
"Tapi kamu harus nya sebagai laki-laki gak bisa berbuat seenak kamu Hendra ,kamu gak bisa mainin perasaan dia,sejak kamu sepakat mau menikah, kamu harus nya sudah tak bertemu dengan wanita lain atau anak ini apa lagi menjalin kasih, itu tak layak buat seorang suami ,dan kamu sebagai lelaki dewasa dimana fikiran dan akal kamu ,kamu sudah tidak pantas membuat gadis yang masih labil seperti dia jatuh cinta padamu ,karena kalo bukan kamu yang memolai dia takkan seberani ini ,kamu sudah punya istri Hendra harusnya fokus kamu pada istri kamu ,kamu membuat Oma sangat kecewa .
Dengan diam akupun masih menyimak pembicaraan mereka ,aku tak mau membuat Oma Hendra semakin marah ,dan tambah runyam keadaan pun akan semakin ruet nanti.
"Oma dia sudah kuliah Oma ,dia bukan anak kecil lagi, lagian kami hanya selisih 6 tahun masih wajar Oma ,kenapa Oma membahas umur ,aku jadi terasa tua Oma kalo begini ". dengan masih bercanda pak Hendra pun menimpali perkataan Oma nya .
"Kamu ,kamu memang anak kurang ajar,tak bisa kamu meng hargai Oma dan teman Oma , sekarang mau di taruh di mana muka Oma kalo kamu yang cucu Oma menyakiti perasaan cucu tersayang teman Oma yang sekarang adalah istri kamu , kamu tidak memikirkan itu .
Dengan masih memandangi Oma nya Hendra pun terlihat memendam sesuatu, tapi terlihat dia tidak mau mengeluarkan semua itu di sini di hadapan Oma nya.
"Oma Cinta memang tak bisa di pak sakan ,kalo memang Oma sayang kami harus nya Oma rela kami berpisah ,karena memang tidak ada jalan bagi kami untuk bersama Oma .ujar pak Hendra.
__ADS_1
"Kalian ......kalian tidak pernah mengerti , perjodohan ini kami laku kan demi kebaikan kalian ,tapi kalian tak pernah bisa mengerti ,terlebih kamu Hendra ,kamu akan menyesal kalo kmu berpisah dengan istri kamu ,memilih bersama pacar kamu ,kamu harus nya mengerti Hendra " .ujar Oma dengan marah nya .
"Perjodohan kami bukan untuk kebaikan kami,tapi itu semua demi Oma ,perjodohan kami hanya agar Oma dan teman Oma bisa menjalin persahabatan lebih dekat kan , tanpa Oma mau mengerti perasaan kami".ujar Hendra dengan terlihat terluka.
"kalian takkan bahagia kalo kalian memolai cinta kalian diatas penderitaan orang lain ,terlebih itu istri kamu Hendra, kalo kamu tak menginginkan nya harus nya kamu bisa membicarakan nya dengan baik-baik ,bukan seperti ini Hendra."omapun membalas perkataan mas Hendra dengan tajam nya ,tapi tersirat kesedihan yang mendalam , dalam setiap kata -kata nya.
"Oma gak bisa meramalkan kebahagian kami,Oma tak berhak mengutuk masa depan kami ,tapi aku yakin Alisa wanita yang baik Oma ,Oma harus tahu Alisa bukan lah pacar aku yang dulu ,tapi aku tulus mencintai Alisa Oma ,Alisa juga tulus mencintai aku , tidak seperti istriku oma ,dia hanya mau harta ku saja dan dia sudah terang terangan menolakku Oma ."Hendra pun dengan merasa putus asa juga mengeluarkan yang selama ini ia pendam .
"Kalian memang mau memojokkan istri Kamu Hendra,hah.... tak kusangka kalian bersifat picik seperti ini bahkan menfitnah nya ,tak seharusnya Hendra kamu yang salah menutupinya dengan mencari kesalahan istri kamu, dia istri kamu yang harus nya kamu jaga dan lindungi dan berusaha membahagiakan nya , kalo dia mengambil harta kamu ,bahkan semua harta mu pun itu hak dia sebagai istri kamu ,Oma tak menyangka kamu se egois ini ,dan Oma kecewa sangat kecewa sama kamu ,tak menyangka kamu tak pernah menghargai istri kamu ,Sampai kamu memfitnah nya Hendra "dengan marah dan suara yang sangat kecewa Oma bilang ke Hendra.
"Diam kamu ,kamu memang kurang ajar Hendra ,harus nya kamu tahu wanita yang menikah tanpa cinta itu ada beban tersendiri di hatinya ,kamu harus nya lebih sadar dan sabar menunggu cinta itu datang bukan malah menghianati nya dan malah menjelekkan nya ,padahal kmu yang bajingan disini bahkan telah tertangkap basah masih mau membela diri ."Oma yang semakin marah pun juga menaikkan nada suaranya.
__ADS_1
Dan oma pun masih melanjutkan kata-katanya,yang membuatku terkaget juga karena namaku yang di sebut nya.
"Dan kamu Alisa ,kamu harus tahu ,kamu tidak layak menempatkan cinta kamu pada lelaki yang ber istri ,kamu akan menyesal nanti, dan kamu apa tak pernah berfikir bagai mana nanti kalo kamu yang di posisi nya ,menjadi wanita yang di khianati oleh suami kamu, apa kamu bisa menahan nya ,apa kamu tidak sakit hati nak kalo dikhianati . ujar Oma Hendra dengan menasehati .
Mendengar Oma yang menasehati ku dengan marah nya akupun juga merasakan diposisi itu ,aku pun jadi meratapi pernikahanku sendiri,dimana aku dikhianati oleh laki-laki yang aku cintai ,bahkan dengan wanita yang menjadi tamanku sendiri ,mengingat itu makin terasa ,semakin jelas aku merasakan betapa sakit hatiku dan luka nya pun dalam menganga disana ,ke dua pipiku pun basah ,karena tanpa bisa dicegah air mata itu keluar dan berderai bagai air hujan ,dan rasa sesak yang sudah hilang tadi datang lagi ,akupun hanya bisa menangis didepan Oma dan mas Hendra .
"kamu yang baru membayangkan saja sudah menangis dimana coba kalo kamu yang di posisi sebagai istri Hendra apa kamu masih bisa berdiri ,mungkin kamu akan mati merasakan pengkhianatan suamimu itu ."ujar Oma dengan tegas kali ini.
Oma pun masih meneruskan kata-katanya.
"Oma mohon,Oma mohon pikirkan baik-baik hubungan kalian ,rumahtangga bukan lah mainan disana ada janji yang sangat sakral yang telah mengikat orang yang telah melangsungkan pernikahan,bahkan disana ada dua keluarga yang terikat juga didalam nya ,bukan hanya kalian yang tercerai tapi ingatlah persahabatan antara ke dua keluarga itupun akan retak ,bahkan mungkin bisa hancur dari dampak perpisahan kalian ,jadi bila masih bisa di pertahankan berusahalah untuk mempertahan kan nya ,Oma mohon ,Oma mohon , Hendra ,Alisa kalian harus tahu mana yang terbaik buat kalian .
__ADS_1
Oma pun segera beranjak ,dan pergi dari ruangan yang di tempati kami bertiga ,dia pun terlihat menitikan Air mata juga ,akupun tahu perasaan apa yang ia rasakan saat ini , akupun juga bisa merasakan betapa kecewa,menyesal dan ketakutan yang ia rasakan,karena sebagai Oma diapun pasti mengharapkan kebahagiaan dan yang terbaik bagi cucu nya.
Alisa yang mendengarnya pun membuat ia teringat dengan suami nya Fero yang selama ini telah menjalani hidup bersama ,kenangan manis pun menari-nari dalam ingatan nya,kenangan saat kuliah walau sebentar ,dan hari -hari manis saat berdua terbersit dalam ingatannya , bayangan mertua nya yang selalu mengomel pun juga terbersit dalam fikiran nya ,walau dia sering marah ,Alisa akui dia menyayangi mertuanya itu ,dalam hatinya ia berkata,apa aku juga akan berpisah apa perpisahan merupakan jalan terbaik buat kami, bagai mana bila aku mengambil jalan yang salah ,tapi kalo tidak berpisah bisakah aku melalui hidupku disana ,saat pikiranku hanyut memikirkan apa yang akan aku ambil nanti ,saat itu juga terbersit bayangan farel ,farel dan kebaikan nya dan kepolosan nya ,dan dia yang mengatakan cita nya padaku ,aku pun sadar itu juga akan menambah persoalan hidupku ,menjadi masalah juga buatku .