
Malam yang telah di tentukan pun tiba juga,Lenan yang telah menjemput Alisa pun telah siap dengan stelan tuxedo nya,yang tentu saja ia sangatlah terlihat tampan sempurna tentunya.Alisa dan Rendra pun juga tak ketinggalan,mereka pun telah berdandan rapi juga untuk siap berangkat menemui kakek Lenan di rumah nya kali ini,Alisa pun terlihat gugup,perasaan was-was pun mengulang datang lagi seperti saat kemarin,bahkan kali ini lebih berdebar hatinya.
Tangan lenan pun menyambut tunangan nya yang telah tampil semakin cantik didepan matanya itu,Rasa kaget terlihat Ter nyata tangan itu belum lah sampai pada cintanya tapi tangan itu telah di tepis dengan segera oleh Rendra putra Alisa.
"Belum halal Pi ,sabar dan jaga hati dan niat agar kalian sampai ke pelaminan."ujar Rendra dengan tajam.
Lenan yang dikatai pun hanya tersenyum ,tanpa Rendra bicara diapun akan melakukan nya,dia sudah jauh berjuang mendapatkan Alisa dan kali ini dia pun takkan rela bila Alisa terlepas dari pelukan nya.
Lenan pun segera membukakan pintu depan mobil untuk Alisa,tapi Alisa pun malah memilih dibelakang dan Rendra juga mengikuti mama nya itu di belakang, seperti sopir saja sekarang dia ,Lenan pun sebenarnya ingin meminta Alisa duduk di depan agar menemani nya tapi rasa sungkan pun ada sehingga ia urungkan.
Perjalanan itupun terasa lebih lama dari waktu yang mereka tempuh menurut Lenan tapi untuk Alisa sungguh cepat waktu satu jam berlalu,dia pun semakin terlihat gugup ditempat nya,Rendra yang melihat itupun menggenggam tangan mama nya itu,dan berharap wanita disamping nya menemukan ketenangan nya,sementara Lenan melihat dari kaca depan mobil nya yang menampakkan gambar manis kedua nyapun tersenyum,dia sungguh bangga pada Rendra yang bisa menenangkan mama nya walau sedikit cemburu juga karena bukan dia yang ada di posisi Rendra saat ini.
Mobil pun memasuki pekarangan rumah yang bernuansa modern dan elit yang bahkan belum masuk pun sudah terlihat kemegahan rumah itu,Alisa pun bisa menebak selera kakek Lenan yang tinggi tentu nya.dosana pun sudah ada orang yang menunggu mereka untuk membukakan pintu mobil dan mengantarkan mereka masuk ke dalam rumah .
Lenan pun segera masuk ,dia pun berjalan didepan dan dibelakang nya pun mengekor Rendra dan Alisa yang bergandengan tangan mengikuti Lenan.di ruang makan pun telah terhidang masakan yang beraneka ragam,dan seorang laki-laki pun terlihat telah duduk disana memandangi kedatangan mereka,pandangan itupun membuat Alisa terhenti dari berjalan nya.
"Silahkan Nak Alisa,silahkan duduk,saya sudah mempersiapkan semua ini sebagai penebus perkenalan kita yang berantakan kemarin,semoga kamu bisa memaafkan kakek yang tidak bisa menyambut dengan baik kemarin.ujar kakek Lenan.
laki -laki itupun tersenyum ramah kepada Alisa ,Alisa pun membalas dengan senyum canggung tapi manis tak kalah ramah juga.alisa pun segera bisa menguasai hati dan tindakan nya diapun segera mengarah kan jalan nya kearah kakek Lenan diapun segera menjabat tangan kakek Lenan dan mencium nya bertanda dia menghormati nya,setelah itu Alisa pun mengambil sesuatu yang telah ia siapkan tadi setelah mendengar Lenan mengatakan padanya kalu kakek. Nya mau bertemu dengan nya.
"Alisa yang meminta maaf kek,pak."
ujar Alisa tergagap.
"panggil kakek ,kamu juga cucu kakek Alissa.ujar laki -laki itu.
__ADS_1
Alisa yang mendengar itu pun menjadi terpaku sesaat dia tak menyangka kakek Lenan dengan mudah mau menerima diri nya disini ,di keluarga ini.
"Alisa yang meminta maaf kek,Alisa yang telah membuat pesta kakek berantakan waktu itu,dan ini semoga kakek berkenan menerima hadiah perkenalan dari saya."ujar Alisa dengan tersipu dan menunduk.
Walau pun tersipu menunduk Alisa pun tetap menyunggingkan senyum ramah nya,kakek lanan pun terlihat terkesan dan diapun mengucap kan terima kasih pada calon cucu nya itu tentu saja dengan menerima pemberian Alisa tentu nya.melihat itu Alisa pun sungguh merasa lega juga,untung dia tadi sempat mencarikan hadiah untuk kakek karena dia pun sangat tahu dia harus memberikan kesan yang baik buat keluarga tunangan nya ini ,bagai manapun dia harus bisa menerima dan bisa pula diterima itu lebih baik kedepannya.
Setelah itu Alisa pun disuruh duduk dan lenan pun telah menyiapkan kursi disebelah Rendra dan dirinya tepat nya,Lenan sangat senang juga bahkan Alisa menyiapkan hadiah untuk kakek nya,Lenan tahu kakek nya sangat senang bila ada orang yang memperhatikan nya karena dia selama ini hidup sendirian dan hanya mama nya lah yang menemani nya,tapi setelah menikah dan hidup dengan suami Lenan saja yakin kalau kakek nya pun rindu perhatian itu.
"Makasih Alisa kakek senang kamu mau berkunjung bahkan membawakan hadiah pula,...kak kek...Hu...hu......
."kakek lenan pun malah terisak tergugu di duduk nya .
Alisa melihat itupun kaget diapun tanpa sadar segera menghampiri kakek Lenan dan memegang tangan nya dengan lembut seolah mene nangkan.
Alisa memang ingin mengatakan apa yang ada di hati nya,dan dia sungguh ingin mendengar apa yang akan kakek Lenan katakan Alisa penasaran kepada nya apa dia akan menerima apa malah akan menolak nya,yang jelas dia ingin tahu dengan segera kejelasan itu.
Mendengar Alisa mengatakan itu ruang makan itu pun menjadi hening,pandangan kakek Lenan pun tertuju pada Rendra,Rendra yang dipandang pun segera sadar dan menunduk,dalam hati dia sangat tak bisa tenang dia takut hal jelek yang ia bayangkan selama ini akan menjadi kenyataan,tangan nya pun mengepal mencoba mengumpulkan keberanian nya.
Tapi kakek Lenan pun malah berjalan kearah Rendra semua yang ada disitu pun terlihat tegang,tak terkecuali Rendra,tapi saat laki -laki itu dekat dengan Rendra diapun malah memberikan tepukan di pundak anak itu.
"Rendra kamu juga akan menjadi cucu buyut kakek,nanti sekolah saja di negara kakek,kamu bisa belajar bisnis nanti kakek suka karakter seperti kamu ,kakek akan senang bila kamu bisa menemani kakek,selama ini hanya Eldar yang bodoh dan seenak nya itu yang menemani kakek,kakek butuh pemuda yang cerdas seperti kamu."ujar kakek Lenan.
Mendengar itu Rendra pun tersenyum memandang laki-laki itu,bahkan Rendra pun segera mencium takzim tangan kakek baru nya itu.
"Ah,benar tu kek,nanti kakek nyesel lho ajak Rendra kesana."ujar Rendra dengan bercanda.
__ADS_1
Kakek Lenan pun mendengar itu jadi tergelak,dia tak menyangka anak ini akan seberani ini,padahal biasanya semua orang akan takut padanya.
"Ha....ha ..,ha.....
Kamu mau,kalau mau kakek akan dengan senang hati membimbing kamu menjadi pebisnis handal kelak,kamu akan melampaui kakek, karena Lenan sungguh tak bisa menguasai ilmu kakek,Lenan cocok nya dengan ilmu nenek nya dulu seperti mama kamu."ujar laki -laki itu yang terlihat mengenang masa lalu.
Rendra pun tersenyum mendengar itu,dia terasa sudah kenal kakek ini sejak dulu diapun bahkan terasa nyaman bahkan sangatlah nyaman berbicara dengan nya.
Saat itu lah suara orang datang pun terdengar ,bahkan didengar dari sepatu nya terdengar lebih dari satu orang,saat mereka menampakkan diri,semua orang dimeja makan pun segera mengunci pandangan mereka ke arah suara yang baru saja datang.
Alisa pun membelalak kan matanya dia tak menyangka salah satu dari mereka adalah orang yang ia kenal yah walau pun tak akrab tap dia pun telah bertemu berapa kali saat dulu.
("M.Alan êtes-vous cela, pourquoi êtes-vous ici.ujar Alisa dengan B.prancis nya.)
(pak Alan kau kah itu,kenapa kamu berada disini.)
Alan yang mendengar itu pun dengan reflek menyahut pertanyaan wanita itu dengan bahasa Prancis juga.
("Alisa, où étais-tu depuis tout ce temps, tu vas bien, pourquoi es-tu ici aussi ?" demanda Alan, parlant toujours français aussi.)
("Alisa kemana saja kamu selama ini ,baik -baik kan kamu ,kenapa kamu juga berada disini?."tanya Alan dengan masih berbahasa Prancis juga .)
Alan dan Alisa yang saling mendengar suara itu pun membelalakkan matanya,suara itu masih lah akrab ditelinga nya bahkan setelah bertahun tahun mereka tak bertemu suara itu masih lah membekas di hati dan pikiran nya ,sungguh dia tak menyangka wanita yang ia kagumi saat di pesta itu pun berada disini,dan itu pun merupakan keberuntungan buat nya.
Disisi lain wajah Lenan berubah warna dia tak menyangka kalau laki -laki itu pun akan kemari dimalam ini saat dia dan Alisa juga berada di rumah ini. Bagaimana kah dia akan mengatakan semuanya ,dia sungguh sangatlah takut kalau Alisa akan meninggalkan nya bila Alisa tahu apa yang sebenarnya terjadi dulu.
__ADS_1