
Alisa yang telah tenang pun telah bisa menguasai diri nya dia pun sudah menata hati nya tak mungkin dia terus larut dalam kesedihan nya ,dia harus siap menghadapi kenya taan ,dan berani menghadapinya .
Benar kata Hendra,Anak ini tidak salah ,dan bagaimana pun juga aku adalah ibu nya ,aku harus bisa menjaga nya ,walaupun nanti dia tak akan di anggap oleh Fero bahkan tak menganggap nya sebagai anak , dia harus tetap memberikan kasih sayang nya ,anak ini butuh diri nya ,takkan ia biarkan dia sendirian di dunia ini ,dia harus tahu disini ada ibu nya yang akan menyayangi nya tak peduli ayah nya menganggap atau tidak dia ,Alisa akan selalu siap menerima keluh kesah nya .
Saat itulah seorang dokter dan perawat memasuki kamar ruangan Alisa dia pun segera menghampiri Alisa dengan tersenyum .
"Selamat sore Buk ?,ibuk dah kelihatan segar sore hari ini, mungkin kalo kondisi ibu stabil besok sudah bisa pulang buk ."ujar dokter itu dengan senyum ramah mereka .
"iya Dok saya juga sudah bosan di sini ,saya sudah kangen sama rumah ,walaupun bagaimana pun lebih nyaman di rumah bagai mana keadaan saya dan bayi saya dok."
ujar Alisa dengan tersenyum juga walaupun dalam fikiran nya dia merasa lucu karena dia di kota ini rumah pun ia tak punya, dengan bilang seperti itupun rasa sedih dan lucu muncul di hati Alisa.
Hendra melihat senyum Alisa pun segera tahu senyum apa yang ia berikan walau pun manis terlihat kepahitan disana ,Hendra sangat mengerti itu , walaupun belum lama dia mengenal Alisa dia sangat tahu sifat Alisa dan kepribadian nya ,bahkan daripada sifat istri nya dia lebih tahu sifat Alisa.
Dan saat itu pun dokter itupun melaksanakan tugas nya,dengan sigap dokter dan perawat itupun memeriksa dengan telaten dan cekatan nya ,dengan wajah ramah dokter dan perawat itu pun melakukan tugas nya dengan lembut .
"keadaan ibuk sudah stabil kalau ibu tambah baik besok ibuk akan boleh untuk segera pulang buk,dan untuk anak ibu besok ibu bisa periksa sendiri untuk ke lengkapan keadaan kandungan ibuktapi untuk saat ini dia baik - baik saja ,ujar dokter itu .
Alisa dan Hendra pun hanya menanggapi nya dengan tersenyum dan terlihat kelegaan di wajah mereka.
__ADS_1
"terimakasih dok sudah melayani istri saya dengan sangat baik,"ujar Hendra dengan tersenyum .
"sama -sama pak ,tenang saja pak itu sudah tugas saya melaksanakan semua itu ,jadi bapak gak usah sungkan sama saya ".ujar dokter dan perawat itu dengan senyum ramah nya.
Dokter dan perawat itu pun segera undur diri dari sana ,saat itulah Alisa pun berbalik melihat Hendra di samping nya ,dia memikirkan perkataan Hendra yang menganggap nya istri nya ,diapun dengan tanpa sengaja memandanginya ,melihat cowok yang dengan membuat Alisa nyaman berada di dekat nya dan rela mengorbankan harga dirinya untuk nya,padahal belum lama ia mengenal nya ,bukan siapa-siapa nya ,tapi dia sudah mau berkorban banyak untuk nya itu.
"kenapa kamu molai jatuh cinta pada ku ,sehingga kamu memandangiku tak berkedip seperti itu ,"ujar Hendra dengan pedenya.
Alisa yang mendengar nya pun segera tergagap serta mengalihkan pandangan nya ,dia malu tertangkap basah oleh nya memandangi nya tanpa berkedip ,saking malu nya bahkan muka nya terlihat merah padam seperti kepiting rebus.
"Dimana Al ,mau pertimbangan ku memasukkan aku dalam hati mu , aku gak kalah ganteng kan sama mantan suami kamu , malah ganteng an aku kan ".ujar nya dengan pede tingkat dewa nya.
"Em ......
Ya ,kalo soal ganteng dan tinggi mang masih me nangan kamu ,tapi ......,Alisa pun bicara tapi menggantung .
"apa kamu muji ,tapi Kok nanggung sih al ,"ujar Hendra dengan penasaran dan cemberut di wajah nya .
Alisa pun menerus kan nya .
__ADS_1
"tapi .....tapi gini ,bapak tahu ,aku melihat perbedaan yang sangat mencolok itu ,bapak berantakan banget ,bahkan lihat bapak masih pake piyama disini ,dan lihat sandal bapak saja hanya pake satu yang satu kemana pak,ujar Alisa sambil tertawa terkikik , yang membuat perut nya sakit juga.
Hendra pun segera tersadar dan melihat kaki nya yang ternyata memang hanya memakai 1alaskaki sejak,apa sejak pagi tadi dia begini , dan pakai an nya pun dia juga segera menyadari nya ,apa yang ia kenakan sejak pagi tadi karena panik nya dia pun tidak bisa melihat yang melekat di tubuh nya dan tak terpikirkan oleh nya untuk ganti baju ,dan iapun ingin menyalahkan Alisa untuk hal memalukan itu , tapi saat ia melihat nya terkikik geli hatinya pun jadi senang ,paling tidak dengan begitu diapun bisa menghibur dan membuat Alisa tersenyum itu gak masalah buat nya.
"Walau begini aku masih lah ter lihat ganteng kan Al ,apalagi aku berpakaian lebih rapi dari ini ,pasti cewek didepanku ini pun makin tambah tak berkedip melihat ku ,apalagi cewek cantik yang lainya pasti akan akan banyak yang antri nanti,begini -begini masih tetep masuk jajaran cogan kan Al ,ujar Hendra dengan PD nya .
Alisa dalam hati pun membenarkan perkataan Hendra dia memang me make apapun di tubuh nya tetep terlihat ketampanan yang menawan seperti saat ini walau pun berantakan dia masih terlihat mempesona dengan auranya ,tapi untuk mengakui nya dia merasakan ke enggan yang sangat dan rasa gengsi yang tinggi pun juga pasti ada ,jadi Alisa pun hanya bisa membelalakkan matanya mendengar kan ke PD an Hendra .
Hendra melihat itu pun hanya bisa tersenyum dengan penuh kemenangan yang ter tampak di wajah nya yang ganteng itu ,dia sangat puas dengan respon wanita di depan nya itu ,yang dengan melihat nya pun dia tahu bahwa Alisa pun mengiyakan walaupun tak tampak dari suaranya yang tak keluar dia tahu itu .
Tok.....tok.....tok.....
Saat itulah terdengar ketukan di pintu , membuyarkan keasikan mereka berkelana ke alam kecanggungan mereka,Handra dan Alisa pun terbangun dari keasikan mereka ,mereka tak menyangka akan ada orang yang datang menjenguk Alisa pada wak tu malam seperti ini ,dengan penuh penasaran pun Hendra menuju ke pintu untuk membukakan pintu yang diketuk itu , Hendra pun juga semakin penasaran kenapa orang diluar tak bergegas masuk harus menunggu dia bukakan .
Hendra pun segera berjalan kearah pintu untuk membuka kan pintu itu, dalam hati dia juga penasaran siapa yang datang kerena dia tahu Alisa tak punya keluarga di kota ini selain keluarga suami nya ,dan dia pun hanya punya Oma disini ,dan tak mungkin kan mereka datang dalam hatinya pun sangat penasaran juga .
Setelah pintu dibuka terlihatlah Hendra yang kaget dengan orang yang ada di depan mata nya,dan Hendra pun segera mempersilahkan tiga orang yang yang datang tak diduga itu untuk Segera masuk ke kamar rawat Alisa, walau dia tak mengenal nya tepat nya hanya satu di antara mereka yang ia kenal , Hendra pun sadar mereka tamu Alisa .
Melihat ada orang yang datang Alisa pun penasaran juga dia tak pernah berfikir ada yang akan menjenguk nya ,dengan keyakinan itu , Alisa pun terbelalak tak percaya melihat siapa yang datang mengunjunginya ,dia tak menyangka mereka akan mau meluangkan waktu nya untuk datang dan berkunjung, setelah apa yang terjadi di antara mereka .
__ADS_1