
Alisa yang tugas di pagi hari itupun berjalan dengan gontai,tadi malam entah kenapa dia sangat sulit untuk tidur bahkan sampai jam empat dini hari dia baru bisa memejamkan matanya,sebenar nya dia ingin tukar datang tugas nya kali ini,tapi diapun ada jadwal operasi,dan itu tidak bisa ia tinggalkan dengan mudah karena tenaga dokter yang ahli bedah diruma sakit yang tidak memadai .
Akhirnya Alisa pun dengan memaksa kan diri juga tetap datang bekerja kali ini,untung saja Alisa pagi ini meminta dibuatkan susu jahe untuk penambah tenaga nya dan tentu saja itu berguna untuk pengurang letih. Dan penambah stamina untuk nya,dan itu adalah hal yang sangat berguna bagi tubuh Alisa saat ini.
Sampai rumasakit Alisa tak menyangka semua yang ada di rumasakit itu sedang kusak- kusuk membicarakan seseorang dan saat Alisa datang mereka pun terlihat kehilangan daya karena langsung diam tak bersuara bagaikan radio yang kehilangan daya listrik nya.
Alisa tahu pasti mereka telah mendengar berita tadi malam,tapi apa begitu cepat nya nih berita kenapa baru tadi malam sudah banyak yang tahu,semua itu.
"Dokter Alisa gak libur ya,saya kira dokter Alisa izin libur dulu ,jadi Dokter Klara yang menggantikan operasi Andha kali ini."ujar perawat yang biasa dengan Alisa.
"Apa dokter Klara telah pulang,kenapa dia tidak bilang pada ku,hah kalau tahu dia sudah pulang aku bersantai dirumah saja tadi."ujar Alisa yang terdengar menggerutu.
Mendengar itu perawat itupun diam tak menanggapi karena dia tahu Alisa sedang ada masalah,dan seluruh kru rumasakit pun mengetahui semua itu,karena sejak ia kenal dengan dokter Alisa tak ada yang ia gemari selain profesinya bahkan 24jam di rumasakit dia pun akan melakukan nya,tapi saat ini dia mendengar wanita ini ingin istirahat bahkan kemarin diapun tak datang untuk bekerja,sungguh Alisa yang telah berubah,apa gila kerja nya sudah hilang dimakan waktu kali ini.
__ADS_1
"ya sudah,tolong ya sus,nanti bilang pada dokter Klara,terimakasih dari saya dan saya tunggu oleh-olehnya,saya pulang dulu."ujar Alisa dengan beranjak pergi meninggalkan tempat itu
Perawat itupun hanya terbengong melihat Alisa yang segera pergi,dia tahu Alisa memang sangat disayang oleh pemilik rumasakit tapi walau begitu Alisa selalu melakukan tugas nya dengan baik bahkan sangat baik.dan diapun banyak yang mengetahui kalau dia ikut bergabung dalam rumasakit ini juga permintaan khusus dari pemilik ruma sakit bahkan kalau Alisa mau dia bisa menggantikan posisi kepala disana bukan karena dia kaya atau cantik,tapi keahlian nya lah yang telah membuat nya dia kui oleh orang -,orang yang mengenal nya,dia sangat lah langka kepintaran nya di atas rata -rata banyak yang mengetahui dan mengakui keahliannya itu .
Alisa pun segera ingin meninggalkan rumasakit itu,tapi baru berjalan berapa langkah ponsel nya pun berbunyi,panggilan yang ia tahu dari pasien langka nya itu memanggilnya,Alisa yang melihat itu merasa enggan sebenar nya dia sungguh lagi tidak mut apa lagi melayani laki -laki ini,tapi untuk mengesampingkan dan membiarkan nya Alisa pun tak tega,bagai mana kalau memang penting,dan dia mengabaikan nya bukankah dia akan menjadi bersalah nanti.
Akhirnya Alisa pun mengangkat nya walau sedikit rasa enggan karena saat ini dia sungguh tak ingin berurusan dengan laki -laki ini dulu,dia ingin fokus pada pekerjaan dan Rendra saja dulu,tanpa ada yang menggangu nya.
"Ya ,ada apa lagi Hen, bukan kah aku dah bilang kalau kamu bisa cari dokter lain dan akupun sudah merekomendasikan nya,apa lagi yang kurang hah,belum jelaslah aku mengatakan semua nya."ujar Alisa dengan suara yang terdengar sebal.
"Halo Lis ,ini Bu Rina ,tolong ibu Lis,ini Hendra pingsan lagi ,bisa ibu mohon bantuan kamu kesini,Lis saya gak ingin penyakit hendra terekspos,dan cukup kamu dan dokter sebelum kamu yang mengetahui kondisi nya,saya tak mau keadaan Hendra jadi konsumsi publik,dan kamu bisa datang kerumah saya kan lis,ibu tunggu dan saya harap kamu segera datang nanti segera ."ujar Bu Rina dengan gugup dan khawatir.
"iya buk saya akan kesana, tolong sherlock lokasi nya saya tunggu, saya akan segera kesana".Alisa pun dengan gugup dan khawatir juga mendengar itu.
__ADS_1
Belum sempat ponsel nya ia masukkan, sherlock dari Bu Rina pun telah masuk,Alisa pun dengan cepat menuju ke mobil nya,kali ini dia membawa mobil yang berbeda mobil nya yang biasa ia bawa masih di bawa Lenan kemarin,untuk mengambil nya Alisa pun terlalu geng si untuk itu.
Alisa mengarahkan mobil nya ke alamat yang telah ada di ponselnya,setelah satu jam berjalan akhirnya sampai juga dia di rumah bergaya Eropa yang megah telah berdiri di di epan nya,Alisa pun segera memanggil Bu Rina setelah dia sampai di depan rumah itu,sekalian mastikan ia tak nyasar ke alamat lain nya,tak berapa lama seorang scurity pun membukakan gerbang megah yang telah berdiri dengan kokoh nya itu.
Pandangan Alisa pun terpaku melihat bangunan yang indah dan megah bagikan istana itu,bahkan halaman nya pun terlihat sangatlah lah tertata dan sangat terlihat klasik bagaikan di negri dongeng .saat Alisa menikmati pemandangan itu,sungguh dia tak menyangka kalau Hendra adalah anak orang yang sangat kaya melebihi perkiraan nya, saat pikiran nya terbang itulah,tiba-tiba tangan nya pun dipegang oleh seseorang, Alisa yang merasakan itu pun terkejut.
Dan saat itu iapun segera melihat pemilik tangan lembut yang menggenggam tangan kecil nya itu.saat pandangan bertemu Alisa pun segera tersenyum untuk menyapa wanita yang ada di depan nya.
"Bu maaf, saya terpana dan terhanyut dengan pemandangan yang ada di depan saya."ujar Alisa dengan tersipu malu mengatakan semua itu.
Wanita itu hanya tersenyum tapi wajah yang khawatir nya pun tak bisa ia sembunyikan,bahkan wanita itu segera menggenggam tangan Alisa tanpa kata,dengan cepat ia pun mengajak Alisa untuk mengikutinya hanya dengan genggaman nya itu,Alisa pun hanya bisa mengikuti nya sesuai tarikan tangan dan jaki yang mengharuskan nya untuk berjalan separuh berlari seirama dengan Bu Rina.
Akhirnya setelah sekian lama melewati ruangan demi ruangan, akhirnya sampai juga di depan sebuah ruangan yang membuat Alisa pun tidak tenang juga, akhirnya diapun segera diajak masuk ke ruangan itu,sampai nya di dalam terlihatlah Hendra yang masih terbaring di ranjang nya, Alisa pun memandang laki-laki di depan nya itu,laki-laki itu seolah tertidur dengan lelap nya bahkan suara langkah ibu nya dan Alisa tak bisa membuat dia ter bangun dari tidur nya itu.
__ADS_1
Alisa pun segera menghampiri laki -laki yang terlihat tak berdaya dalam ranjang nya itu,wajah pucat pun menghiasai wajah laki-laki yang telah terbaring disana,Alisa pun segera memeriksa Hendra,tanpa membuang waktu dia pun dengan seksama dan cermat memeriksa denyut jantung, pernafasan dan semua nya yang ia perlukan.
Saat itulah dia menatap Bu Rina dengan pandangan yang tak bisa Bu Rina baca,tapi melihat Alisa yang masih sibuk dengan Hendra diapun menjadi segera tenang dan menunggu apa yang akan wanita ini simpulkan nanti nya.