
Alisa pun memandang Hendra dengan pandangan yang sangat tidak senang,dia sungguh tak menyangka laki -laki yang lebih tua darinya ini bisa melakukan hal kekanakan seperti sekarang ini.tapi bukanlah Alissa bila dia tidak bisa membalas perkataan Hendra.
"kamu belum pernah jatuh cinta kan,kalu kamu pernah pasti deh pernah merasakan itu,dan kamu pun akan merasakan dunia milik berdua bila kamu dan pasangan kamu mempunyai rasa yang sama."ujar Alisa dengan tandas.
Tapi Alisa pun langsung sadar dia salah mengatakan hal itu,dia sangatlah tahu Hendra mencintai nya dan diapun sudah menolak mentah laki-laki itu,dia hampir melupakan itu,saat itulah diapun menambahkan perkataan nya.
"kalau waktunya tiba pasti kamu akan merasakan nya Hendra,dan kamu pun juga akan merasakan manis nya dicintai dan indah nya mencintai."ujar Alisa dengan tersenyum ambigu berusaha mengubur kebodohan nya ini.
Hendra pun segera memandang Alisa, tatapan mata yang tajam dan segelap malam tapi teduh itu membuat Alisa sangat akrap dengan nya tapi dia juga merasakan kesedihan di tatapan Hendra kali ini entah rasa itu pun menyelusup kedalam hati kecil alisa .
Sementara laki -laki yang tak lain adalah Hendra itu,mengatakan apa yang ada di hatinya,tapi dia pun hanya bisa membatin di hati nya tentunya.
"Alisa sasmita kenapa harus kamu yang aku cintai,dan kenapa nasib membawa kita ke jalan seperti ini,aku takut aku takkan bisa menatap kamu sebagai seorang teman apalagi adik,hasratku terlalu besar untuk memiliki dirimu bahkan disaat sekarang kamu telah memiliki tunangan hatiku tak bisa menerima apalagi berpaling bahkan hasrat ku semakin ingin memiliki dirimu seutuh nya.
Hendra pun hanyut dalam lamunan nya,sementara Alisa pun masih lah canggung seperti tak bisa mengatakan apa pun lagi,dia sungguh sudah jatuh kali ini,dia sudah tidak bisa berkutik dan kalau dia nekat dia takut akan jatuh kedalam kecerobohan yang lebih parah dari tadi.
"Sudah ,Alisa yang memanggil mama,kalau kamu tidak suka,kamu tetap harus menerima nya,kali ini hanya Alisa yang mama percaya dan mama kira dia takkan mencelakai kamu,mama percaya pada Alisa."ujar Rina dengan menekan kan kata -kata nya supaya Hendra tahu dia tak bisa ditentang.
__ADS_1
Hendra mendengar itu pun melongo tapi dia pun segera menyahut mama nya itu.
"Apa ma,dulu Oma sekarang mama,kenapa semua nya selalu tak mendukung apa yang Hendra putuskan bahkan terlalu menghalangi Hendra,Oh ya ma dimana Oma kenapa sampai sekarang Oma tak menengok Hendra ,apa dia masih marah sama Hendra."ujar Hendra dengan penuh keingintahuan yang menggebu-gebu di nada suaranya.
Tapi mendengar itu Rina tak bisa berkata,dia malah menangis lagi mendengar pertanyaan Hendra,Rina sungguh sakit bila Hendra menanyakan prihal itu,dia sungguh tak ingin mengingat kenangan yang membuat keluarganya berantakan bahkan kehilangan banyak aset berharga buat keluarga nya itu.
"Hendra kamu tak mengingat nya,benarkah kamu lupa nak,kalian bahkan ditemukan dalam satu mobil saat kecelakaan itu, dan apa yang terjadi pada kalian berdua yang tahu hanya kamu Hendra,tak ada yang bisa di tanyai selain kamu,entah bila saat itu kamu tak tertolong mungkin tak seorangpun akan tahu apa yang sebenarnya terjadi."ujar Rina dengan masih sesenggukan karena kesedihan nya itu.
Hendra yang mendengar itupun terlihat bingung juga ,tapi kesedihan nya lah yang lebih terlihat disana.
Rina sangatlah tahu akan perasaan Hendra,dia tahu Hendra dan Oma nya lebih dekat dari pada dia dan dirinya.
"Maaf Hendra,Oma memang telah tiada dia bahkan tidak sempat mendapatkan pertolongan apa lagi perawatan,Oma sudah kehabisan banyak darah dan meninggal ditempat bahkan tidak sempat dibawa kerumasakit,dan kamu harus tahu Hendra kalian ada di jurang bukan di rumah, kamu harus tahu itu.ujar Rina dengan tandas tapi dengan penekanan disana.
Mendengar itu Hendra bagai kan tak bertenaga dia yang memang masih belum bisa berdiri dengan tegak pun hanya bisa terduduk lemas di ranjang nya itu,tangis pun segera membanjiri ranjang nya,sementara Alisa pun juga mengalami kebingungan disana dia sungguh tak menyangka kalau wanita yang keras dan galak itu telah tiada dia tak pernah membayangkan semua itu.
Alisa pun memandangi Hendra dengan tatapan yang sangat tak tega melihat nya, dia baru tahu laki -laki ini bisa menampilkan tampang yang sangatlah rapuh seperti itu,sungguh dia tak menyangka akan melihat ini,laki -laki yang selalu serius dan tak bisa bercanda dan terkenal dingin dan tak mudah tersentuh ini bisa terpuruk begitu dalam seperti ini.
__ADS_1
Saat Alisa larut dalam lamunan suara Hendra pun memecah nya.
"Lalu dimana wanita yang menjadi istriku itu,bukankah dia juga harusnya disini,kenapa dia sebagai istri pun tak menemaniku ma,dan kenapa juga mama malah mengajak wanita yang telah bertunangan ini "ujar Hendra dengan sinis melihat Alisa.
Alisa yang dibicarakan pun mencebik juga,dia sungguh tidak menyukai Hendra yang seperti ini .
"Dia akan pergi dari sisimu,aku aja tak tahan juga kenapa sih kamu selalu judes,dingin dan tak punya hati,apa hati kamu sudah sedingin es di kulkas atau hati kamu hilang dicuri kucing hah,sampai kamu tak bisa merasakan ketulusan hati ku,dan bisa menerima ku walupun hanya sebagai dokter kamu ."ujar Alisa dengan marah kali ini.
Sungguh Alisa sebenarnya sangat ingin menghibur hati laki -laki ini ,tapi diapun geram ternyata laki -laki inilah yang malah datang me rusak kesehatan telinganya dengan kata -kata nya yang menyakitkan,entahlah kenapa saat dia mendengar kata -kata nya yang dingin dia merasa sedih dan tak di inginkan di dunia ini.
Dalam hati Hendra pun meradang,dia sangat tahu Alisa sangat tulus untuk merawat nya tapi Hendra menginginkan hal ketulusan yang lain, ketulusan antara hubungan laki -laki dan perempuan,ketulusan sepasang kekasih atau lebih, bukan hanya ketulusan seorang dokter yang merawat pasien nya.tapi dia pun sadar dan segera menyahut nya.
"oke silahkan kalau kamu juga mau pergi lagian untuk apa kamu disini, itu hanya akan menunda waktu kamu untuk bertemu dengan kekasih kamu,aku juga takkan mengganggu kamu tenang saja,silahkan pergi sana cari tunangan kamu."ujar Hendra yang semakin pedas.
Alisa sungguh ingin melempar semua barang disana pada muka laki -laki itu,tapi dia pun sadar ini dirumah orang dan diapun tak mau ambil kerugian akan mengganti barang yang ia rusak nanti,dia pun memandang laki -laki itu dengan tajam dan siap membunuh, tapi entah mengapa untuk diam sungguh Lisa sangat sulit, sungguh ia juga sangat ingin memaki laki -laki itu.
Ya ampun apa benar hatinya bergetar bila melihat laki -laki ini,apa tampang sedingin es itu bisa meluluhkan hati kamu, kamu pasti salah mengartikan sinyal hatimu Lis,tak mungkin kamu punya rasa pada nya,itu sungguh menggelikan,lihat saja badut ini pun masih sombong seperti dulu bahkan lebih arogan dari pada dulu.
__ADS_1