
Fero yang dipandang pun merasa tak nyaman diapun segera keluar dari mobil yang di tumpangi nya itu,setelah dia keluar dan memperhatikan laki -laki berseragam polisi didepan nya itu diapun merasa tak enak,bahkan diapun canggung karen diapun masih lah ingat dengan pa yang ia lakukan pada petugas polisi ini saat dulu saat masih dirinya sekolah dan masa remajanya.
"Kamu fero kan,tak kusangka kamu masih sama selalu membuat repot petugas seperti saya saja."ujar lak-laki yang berseragam itu.
"Pak Ridwan kan...,senang bisa bertemu lagi dengan bapak,saya kira sejak kejadian itu bapak sudah pensiun eh maksudnya tak berani lagi patroli di daerah sini."ujar Fero dengan tersenyum walaupun terlihat kaku.
Fero pun teringat saat dulu setelah kelulusan sekolah menengah akhirnya,saat itu Fero dan kawan-kawan yang masih labil pun dengan gembira dan bodoh nya merayakan kelulusan sambil pawai sampai daerah sini,bahkan mereka pun membawa cat Pilok untuk mewarnai dan mencoret -coret tembok jalan kampung yang terlihat sepi dulu sebelum se rame sekarang,kelakuan mereka pun ternyata menarik perhatian warga yang lewat disana,dengan pakaian seragam yang serba coreng - moreng penuh coretan,ditambah karena mereka memang mengganggu ketertiban dan merusak pemandangan,seorang warga pun melaporkan mereka atas tuduhan itu,dan tibalah polisi yang Ter nyata laki -laki itu mau menangkap mereka,sontak Fero inthegeng pun segera kabur dari sana ,dia tak menyangka dulu, kalau daerah yang masih sepi macam daerah sini bisa mendatangkan polisi dengan mudah dan cepat ,mereka pun kocar-kacir berusaha melarikan diri tak terkecuali Fero, diapun berusaha kabur dari sana dengan mengegas agak cepat motor nya kala itu,kejar kajaran pun terjadi ,tapi sungguh Fero memang siall saat itu laki -laki berseragam itu malah mengejar Fero dan dengan gigih mengikutinya walu dia sudah memilih melewati gang yang sempit, bahkan lewat pemakaman yang sempit pun masih mengejar nya, disaat tegang itu Fero pun sial nya dia kehilangan ketenangan dan tanpa ia sadari diapun nyungsep ke selokan saat cewek nya yang berada di boncengan gemetaran ketakutan mengeratkan pegangan nya pada pinggang fero,saat melihat mereka dikejar oleh laki -laki berseragam itu.
Dengan khas bau selokan Fero pun diarak oleh polisi ke arah tempat warga,tentu saja warga yang kami coret tembok nya,tapi Fero pun ingat kalau dia juga tidak mengatakan saat dia di tanya siapa saja yang ikut dalam merusak pemandangan jalan, dia hanya mengakui diri nya, dan akan bertanggung jawab sendiri ,untung saja saat itu identitas sekolah sudah tak terlihat karena banyak nya coretan memenuhi seragam bahkan tidak ada celah disana, dan jadi diapun bisa menghindar dari mencemari nama baik sekolah nya.
__ADS_1
Mendengar pengakuan itu, petugas itu geram tapi setelah perundingan yang panjang warga pun akhirnya juga memilih menerima kalau Fero bertanggung jawab dengan membersihkan nya,itu cukup buat warga dan bisa dijadikan buat pelajaran untuk nya. saat itulah polisi itupun mau menerima juga ,dan membiarkan fero melakukan tugas nya.
Dia ingat teman-teman nya pun banyak yang ikut tanggung jawab dan mereka pun menyelesaikan semua itu selama tiga hari, tiga hari pun mereka melakukan tugas untuk membersihkan tembok itu dengan mengecat ulang tembok itu tentu nya,saat itu lah mereka pun juga ditemani beberapa warga bahkan para warga pun juga memberikan makanan untuk mereka dan minuman pun tak lupa juga mereka siapkan,sejak saat itu Fero pun jadi mengenal orang -orang yang tinggal di desa itu termasuk pak Ridwan yang notabene tinggal di desa itu ternyata.
"Bagaimana kabar nya pak,saya lihat baik-baik saja, yah walu perasaan bapak masih sama seperti dulu."ujar fero dengan tersenyum konyol.
Pak Ridwan yang mendengar nyapun langsung menatap tampang marah nya.
Laki -laki itu pun mencoba menjaga hati nya dia tak mau terpancing amarah hanya karena mendengar perkataan fero.sementara Fero mendengar perkataan pak Ridwan menjadi tidak enak.
__ADS_1
"Bukan pak,maksud nya bapak tu awet muda gitu,bukan saya menghina bapak.ujar fero dengan tak enak hati.
Dia merasa dirinyalah yang sudah tua tapi melihat pak Ridwan malah masih sama seperti saat dulu pertama bertemu dengan nya bahkan uban pun belum menghiasi rambut hitam gelap nya itu.
"Ah kamu bisa saja,mana istri kamu ,kok sendirian,pasti sudah punya kan masak laki -laki seperti kamu belum dapat jodoh ,bapak lihat mobil mu juga bagus,atau cewek kamu yang nyungsep waktu itu yang telah menjadi istri kamu,apa jangan jangan kamu mempermainkan semua wanita yang dekat dengan kamu,soal nya tampang kamu kan buaya banget ,tapi sebelum nya tolong mobil nya di pindahin area ini tidak boleh untuk parkir bos,menggangu pengguna jalan lain."ujar pak Ridwan dengan tegas walu pun ada bercandanya itu.
Fero mendengar itupun hanya nyengir dan kembali menyusuri jalan kehidupan masalalu terutama kehidupan cinta nya yang sungguh tak semanis dan seindah cerita di dracor ,diapun teringat hubungan nya dengan Sinta wanita yang memang pacar nya itupun segera putus karena dia telah mengkhianati nya dengan mengejar Alisa dan jadian dengan nya saat dia baru masuk kuliah saat itu,diapun mengingat wanita yang dulu mengisi hari -hari nya saat masih sekolah menengah itu,cewek manis yang membuat nya menyukai nya,bahkan sampai dia di damprat orang tuanya saat itu karena mengajak nya nyungsep saat itu,tapi Fero pun segera ter sadar dari masa lalu nya dan dia pun segera memindah kan mobil untuk mencari tempat yang di perbolehkan untuk parkir,setelah nya mereka pun mencari tempat untuk ngobrol, walupun akhirnya mereka pun memilih ngobrol di tepi jalan tapi mereka pun melanjut kan percakapan dengan asik ,itupun sungguh sangatlah menghibur Fero dan sejenak bisa melupakan kepedihan hidup nya itu.
Fero pun memang mengalihkan pertanyaan laki -laki itu,dia tak mau rumah tangga nya menjadi konsumsi publik,cukup dia yang tahu dan cukup dirinya lah yang harus menanggung penderitaan nya sendiri,dia tak mau membawa orang lain ke masalah ranah pribadi nya,tapi dia pun punya harapan saat ini dia akan mulai dari nol,mencoba memperbaiki dirinya agar lebih baik lagi dan akan berusaha bisa diterima kembali oleh Alisa suatu saat nanti.dalam hati fero pun mencoba berdoa dan berharap itu.
__ADS_1
...----------------...