
Akupun segera membayar uang taksi itu,dan dengan tergesa-gesa akupun segera kembali ketempat pak Hendra bertemu dengan kliennya .
Sampai di depan restauran akupun mencari mas Fero dengan melihat kesana sini,hatiku pun tak karuan dan takut kalo mas Fero masih ada di disini ,tapi setelah aku pikirkan mas fero yang punya istri pun dengan leluasa mengajak wanita lain ke sini ,kanapa aku gak bisa bersama laki -laki lain juga ,padahal kan laki -laki yang bersamaku hanya bosku kenapa aku harus takut dan tidak enak padanya .
Saat aku teralihkan oleh fikiranku saat itulah kurasakan ada tangan yang memegang bahuku .
"Mas Fero kau kah itu,"dengan reflek aku memanggil nama itu.
Aku yang tidak mendapatkan jawaban pun segera ku putar tubuhku ,alangkah kagetnya aku ternyata yang memegang bahuku adalah pak Hendra ,hati ku pun tenang melihat nya ,tapi rasa tenang itu beralih menjadi air mata yang ku taktahu kenapa air mata itu menetes di pipiku .
"Siapa Fero ,apa dia yang membuat kamu menangis ,kalo ada orang yang mengganggumu kenapa gak bilang padaku tadi ,aku tidak suka orang yang membuat wanita menangis apa lagi dia laki -laki , "ujar pak Hendra dengan penuh tanya diwajah nya .
Mendengar itu entah kenapa tangisanku semakin menjadi bahkan isakku yangku tahan membuat ku semakin sesak dan menimbulkan suara yang terdengar bertambah sendu ,sampai semua orang disana pun melihat kami ,saat itulah rengkuhan pak Hendra seperti melindungiku diapun segera membawaku ke ruangan yang telah dipesan nya tadi ,saat itulah aku mencoba menenangkan tangisanku ,aku tak mau Pak Alan melihat ku yang tidak profesional menangis di depan klien .
"kalo kamu mau menangis tumpahkan saja ,Alan sudah pamit dari tadi ,jadi kamu tenang saja ,disini hanya ada kita ,masih ada waktu setengah jam bokingan jadi pergunakan saja tempat ini habiskan dan keluarkan tangisan mu kalo itu bisa membuat kamu merasa lebih baik ."ujar laki -laki itu.
Aku yang mendengarnya pun segera kutumpahkan tangisanku ,pak Hendra pun hanya diam di tempatnya ,menunggu ku tenang ,dan akupun tak peduli dengan apa yang ia lakukan ,yang aku mau aku ingin menangis menumpahkan kesedihan dan kekecewaan ku saat ini , untung saja ruangan ini kedap Suara jadi aku menangis keras pun tidak akan menggangu kenyamanan pelanggan lain nya.
__ADS_1
Akhirnya setelah aku mencurahkan semuanya ,akupun jadi tenang dan perasaanku pun menjadi lebih baik dan ringan dari pada tadi ,saat itulah aku baru sadar pak Hendra sudah menunggu ku menghabiskan waktu sisa tadi .
"Sudah pak, makasih pak atas pengertiannya bapak dan meperbolehkan sisa waktu bokingan untuk saya " Dengan suara yang masih senggau pun aku berterima kasih pada nya .
" ya gak papa ,aku bisa maklumi tapi kamu tahu tidak kalo kamu tu menambah waktu bokingan tahu ,kalo bukan aku mungkin kita sudah di tendang dari tadi keluar dari ruangan ini,jadi kamu hutang tambahan bokingan ya ,kamu harus membayarnya lain kali,dan kamu harus siap saat aku menagih nya ".ujar pak Hendra dengan nada mengancam .
"ya pak ,boleh bapak potong gaji saya pak saya gak masalah kok pak ,bahkan saya merasa bapak telah banyak menolong saya ."ujar ku dengan penuh kesadaran.
Dia pun dengan senyum yang misterius membuat ku merinding juga.
"Aku tidak membutuhkan uang kamu Lis ,tapi aku ingin kamu membayar semuanya dengan sesuatu yang akan aku utarakan nanti bila sudah tiba saat nya Lis dan ingat Lis aku tak mau kamu menyebut ku dengan pak kecuali kamu tahu kan ."ujar nya dengan muka yang misterius nya.
***************
Di perusahaan pun sudah menunggu Oma Hendra yang telah duduk di kursi milik pak Hendra , wanita yang masih cantik walau pun sudah termakan usia itu menunggu disana sambil mem bolak -balik buku keuangan yang telah ia minta dari anak buah yang ia percaya disana.
Semua kariawan pun hanya diam tak ada yang berani bersuara tak seperti saat ada wanita yang dikira pacar pak Hendra yang datang itu begitu heboh dan berani nya mereka.
__ADS_1
Saat itulah Hendra dan Alisa pun datang,Oma yang mendengarnya pun tak berkutik dia hanya duduk manis di tepat nya ,tanpa bergerak ,dan wajah yang serius seperti Hendra pun melekat di sana .
Kami yang baru datang disuruh segera duduk di depan Oma Hendra ,aku yang dari tadi sudah tidak enak pun jadi agak kikuk juga ,melihat mereka yang hanya diam tak bersuara,aku pun tidak punya cara yang lain yang ku bisa hanya membiarkan mereka yang memolai ,
itu lebih aman bagiku ,aku hanya akan jadi penggem bira saja di sini.
"Oh .....oh.......oh...,
kamu Ter nyata wanita selingkuhan Hendra , aku tak menyangka Hendra suka wanita yang masih anak -anak dan mungil seperti kamu ,kamu baru masuk SMA, sudah berani menggoda cucu Oma yang lebih tua dari kamu ha ,sungguh wanita yang berani kamu ",ujar Oma Hendra itu .
Aku dengan terbelalak kaget pun segera mencoba menguasai diriku ,dari apa yang telah terjadi aku bisa membaca situasi ini ,dan bisa Segera mengatur mimik wajah ku .
"maaf kan saya buk ,saya memang telah lancang mencintai cucu ibuk ,bahkan saya dengan tidak malu nya masih bersama dengan dia padahal dia sudah punya istri ,tapi saya hanya ingin mencintainya buk tak lebih .
"kamu bisa memilih laki -laki lain kenapa harus cucu saya ,kamu juga cantik laki -laki seumuran kamu banyak kenapa kamu memilih dia ,orang yang telah menjadi suami orang nak ,Oma itu seakan memendam kecewa tapi masih mengasihani ku .
"Sungguh saya minta maaf ,Maaf kan saya buk ,rasa itu ada di dalam hati saya dan bila hati sudah memilih bahkan mata tak bisa berpaling buk itulah cinta saya buk ,maaf buk saya melukai perasaan Andha tapi saya mohon percayalah buk ,saya tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan ibuk,saya sudah mencoba melupakan dia ,mencoba berpaling dari dia tapi hanya dia tetap dia yang memenuhi hati dan fikiran saya ,bahkan saya merasakan saya gak akan bisa hidup tanpa dia buk ".dengan memohon dan dengan penuh penyesalan pun aku berusaha dia mau mengerti ,karena aku pun tahu hubungan suami istri Hendra tak baik jadi aku bisa menempatkan diriku disana .
__ADS_1
""kamu gak salah nak ,cucu Oma yang salah ,tapi kesalahan yang terbesar adalah kesalahan Oma ,Oma yang memaksa Hendra menikah pada orang lain padahal dia jelas mencintai kamu ,Oma yang minta maaf menempatkan hubungan kalian di tempat seperti ini".ujar Oma Hendra sambil menangis.