
Setelah pembicaraan di jalan akhirnya Lenan pun segera mengajak Alisa untuk jalan -jalan, akhirnya mereka pun memilih belanja keperluan bulanan yang memang Alisa belum membelinya,mereka pun memutuskan ke pusat perbelanjaan terdekat disana dan nanti sekalian nonton mereka pun merencanakan untuk melalui hari ini berdua, seperti kencan sebelum menikah tepat nya.
Alisa pun berjalan di depan sementara Lenan mendorong troli belanjaan dengan gembira,dia merasa senang karena dia bisa menemani wanita yang ia cintai belanja,dia merasa seolah sudah menemani istri tercinta nya belanja bulanan saja,dengan semangat Lenan pun mendorong troli belanjaan Alisa yang aneh nya Alisa lama sekali memilih nya.
"Sayang,mang kamu mau belanja apa,kok dari tadi kita cuma jalan,belanja lah yang banyak,aku nanti akan membayar semua nya,dan tenang saja mulai saat ini dan kedepannya aku akan mene mani kamu belanja, yah tapi nanti kita bisa mengajak anak buah kita untuk membawa kan belanjaan kita bila terlalu banyak.ujar Lenan dengan memandang Alisa.
Alis yang mendengar itu pun segera memandang laki -laki di depan nya,diapun mengeluarkan apa yang ia pikirkan.
"Lenan apa memang semua laki -laki sangat tak suka membawa kan barang belanjaan istrinya,sehingga mereka pun memilih membawa orang untuk membawakan barang belanjaan istri nya itu dari pada berjalan bersama dengan istri saling membantu membawa barang itu."ujar Alisa dengan agak tajam dan dalam.
Lenan pun memandangi wanita di depan nya dia tahu kali Alisa menyimpan kemarahan tapi dia pun tak tahu kenapa, tapi dia pun segera paham karena perkataan nya tadi dan balasan dari Alisa itupun bisa membuat nya sangat paham akan wanita yang ia cintai itu.
"Yaah..., kamu sayang,gitu aja marah,tapi kamu tambah cantik,gemes deh aku.begini lho sayang, kalu aku membawa belanjaan banyak, aku tak bisa dong menggenggam tangan kamu, padahal nanti aku bisa menemani kamu belanja disaat aku libur ngantor dan aku pun tak mau belanjaan jadi pemisah kita apa lagi menghalangi kebersamaan kita,aku gak rela sayang."Lenan pun dengan manja mengatakan apa yang ia rasakan.
Alisa melihat itu pun menjadi tersenyum dan tenang,dia sungguh tak mau bila terjebak dengan laki -laki yang enggan membantu istrinya bahkan tak mau tahu dengan kesulitan istrinya, ternyata laki -laki ini memang sangat perhatian dan pikiran nya pun ke depan walupun sedikit kekanakan sih.
Alisa sungguh mengingat kejadian yang selalu membuat nya marah,ya kejadian nya dengan suami nya dulu,tapi itupun segera ia tepis diapun segera membeli apa yang ia perlukan tapi saat sampai di kawasan belanjaan dapur Alisa pun memandang Lenan.
"Lenan apa yang kamu sukai,masakan dimana yang kamu gemari,apa yang tak kamu sukai,aku ingin tahu semua tentang kamu,dan belajar apa yang kamu sukai."ujar Alisa dengan semangat.
__ADS_1
Tapi Lenan pun malah mencebik dan memonyongkan bibir nya,Alisa yang melihat itupun jadi terganggu dan tak bisa tenang.
"Kenapa lagi,apa ada yang salah,kalu iya katakan Lenan aku tak mau kamu main ngambek saja padahal aku tidak merasa salah."ujar Alisa dengan tegas dan sebal juga.
"Sayang, mau sampai kapan sih kamu memanggilku Lenan,aku baru senang tadi pagi tadi saat kamu panggil aku juga sayang ,tapi baru berapa jam kamu sudah mengubah panggilan kamu,apa susah ya memanggil aku dengan sebutan yang lebih mesra,paling tidak akrab gitu."kata Lenan.
Lenan pun mengerling Alisa dengan matanya,bahkan diapun tak lupa dengan senyum konyol nya membuat Alisa yang melihat nya pun tersenyum juga.
"Oke mau aku panggil apa,sekarang,mas Lenan,ayang Lenan,atau bebeb lenan."ujar Alisa sambil menahan senyum tawa nya.
Lenan yang mendengar itu pun semakin gemas dengan Alisa ,tapi diapun harus menentukan sebutan apa yang ia inginkan,karena itu akan menjadi panggilan keseharian nya nanti.
Alia pun tanpa berpikir langsung mengiyakan nya,dia merasa itu lebih masuk akal untuk dirinya dari pada yang ia bayangkan tadi dalam pikiran nya,sungguh dia menyetujui nya karena itu lebih sesuai dengan umur mereka.
"Oke Pipi ,tapi kenapa kata pipi di muka sih,kalo Pi dimana mas."ujar Alisa menawar.
Lenan pun seperti berfikir,diapun seakan mempertimbangkan semua itu
"kayak nya untuk sekarang boleh,tapi mas nya saja untuk sebelum menikah,kali sudah menikah tetep Pipi,tapi kalo kepanjangan bisa,Mimi panggil kaya gini,Pi tolong Mimi dong,gitu juga bisa,untuk sekarang mas Lenan juga bagus kok mi."ujar Lenan dengan gembira.
__ADS_1
Alisa pun mendengar itu jadi tersipu membayangkan sebutan itu,tapi dia pun tak mempermasalahkan semua nya.
"lalu apa yang mas Lenan sukai,masakan apa yang ingin mas makan."ujar Alisa dengan lembut dan menahan geli.
Lenan uang melihat nya pun serasa ingin menggelitik Alisa tapi diapun tak mau memperpanjang itu, sekarang lebih cepat memilih lebih baik.
"Aku suka semua masakan yang kamu masak dan semua yang kamu sukai aku juga menyukai nya,aku bukan pemilih tapi aku paling suka Rendang,tapi untuk nasi padang,soto,pecel lele semua,aku telah jatuh cinta dengan masakan itu,ya kuakui lidah ku memang sudah sangat bersahabat dengan masakan Indonesia dan terbuai oleh kuliner Nusantara."ujar Lenan dengan berapi-api.
Mendengar itu Alisa pun tersenyum,dia jadi senang karena ternyata laki-laki ini tidak memilih makanan,dan tidak harus masakan luar negri yang itu saja,ternyata masakan Indonesia juga bisa ia menikmatinya bahkan menjadi kesukaan nya.
Lenan yang melihat Alisa pun menjadi tersenyum dia memang berusaha menyukai masakan yang wanita ini sukai,tapi itu bertahun-tahun yang lalu,dia mencoba semua masakan itu,pertamanya dia merasa dimana dengan lidah nya, tapi setelah mencoba dan mencoba akhirnya rasa itu menjadi candu tersendiri buat nya,dan tanpa ia sadar diapun menjadi menyukai nya,dan terus menjadi menggemari semua masakan itu.
Bahkan untuk sekarang Lenan sangat menggemari nya,dia sangat senang karena usahanya itu membuat nya lebih mudah untuk bersama dengan wanita yang ia cintai ini,dia sungguh tak menyangka kalu itu bisa berguna walu harus menunggu berapa tahun untuk merasakan manfaat nya.
Alisa tak tahukah kamu aku selalu mengagumi mu,kamu terlihat cuek tapi dalam ke cuekan mu kamu selalu tak tega melihat orang yang memerlukan bantuan kamu.
Dan di setiap sikap dingin mu ada sebagian kehangatan yang terkubur disana,aku bisa merasakan nya sayang,dan aku akan berjanji akan membuat mu hangat lagi.
Dan saat itulah,tak sengaja troli Lenan pun menabrak troli seseorang,Alisa yang mendengar suara benturan pun terkaget dari kesibukan nya memilih berbagai sayur mayur dan lalapan yang hendak dipilih nya itu,diapun melihat Lenan yang meminta maaf dan sedang berhadapan dengan wanita disana.
__ADS_1