Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
98.penawar luka


__ADS_3

Wanita yang telah meninggalkan tempat pesta itupun berjalan menuju mobil yang ia bawa dengan Lenan tadi, Alisa pun segera mencari kunci mobil yang biasa nya ia taruh dalam tas kecil nya itu,tapi kali ini diapun tak bisa menemukan kunci itu,bahkan diapun sudah mengacak-acak tas nya tapi dia tak bisa menemukan apa yang ia cari,diapun sadar sekarang kalau kunci mobil nya sekarang ada pada Lenan,diapun sangat maka bila harus masuk lagi bagaimanapun dia seorang wanita,diapun punya harga diri dan kehormatan dan saat ini walau dia lega tetaplah ada bagian terkecil dihatinya yang tidak terima karena penolakan kakek Lenan yang tanpa sopan santun itu.sebaggai wanita normal diapun juga merasakan sakit nya penghinaan itu.


"Apa salah nya bila aku seorang janda dan memiliki putra,lagian aku tidak menyembunyikan semua itu,dan apa dia kira aku akan menyusahkan cucu nya,bahkan kalau pun aku ditanya dulu aku juga tak ingin menjadi janda,aku pun juga menginginkan pernikahan satu kali seumur hidup dan hidup bahagia,tapi kenapa mereka seolah sangat merendahkan aku dan menganggap bahwa Janda adalah aib buat mereka,apa memang segitu rendahkan janda di mata orang tua itu, atau hanya aku yang dia rendahkan karena aku dicintai cucu nya,oh ...,sadar Alisa bahkan dia tak mencintai kamu sepenuh hati,lihatlah dia bahkan diapun tidak membela kamu,kalu dia benar mencintai kamu dia akan segera membela kamu bahkan pasang badan demi kamu,dan dia pun akan tanya kebenaran itu pada mu,bukan malah langsung memercayai semua omongan wanita tak tahu malu itu."Alisa pun menangis dan dengan berbagai kata yang berseliweran dalam hati nya.


Alisa pun tak mempedulikan lagi kunci mobil yang di bawa Lenan itu, diapun membawa kaki nya berjalan dengan membawa luka hatinya,bagaimana pun dia juga punya hati dia hanya wanita biasa yang bisa merasakan,kesedihan,kecewa,dan juga sakit hati.


Dalam hati dia pun sungguh tertawa,sungguh dia tak pernah mengira kehidupan cintanya akan begitu miris,dan tragis,dia pun jadi ingat dulu saat ayah nya menyuruh nya untuk menggugurkan kandungan nya dulu,dia tahu sekarang apa yang membuat ayah nya itu khawatir akan dirinya,tapi Alisa sungguh tak menyesali nya,karena membiarkan Rendra terlahir di dunia ini sungguh hal yang indah, membahagiakan buat nya ia takkan menyesali itu, takkan pernah ia merasa sedih akan itu dia yakin dia bisa hidup tanpa pendamping,tapi untuk membayangkan Rendra yang hilang dari hidup nya dia tak bisa,dan tak sanggup untuk membayangkan itu.


Setelah memikirkan itu diapun menjadi bisa tenang,dan bisa menatap hidup lagi,jalan masih panjang dan masih banyak hal yang bisa kamu lakukan Alisa,banyak di dunia ini yang masih membutuhkan kamu,dan kamu pun masih bisa hidup tanpa laki -laki itu,soal pendamping mungkin memang dia belum jodoh kamu,dan kamu pun harus segera bisa menata hidup dan terbiasa hidup tanpa laki -laki yang berstatus tunangan nya itu.


Tin....tin.....


suara klakson pun mengagetkan nya,Alisa segera memandang taksi uang kosong disana,dan berhenti tepat di depan nya itu.

__ADS_1


"MBC Alisa silahkan masuk,saya ditugaskan mengantar andha,silahkan mbc."ujar sopir disana itu.


Alisa pun mendelik kan matanya,dia segera waspada,dia tahu sekarang lagi marak perampokan yang modus atau bahkan penculik yang ngaku-ngaku.alisa sungguh tak mau bila diusianya yang tak lagi anak -anak bisa di culik dengan mudah nya,saat pikiran nya melayang tak menentu itu,ponsel nya pun berdering dan ternyata Rendra lah yang memanggil nya dengan Vidio cool ,dan belum sempat Alisa bicara putra nya itu sudah nyerocos dulu.


"Ma segera pulang tu taksi langganan Rendra ,cepet mama masuk aku gak mau nanti mama malah di culik kalau jalan sendirian dengan pakaian seperti itu,apa lagi malam-malam gini"ujar Rendra dengan cepat.


Alisa yang mendengar itu pun membelalakkan mata nya,dia sangat ingin tahu dari mana nih anak tahu kalau dirinya butuh tumpangan, bahkan dirinya pun tak kepikiran untuk memesan taksi tadi,tapi putra nya yang masih remaja malah tahu akan apa yang ia perlukan,apa mang benar nih anak sungguh kuat telepati nya dengan dirinya.tapi mendengar kata-kata yang keluar dari Rendra membuat dia memperhatikan lagi apa yang melekat di tubuh nya.


"apa yang salah dengan gaun mama,apa mama terlalu terbuka,dan tidak sopan,tapi kalu mama melihat nya malah gaun mama biasa dan tak berlebihan Ren,apa yang slh sama mama cepat katakan."kata Alisa.


Rendra yang melihat itu pun tersenyum geli,sungguh dia tak menyangka respon mama nya akan seheboh itu,padahal dia hanya mengatakan apa yang ada dipikiran nya saja.


"he....he.....

__ADS_1


Ma, itu terlalu cantik pake itu,kalau mama teman wanita ku pasti aku sudah kujadikan mama jadi kekasih Rendra deh,tapi kenapa sih harus lah menjadi mama rendra."ujar anak laki -laki Alisa itu dengan mencebik.


Alisa mendengar itu pun menjadi tersipu,tapi diapun segera bisa mengendalikan itu,dengan tersipu diapun tak menyangka kalu putra nya ternyata suda bisa mempunyai keahlian menggombal di usianya yang masih remaja.


"Rendra apa itu hah,kamu masih kecil saja sudah pandai menggombal awas saja kalau kamu pacaran di usiamu yang masih bau kencur itu.ujar Alisa .


Diapun menatap Rendra dengan tampang yang dibuat seakan marah tapi dia sebenat nya juga merasa terhibur dengan kata -kata putra nya itu.


Rendra pun menjadi semakin tersenyum melihat itu,dia tahu mut mama sudah membaik dari pada tadi.


"ih ,ma kan itu mang keahlian lelaki dari Sono nya,lagian hanya orang buta yang tidak bisa melihat kecantikan mama,Karen sudah terbukti lah kan Rendra anak mama,kalau mama burik mana mungkin Rendra SE tampan ini." ujar Rendra dengan menampilkan wajah cute terganteng nya.


Melihat itu Alisa pun segera tertawa,diapun geli juga mendengar pernyataan Rendra dan melihat tingkah putra nya itu,sungguh dia mang tampan tapi dia tidaklah mirip dengan nya hanya mata itulah yang mirip dia dan tentu saja lesung pipi itu juga menurun dari nya.dia pun sadar dia langsung menyudahi panggilan itu.

__ADS_1


Alisa pun dengan cepat segera masuk setelah memastikan kebenaran semua itu pada sopir taksi putra nya itu juga ,dia sungguh bersyukur akan hal ini karena mungkin kalau tidak ada taksi ini diapun akan terus berjalan dan yang pasti kalu itu ia lakukan dia takkan tahu kemana kaki ini akan membawanya pergi ,karena itu adalah kebiasaan buruk nya dan kecerobohan nya yang tak bisa ia hilangkan sampai saat ini.


...----------------...


__ADS_2