
Setelah ibu nya keluar dari ruangan kerjanya itu diapun merasakan suntuk dan tak bisa konsentrasi lagi ,laki -laki itupun segera memutuskan untuk keluar dan menghirup udara malam di kota ini ,tanpa membuang waktu dia pun segera mutuskan ketempat yang telah lama ia sukai tapi belakangan ini dia tak bisa mendatangi nya karena kesibukan yang membuat nya tak bisa melakukan nya itu .
Saat tiba disebuah angkringan langganan yang biasa ia datangi ,di sana dia tak menyangka telah duduk wanita cantik yang tanpa risih ,tanpa malu makan di tempat seperti ini , dan ditambah dengan senyum manis yang selalu mengisi memori hati nya itu ,wajah cantik ,senyum yang berlesung pipih,di padukan dengan hidung mancung dan kulit yang putih bersih memikat masih sama seperti dulu bahkan wanita ini bertambah cantik sekarang .
Laki -laki itupun menjadi ragu untuk masuk ,tapi belum sempat berputar arah dia sudah disapa oleh pedagang yang memang sudah mengenal nya .
"Masuk mas Fero dah lama lho sampean gak makan disini ,nanti biar saya diskon deh ,ya itung-itung promosi sekarang mas Fero sudah sukses biar ajak tu teman - teman mas makan disini ,kan lumayan .ujar pedagang itu dengan gembira .
Fero pun memandang Alisa yang menengok nya setelah mendengar laki -laki itu menyebut namanya ,diapun merasa senang karena wanita itu masih merespon walu hanya dengan mendengar namanya .
"Lis apa masih ada rasa itu ,bila masih ada bisakah kamu menerima ku kembali ."dalam hati kecil nya Fero pun mengatakan itu .
Tapi melihat betapa sempurnanya wanita didepan nya dia sungguh ingin membuang keraguan nya kali ini, dia sungguh ingin segera mengambil lagi hati Alisa ,dulu diapun bisa ,bila dia gigih pasti Alisa pun akan luluh pada nya kan .
Melihat bidadari yang semakin hari semakin cantik itu membuat nya tak bisa untuk melupakan apalagi mengiklaskan wanita didepan nya itu ,sungguh dia akan menghajar laki -laki yang berani mendekati wanita yang ia inginkan ini tanpa ampun .
Pandangan mereka pun bertemu ,Alisa pun segera mengalihkan pandangan nya dan melihat putra nya yang masih menikmati makanan nya dengan lahap setelah menambah lagi tadi .
Belum sempat Alisa mengajak Rendra pergi ,laki -laki itupun telah duduk di depan mereka ,Alisa yang melihat nya pun terbelalak melihat nya tapi Rendra yang masih fokus pada makanan nya pun tidak melihat reaksi wanita yang ia panggil mama itu.
__ADS_1
"Wah ,papa seneng deh melihat makanan pilihan kamu yang sama dengan makanan kesukaan papa" ,ujar fero dengan gembira .
Mendengar itu Rendra pun segera mendongak melihat asal suara didepan nya .seketika diapun tersedak ,rasa panas karena itupun memenuhi tenggorokan nya ,mama yang di samping nya pun segera memberikan minum untuk nya .setelah tenang diapun segera menepuk dada nya .
"Om ngapain sih bikin kaget saja ,sakit tahu tersedak kudoain deh nanti om juga tersedak ,"ujar Rendra dengan tampang yang marah dan masih memerah karena kekagetan nya itu .
Laki - laki itupun segera menunduk ,hati nya pun merasakan sakit dan hancur ,mendengar putra nya ,putra yang adalah darah daging nya , anak kandung nya sendiri itu memanggil nya Om .
"Rendra ,apa sangat lah sulit bagi kamu memanggil dengan sebutan papa ?..."Fero pun dengan merana tapi terdapat kemarahan di sana mengatakan nya .
Rendra yang di tanya pun hanya menyunggingkan senyum risih dan membalas dengan sengit laki -laki yang ingin pengakuan nya itu .
Alisa yang mendengar pun membelalakkan mata nya ,sungguh ia tak pernah menyangka kalau putra nya akan mengatakan itu pada fero.
"Oh ,jadi kamumenghasut Rendra dengan mengatakan hal buruk pada nya tentang keluarga ku Lis ,sungguh licik kamu Lis ,harus nya kamu mendekatkan aku pada putra kita bukan malah membuat nya takmau padaku dan membenci keluarga ku Lis" .ujar fero dengan marah nya seolah wajah cantik itu tak bisa mengalihkan apa lagi meredam amarah yang telah membakar nya itu .
Mendengar itu hati Alisa pun seperti teriris - iris sakit sekali, bahkan diapun tak bisa menahan air mata nya untuk jatuh ,diapun merutuki dirinya kenapa dia selalu cengeng bila dihadapkan dengan laki -laki yang telah menjadi mantan suaminya itu .
Alisa pun segera menampar wajah laki -laki itu, bekas merah pun tertinggal di sana ,bahkan suara gelas pun terdengar pecah di sana ,tapi bekas merah itu tak biasa membuat hati nya yang telah terluka bisa sembuh seperti sedia kala.
__ADS_1
"Apa kamu tak berkaca mas ,aku tak perlu mengatakan nya ,aku tak perlu membuka aib keluargamu yang borok itu ,apa lagi aku membicarakan nya hanya akan membuat dosaku bertambah mas ,kamu harus tahu mas sesuatu yang buruk pun lama - lama juga akan terlihat walaupun orang itu menyembunyikan dengan cerdik nya , kamu saja yang buta sedari dulu sampai kamu tak melihat kebejatan anggota keluargamu ,harus nya kamu sadar itu mas."dengan marah dan suara yang menggelegar Alisa pun mengatakan semua itu .
Mendengar itu semua pengunjung pun menjadi fokus pada mereka ,saat itulah Rendra pun mengajak mama nya untuk segera berdiri ,dia tak mau menjadi pusat perhatian disini apa lagi sebagai perusuh warung ,tapi belum sempat beranjak tangan Fero megangi tangan Rendra .
"Rendra kamimenyayangi kamu,apa lagi nenek kamu dia sangat menantikan kehadiran kamu sayang percaya pada papa ."ujar fero memohon .
Rendra pun melihat orang yang menginginkan nya dipanggil papa itu pandangan pun sinis ,suaranya pun keluar tajam bagikan pisau yang baru diasah .
"Om asal kamu tahu ,aku sudah bertemu dengan wanita yang kamu panggil nenek itu dan bahkan kamu bilang dia menantikan ku ,asal kamu tahu ,bahkan dia telah tahu aku anak mama saat diruma sakit bersama teman - temannya,tapi apa Om tahu hanya teman -temanya yang menyapa dengan gembira bahkan menceritakan mengenang masalalu dengan mama ,apa kamu tahu bahkan ada hal lucu disana ,kamu tahu , lucunya mereka tak tahu kalau mama sempat jadi menantu di rumah wanita itu ,karena itu aku tahu wanita yang kamu kenalkan dengan nenek itu tak pernah mengakui mama di depan teman-temannya bahkan mama hanya dianggap nya sebagai pegawai atau apa malah sebagai pembantu karena dia ada dirumah kamu ,jangan kamu bermimpi om mana mungkin orang yang tak mau mengakui menantunya dari dulu akan mau mengakui cucu yang dikandung wanita yang ia benci itu ,jangan mimpi Om ,bangun dari tidur kamu aku yang masih anak - anak pun tahu itu" .Rendra pun bicara dengan tandas nya .
Setelah merasa sudah semua ia keluarkan yang ada di hatinya ,Rendra pun dengan cepat mengajak mamanya keluar ,dan di sana Alisa pun segera membayar dulu ,walu dengan masih sesenggukan dan menahan tangis nya ,dan tentu juga tak lupa dengan ganti-rugi yang telah mereka pecahkan tadi dan dengan keributan yang menggangu itu Alisa pun melebihi ganti rugi tanpa menghiraukan pemilik dagangan yang menolak semua itu dan segera pergi dari sana .
Sementara itu laki -laki yang mematung didalam itupun masih lah berdiri tegak sungguh ia tak menyangka kalau anak nya bisa dengan jelas dan padat mengatakan sumpah serapah nya ,bahkan diapun dengan gamblang mengatakan ketidak becusan nya sebagai suami ,dan bahkan mengatakan kejelekan mamanya yang tidak ia ketahui ,yang ia tahu mama nya hanya kurang suka pada Alisa tapi tidak akan separah itu,apa itu hanya perkiraan anak itu saja ,dalam hati pun Fero bertanya dan mencari - cari kebenaran semua itu tapi semua itu tak dapat ia temukan dan diapun memutuskan bertanya nanti pada mama nya itu .
Setelah semua yang terjadi akhir nya diapun memilih untuk tidak memikirkan nya, diapun
memutuskan untuk duduk disana dan memesan jahe anget untuk menghangatkan fikiran nya yang dingin karena kekacauan itu .
Tidak lama pesanannya pun datang dan semua kekacauan pun telah di bersihkan ,fero pun segera menikmati nya ,tapi baru satu kali teguk ,suara ter batuk pun terdengar di kedai itu membuat laki -laki pemilik kedai tersenyum.bahkan author pun ikut tersenyum mengingat nya tapi mirip umpatan Rendra tadi .
__ADS_1
"ku doain deh nanti Om juga tersedak seperti aku nanti ."ternyata itupun jadi kenyataan saat ini .