Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
106.keraguan dalam hati


__ADS_3

Lenan pun mengunjungi Alisa pada jam makan siang hari ini,selain untuk menghilangkan rasa kangen nya dia juga ingin mengajak Alisa makan siang bersama ,dan sekalian memenuhi undangan kakek nya untuk makan malam karena tinggal malam ini kakek nya itu masih berada di negara ini.dan kali ini bahkan kakek nya memohon pada Lenan untuk meminta Alisa membawa putra tunggal nya itu.dan sekarang Lenan pun telah berada di ruma sakit tempat Alisa bekerja disinilah dia berada.


Sementara itu Alisa pun masih lah sibuk di ruangan dokter fisioterapi untuk proses terapi Hendra ,dia memang membujuk agar Handra dan Bu Rina mau untuk didampingi dokter spesialis neurologi lain selain dokter Handoko dokter yang merawat Hendra sejak tiga tahun lalu itu, dan tentu nya yang kini sedang pergi ke luar negri dan menyarankan Alisa untuk menggantikan nya itu.


Alisa tidak percaya dengan kemampuan nya bila harus menangani Hendra,sungguh dia tak punya banyak pengetahuan di bidang ini,dia dulu memilih spesialis bedah ,sungguh jauh dari bidang ini.Alisa pun melihat sekarang saat laki -laki itu terapi dan mencoba berjalan dengan menggunakan alat bantu berjalan yang telah di sediakan disana,Alisa yang melihat Hendra berjuang pun menitikkan matanya dia sungguh tak menyangka Hendra yang sangat sempurna dulu bisa sampai keadaan yang menyedihkan seperti ini.


Melihat itu Hendra pun tersenyum dan memandang wanita yang terlihat menitikkan air mata nya itu.


"Al kamu tak perlu menangisi kemalangan ku,aku bahagia bisa seperti ini karena dengan begini aku bisa bersama dengan kamu lagi.ujar Hendra.


Sungguh Hendra merasa tak sanggup bila melihat wanita yang ia cintai itu menangis karena nya,dia tak rela dia tak mau dikasihani oleh nya dia ingin dia yang bisa menjadi sumber tersenyum nya bukan malah menjadi sumber dari kesedihan untuk nya.


Dan Hendra pun sejak bertemu dengan Alisa menjadi lebih baik bahkan di setiap terapi keadaan nya pun semakin membaik itupun terlihat dari pandangan dokter yang tersenyum dalam mendampingi nya itu.


"Wah pak Hendra bila semakin bagus seperti ini mungkin tiga bulan lagi bapak sudah bisa berjalan normal tapi untuk sekarang bapak belajar pake kruk dulu dan agar kaki nya bisa terbiasa tanpa kursi roda,saya kira kaki bapak sudah membaik dan mulai kuat untuk melakukan itu.ujar dokter itu tersenyum.


Alisa dan Hendra pun tersenyum mendengar itu ,setelah mereka membicarakan semua nya Alisa dan Hendra pun berpamitan dari ruangan itu,tentu aja setelah berterimakasih dan berpamitan dengan dokter nya.


Alisa Pun berjalan mendorong kursi roda Hendra mereka pun berbicara sambil tersenyum penuh kegembiraan setelah mendengar apa yang dokter bilang,Hendra pun merasakan semangatnya juga setelah dia bertemu dengan Alisa,Alisa bagaikan tenaga boster untuk nya,semangat nya untuk segera sembuh pun membludak karena nya.

__ADS_1


Saat itulah terdengar suara yang sangat akrab bagi Alisa.


"Sayang belum makan siang kan,aku mau mengajak kamu makan siang dan sekalian ada yang ingin aku katakan nanti.ujar Lenan.


Suara itupun menghentikan langkah kaki nya, dan Alisa pun segera mencari arah suara itu,melihat laki -laki yang mematung di belakan nya sekitar satu meter itupun membuat nya terkejut,dia tak menyangka kalau laki -laki ini akan datang hari ini, diapun merasa bagaikan pencuri yang tertangkap basah dan sedang dihakimi,sungguh tak enak perasaan nya kali ini.


"Lenan kamu kemari kenapa gak ngabarin dulu ,kenalkan ini Hendra dia teman sekaligus pasien aku .ujar Alisa dengan tak enak.


Alisa Sungguh tak bisa mengerti hatinya,diakan tidak berbuat macam-macam tapi kenapa hati nya sungguh takut Lenan akan salah paham sama dia apa dia sudah punya rasa pada calon suami nya ini,dalam hati Alisa pun bergejolak.


"Oh ya ,saya Lenan calon suami Alisa."dengan mantap Lenan mengatakan sambil mengarah kan tangan nya itu pada Hendra.


"Hendra ,saya teman Alisa,dan Alisa adalah mantan terindah saya."ujar Hendra dengan sinis nya sambil menjabat tangan lenan.


Mendengar itu Lenan pun memandang tajam Hendra pandangan nya seolah ingin menusuk dan membunuh laki -laki didepan nya ,bahkan tangan nyapun meremas tangan Hendra dengan keras nya ,tapi Hendra pun juga tak berbeda.


Alisa yang melihat ketegangan itupun memegangi kepalanya, sungguh ia tak menyangka kedua nya akan berubah menjadi kekanakan seperti sekarang ini.dengan berat diapun segera memisah tangan keduanya.


"ya ,baik lah Hendra kamu matan aku tapi Lenan adalah calon suami aku jadi saya harap pak Hendra mengerti dan menghormati Lenan sebagai calon suami saya.ujar Alisa mencoba melerai dan berharap Hendra bisa melihat kenyataan.

__ADS_1


Hendra mendengar itu pun terlihat menunduk ,apa dia memang harus melepaskan Alisa kali ini,Hendra pun melihat Lenan laki -laki yang telah dipilih Alisa itu,diapun sebenar nya tak kalah dengan nya hanya dia lebih muda kalau untuk tinggi kamu pun terlihat imbang sama lah kalau lebih itu sedikit.


Saat itu Hendra pun beralih ke Alisa wanita yang terlihat mungil yang menjadi pengisi hati nya itu,Alisa memang tidak tinggi,dia mungkin tapi di antara mereka Alisa pun terlihat sangat kecil dan mungil padahal dia juga masuk dalam tinggi rata -rata wanita di negara nya ini.


Tapi kondisi Alisa malah membuat nya sangat mencintai nya ,walau dia akui dulu Alisa bukanlah tipenya. bahkan jauh dari ideal daftar ciri ciri wanita idaman nya,tapi seiring berjalan nya waktu Alisa bisa mencuri hatinya bahkan menguasai hati dan pikiran nya saat ini bahkan bila ada banyak wanita dia yakin kali ini dia hanya mau Alisa bukan yang lain.


Lenan melihat tunangan nya dipandangi seperti itu sungguh tak terima,dia sungguh ingin mencongkel mata laki -laki yang terlihat sangat mengagumi Alisa nya itu.tangan nya pun hendak meraih kerah laki -laki itu kalau saja Alisa tidak segera menghentikan nya.


"pipi kita mau makan di mana,tapi aku antar Hendra pulang dulu ya, soal nya ini sudah menjadi kontrak kerja dengan ku saat ini.ujar Aisa mengalihkan ketegangan.


Lenan pun tersenyum mendengar nya, sungguh dia tak menyangka kalau Alisa mau memanggil nya dengan panggilan kesayangan didepan orang yang dulu pernah menjadi kekasih nya ini.


"Baik Mimi,aku akan mengantar kalian dulu setelah itu baru kura cari makan siang.ujar lenan dengan gembira.


Sementara itu Hendra pun seperti obat nyamuk disana,sungguh hati nya sakit melihat wanita yang ia cintai sangat dicintainya dan bahkan bermesraan dengan terang terangan di depan hidung nya sendiri.


Walau dia tahu Lenan adalah calon suami Alisa tapi kenapa hatinya sungguh menolak untuk bisa menerima itu,kenapa bukan dia ,kenapa laki -laki yang bucin seperti ini,bahkan mendengar sebutan mereka pun Hendra merasa risih.


Sementara Alisa pun melihat dan merasakan kepedihan Hendra itu,tapi dia memang berharap Hendra tahu dan sadar dia sudah punya tunangan dan dia pun sudah tidak punya tempat lagi di hatinya selain untuk menjadi sahabat nya dia sungguh ingin menegaskan itu walau hati nya pun masih ragu akan Lenan.

__ADS_1


__ADS_2