudah membuka suara lebih dulu .
"Tak perlu ,itu sudah kewajiban ku sebagai manusia ,lagian aku juga yang menolongmu tanpa kamu meminta ,jadi kamu gak usah sungkan dan memikirkan balas Budi ,tenang saja Budi sudah di jemput bapak nya tadi jadi jangan dipikirkan dia pasti selamat sampai tujuan .ujar Rendra dengan senyum nyengir terlihat.
Saat itulah Alisa pun mencubit lagi putra nya yang suka tak jelas itu .
"gak papa dek sudah kewajiban ni cowok membantu ,kalo dia lihat kok diam saja itu malah salah malah ,jadi kamu gak usah memikirkan semua ini ,"ujar Alisa dengan ramah nya .
Rendra yang di cubit pun akhirnya hanya bisa menahan rasa pedas di tangan sebelah tapi rasa nyeri di sebelah yang sakit akhirnya makin terasa tapi untung dia bisa menahan nya .
"ya sudah Aku pulang dulu ,ortuku sudah jemput ,kamu mau bareng apa gimana ."ujar Rendra menawarkan wali terlihat ke basa-basian nya .
"gak usah kak ,saya bisa pulang sendiri kok lagian rumah saya juga gak jauh dari sini kok ,terima kasih tawaran nya .ujar anak itu
__ADS_1
Akhirnya setelah berbasa - basi sebentar mereka pun akhirnya berpisah ,Alisa pun segera mengajak putra nya pulang sementara Lenan pun juga mengikuti mereka dari belakang seolah bodyguard yang melindungi keduanya .dijalan pulang yang melihat orang di kursi roda membuat Alisa mengingat pertemuan nya tadi dengan Hendra fikiran nya melayang banyak pertanyaan tapi sampai dimana pun dia memikirkan nya dia tak bisa mengetahui dasar nya ,memang dia harus bertanya pada yang bersangkutan ,bukan kah ada pepatah malu bertanya sesat di jalan ,itulah yang harus jadi dasar nya saat ini ,karena dia tidak mungkin menebak -nebak selalu kan ,dia harus segera tahu apa yang terjadi dan apa sebenarnya yang dialami Hendra ,dalam hati Alisa sungguh tidak bisa tenang dan diam saja ,bagaimanapun juga Hendra adalah penolongnya ,dia juga menemani nya dalam masa sulit bahkan dia mengakui sebagian kecil hati nya juga masih di isi oleh laki -laki yang pernah menjadi pelindung dan partner kerja nya itu .
Hendra bahkan yang menjaganya saat di ruma sakit,dia bahkan sampai begadang tak beralas kaki, dia juga rela bertengkar demi keluarga nya hanya demi melindungi dirinya, kalau bukan karena Hendra sigap mungkin Putra rupawan nya tak akan lahir di dunia ini ,sungguh walau tidak lama bersama ,Alisa merasakan ketulusan laki -laki itu ,bahkan Alisa sangat mensyukuri di hidup nya selalu bertemu dengan orang-orang yang siap melindungi nya tanpa syarat .