
Pagi ini sudah terlihat tiga orang yang berkumpul di meja makan rumah keluarga Pratama , disana dua orang tua itu memandang Nanar ke arah Hendra yang duduk bagi di sidang oleh kedua nya.
"Apa yang kamu harapkan untuk rumah tanggamu , kalian gak ada yang komitmen dengan pernikahan kalian ,bahkan kamu pun berani membawa wanita simpanan kamu kemari ,otak kamu kemana Hendra ,"ujar salah satu wanita itu tentu dengan marah di wajah nya .
"Apa selama ini Oma ajarkan kamu pengecut seperti ini,sehingga kamu hanya bisa menghindar dan lari dari masalah Hendra Oma kecewa bahkan sangat kecewa sama kamu ."ujar Oma Hendra .
Hendra pun hanya terdiam dan terpaku disana tanpa bisa berbuat apa-apa,dia menyadari memang betapa dia hanya membuat semua ini semakin runyam saja ,dan membuat semuanya makin kacau .
"Sekarang bawa wanita itu kemari biar Oma kamu lihat cewek itu ,cewek yang tak tahu diri dan merusak rumah tangga orang itu".ujar Oma istriku .
Hendra pun dengan gontai berdiri dari duduknya ,tanpa kata -kata diapun berjalan menuju kamar milik nya,kamar yang selama ini ditempati oleh nya tapi tadi malam di gusur oleh wanita yang mengacaukan hari dan hidup nya tapi bisa mengisi hati Hendra yang penuh cedera dan terluka itu.
Ia pun segera membuka kamar yang tak terkunci dari dalam itu ,Hendra pun berjalan mendekat dia pun menuju ketempat Alisa yang masih terdiam tertidur di kasur nya ,dia bagaikan putri tidur yang tak akan pernah bangun walau rumah ini runtuh dia akan selalu tertidur dengan lelap nya .
Melihat Alisa yang bagai tak ada beban membuat nya tersenyum ,dan perasaan senang dan bersemangat pun menjalar ti tubuh Hendra,dia pun dengan lembut berusaha membangun kan Alisa , Alisa yang memang sudah waspada dari tadi pun segera membuka mata indah nya dan memandang laki laki di depan nya itu.
__ADS_1
Hanya dengan tatapan Hendra ,Alisa sudah tahu ada sesuatu yang Akan terjadi di pagi ini ,tapi dia pun segera memasang muka bantal nya ,dan memandang Hendra sambil bertanya .
"Pak ,sudah di molaikah perang nya kenapa bapak malah disini ,tak bisakah bapak membiarkan saya tidur nyenyak saja tanpa kena senjata yang akan melayang ke arah saya ."ujar Alisa yang memang agak malas ikut masuk dalam masalah yang telah ia duka itu .
"Lis Oma memanggil kamu untuk bertemu ,maaf Alisa tapi mungkin ini memang sudah saat nya kamu bertemu mereka , agar cepat selesai masalah ini ,aku mohon Alisa ,"ujar pak Hendra memohon pada Alisa.
Alisa yang malas pun berdiri dengan enggan dia pun beranjak keluar dari kamar mereka ,karena walau enggan mungkin memang benar perkataan Hendra ,ini memang harus terjadi dan dilewati ,tapi ini juga momen yang aku tunggu juga dari semalam.
Dengan tanpa cuci muka pun aku menuju ke meja persidangan yang telah tercipta dan terpasang disana,tanpa pikir panjang pun aku menyapa ke dua orang yang telah menunggu ku itu ,walau pun dengan anggukan aku menyapa mereka dan membujuk cukup bagiku ,Karena dalam fikiranku , walau pun aku mengacungkan tanganku sampai pegal belum tentu mereka menyambut uluran tangan ku .
"Jadi kamu yang membuat rumah tangga cucu -cucu kami terpecah belah ?...,Aku kira wanita bagai mana dan macam Apa yang bisa membuat porak poranda rumah tangga cucu ku ,tapi ternyata hanyalah anak kecil yang tak pernah di kasih pelajaran oleh orang tua nya sehingga dia mengganggu rumah tangga orang lain ."ujar Oma istri mas Hendra dengan tajam nya .
Alisa yang mendengarnya pun juga mau termakan oleh amarah nya ,tapi dia pun segera bisa mengatasi amarah nya yang menggebu itu ,Alisa pun hanya tersenyum membalas semua penghinaan itu .
"Apa kamu gak punya mulut ,Oh ,apa Orang Tua kamu tak mengajarkan bicara yang benar juga ,sehingga kamu gak bisa membalas pertanyaan saya ,"ujar Oma itu lagi .
__ADS_1
"Oh ......,Andha menginginkan jawaban saya ,dan jawaban apa yang ingin Andha dengar dari saya , bukan kah Andha lebih suka menjawab sendiri pertanyaan yang Andha lontarkan pada saya itu ."ujar Alisa dengan lebih tepat nya pernyataan juga daripada pertanyaan.
Plok .....plok.......plok ..,suara tepuk tangan pun membahana .
"Sungguh hebat ibu kamu membesarkan mu , sungguh pelacur yang berpengalaman ,pantas saja suami cucuku bertekuk lutut di hadapan mu ,pasti ibu mu juga pelacur yang berpengalaman juga ."ujar wanita yang sudah bau tanah itu dengan menyakitkan dengan lidah tajam nya .
"oh ,ibu sungguh menyanjung Saya ,padahal saya belajar semua ini dari cucu tercinta andha ,Andha sungguh merendah ,Cucu ibu bagaikan pelacur kelas atas yang sangat terkenal di perumahan saya buk ,apa ibuk yang mengajarkan nya juga ,apa kedua orangtuanya juga mempunyai keahlian yang sama yang sangat mencengangkan juga seperti dia buk "Ujar Alisa tak kalah pedas nya juga ,dia tidak tahan juga kenapa kedua orang tua nya juga ikut terseret disini .
Mendengar itu kedua Oma itupun menggebrak meja dan Oma istri Hendra pun segera membuat panggilan dan pasti untuk cucu tersayang nya ,siapa lagi kalau bukan dia .
Terdengar suara yang malas dan ada bisik- bisik di sebrang ,aku pun hanya tersenyum memandang ke dua wanita yang telah ber umur ini,bahkan tampang kaget pun tak bisa mereka sembunyikan , Hendra yang dari tadi pun juga memilih diam di sana ,tanpa ada kata yang keluar dari mulut nya .
Aku tahu sekarang tinggal menunggu nyonya rumah ini ,dan dalam diam ku pun aku menantikan dia datang di rumah ini ,aku ingin tahu bagaimana dia akan menghadapi semua ini ,dan penasaran juga apa yang akan mereka lakukan dengan rumah tangga cucu mereka yang sebenarnya sebelum aku datang sudah hancur itu .
Apa mereka bisa menahan ledakan dari bom yang akan meledak itu ,karena bagai manapun pemicu telah ter aktifkan ,dan tinggal menunggu bom waktu yang sudah lama tercipta dan tersusun itu meledak dan tanpa bisa di cegah .
__ADS_1
Aku yang tanpa sengaja masuk pun hanya bisa tersenyum ,karena untuk menangis air mataku seakan telah habis bahkan tak bisa keluar lagi sekarang,dan aku pun juga merasa beruntung bisa masuk disini karena tanpa aku cari aku masuk ke tempat yang sesuai dengan keinginanku ,bisa menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik dan menghibur buat ku , bahkan sangat meng hibur untuk ku.